Monday, 6 June 2016

ASPHALT MIXING PLANT (AMP) TIPE TAKARAN PEKERJAAN KONSTRUKSI BANGUNAN JALAN

Peralatan Pencampur Aspal Panas atau biasa disebut Asphalt Mixing Plant (AMP) adalah merupakan satu kesatuan perangkat peralatan untuk memproduksi campuran yang terdiri dari agregat panas dan aspal panas serta bahan pengisi atau filler. Produk campuran ini disebut campuran aspal panas atau hot mix.
Apabila dilihat dari proses pencampurannya maka AMP dibagi menjadi 2 tipe, yaitu :

a. AMP tipe takaran (batch tipe)

b. AMP tipe menerus (continuous tipe)
Pada tipe takaran atau batch tipe maka proses pencampurannya dilaksanakan tiap kali sesuai jumlah besaran takaran (batch), misalnya tiap 500 kg atau 600 kg campuran. Sedangkan pada AMP jenis menerus (continuous tipe) proses pencampuran agregat panas dengan aspal panas terjadi terus menerus.

Pencampuran agregat panas dengan aspal panas pada AMP tipe batch terjadi di dalam pencampur atau pugmill setelah sejumlah agregat panas yang terdiri dari beberapa fraksi ataupun hanya satu fraksi yang sudah ditimbang dalam jumlah berat tertentu dituangkan ke dalam pugmill kemudian disemprotkan aspal panas ke dalamnya dalam jumlah tertentu sesuai formula yang direncanakan.

Sedangkan pada AMP jenis menerus atau continuous type, maka pencampuran agregat panas dengan aspal panas terjadi dalam :

a. Alat pengering atau Dryer. AMP ini biasa disebut Drum Mix.
b. Alat pencampur atau pugmill.

Pada AMP Drum Mix aspal panasnya disemprotkan ke atas agregat panas di dalam alat pengering di bagian ujung dekat sebelum pengeluaran. Sedangkan pemanas agregat (burner) ditempatkan di bagian ujung pemasukan agregat dingin.

Pada AMP tipe menerus yang kedua, pencampuran agregat panas dengan aspal terjadi di dalam pugmill, dimana terjadi terus menerus pengadukan agregat panas dari beberapa fraksi atau hanya satu fraksi dengan aspal panas yang disemprotkan ke atas campuran agregat tersebut secara terus menerus juga.


ASPHALT MIXING PLANT (AMP)


AMP JENIS TAKARAN ATAU BATCH TIPE

Agregat dingin dari satu fraksi atau dari beberapa fraksi digabungkan untuk dikeringkan dengan cara dipanaskan di dalam dryer yang kemudian secara proporsional (dari masing-masing fraksi agregat panas) dicampur dengan aspal untuk memproduksi campuran aspal panas. Kapasitas produksi AMP bisa bermacam-macam, tergantung kapasitas pencampurnya (pugmill), misalnya 500 kg atau 1000 kg atau lebih tiap batchnya. Lama waktu proses pencampuran pada umumnya sekitar 45 detik.

Pada umumnya kapasitas AMP ditulis sesuai kapasitas produksi tiap jamnya misainya 30 TPH atau 50 TPH dan sebagainya.

Untuk pelaksanaan pekerjaan penghamparan dengan volume pekerjaan yang cukup besar, sebaiknya dipakai peralatan AMP yang berkapasitas produksi cukup besar. Hal ini akan menjamin kelancaran pasokan campuran aspal panas ke unit penghampar di lapangan. Kelancaran pasokan sangat berpengaruh pada penurunan temperatur campuran, sehingga akan mempengaruhi hasil akhir penghamparan. Kelancaran pasokan campuran ke unit penghampar sangat berpengaruh terhadap hasil hamparan. Pasokan yang tidak lancar pada unit penghampar dapat mengakibatkan penurunan temperatur campuran, sehingga akan mempengaruhi hasil akhir penghamparan.

Kapasitas AMP yang besar juga membantu mempercepat penyelesaian pekerjaan, yang pada akhirnya akan mengurangi gangguan terhadap kelancaran lalu lintas. Kapasitas pencampuran (pugmill) juga akan membantu menghasilkan campuran yang seragam dan mengurangi faktor kesalahan dalam homogenitas hamparan.

Bagian - bagian atau komponen utama yang penting pada AMP jenis takaran atau AMP tipe batch adalah:


a. Bin dingin atau cold bin.
b. Pengangkut agregat dingin.
c. Pengering atau dryer.
d. Elevator panas atau hot elevator
e. Saringan atau ayakan panas (Hot screen)
f. Bin panas atau hot bin.
g. Bin penimbang atau weigh bin.
h. Pencampur atau pugmill.
i. Bahan pengisi atau filler.
j. Pemasok aspal.
k. Pengumpul debu atau dust collector.
l. Tenaga penggerak.
m. Ruang pengontrol atau control room.

a. Bin Dingin (Cold Bin)

Bin dingin atau Cold Bin ini adalah bak tempat menampung material agregat dari tiap-tiap fraksi mulai dari agregat halus sampai agregat kasar yang diperlukan dalam memproduksi campuran aspal panas atau hotmix. Tiap-tiap fraksi agregat ditampung dalam masing-masing bak sendiri-sendiri. Maksudnya adalah agar banyaknya agregat dari masing-masing fraksi yang diperlukan untuk produksi campuran aspal panas sesuai formula campuran kerja (Job Mix Formula) yang direncanakan sudah dapat diatur pada saat pengeluarannya dari bin dingin. Bin dingin ini berbentuk tirus dengan permukaan pengisian di sebelah atas lebih lebar dibanding permukaan pengeluaran di bagian bawahnya.

a.1. Pengisian Bin Dingin

Agregat dingin dari timbunan (stock pile) diisikan ke dalam bin dingin biasanya memakai Wheel Loader. Jadi kondisi agregat masih dalam kondisi seperti apa adanya, kandungan kadar airnya masih bermacam-macam. Dengan cara pengisian bin seperti ini, penting diperhatikan kapasitas bucket dari alat pengisinya (Wheel Loader) dan luas permukaan bin serta kapasitas bin-nya. Jangan sampai kapasitas bucket wheel loader terlalu besar sehingga ada agregat yang tumpah ke luar bin, sehingga masuk ke bin untuk ukuran (fraksi) lainnya. Apabila hal seperti ini sering terjadi maka akan berpengaruh dalam penyediaan fraksi agregat panasnya, serta penyimpanan dalam bin panas (hot bin) selanjutnya, yaitu satu fraksi kekurangan sedangkan pada fraksi lain kebanyakan.

a.2. Pengeluaran Agregat
Masing-masing agregat dikeluarkan dari masing-masing bin dingin melalui pintu pengeluaran agregat yang terdapat di bagian bawah dari bin. Pintu pengeluaran ini bisa diatur untuk memperoleh variasi jumlah agregat yang diperlukan untuk campuran. Pada pintu pengatur ini dipasang skala yang menunjukkan besarnya jumlah agregat yang keluar per satuan waktunya. Dengan cara pengeluaran ini jelas satuan jumlah agregat yang keluar diukur dengan volume, namun pada penyetelan atau kalibrasi pembukaan pintu pengatur akan dikonversikan ke berat agregat.

Perlu diperhatikan bahwa bin dingin ini berisi agregat dingin dari yang halus sampai yang kasar dengan kadar air yang masih cukup tinggi. Kondisi seperti ini dapat mengakibatkan kemacetan atau tersumbatnya pintu pengatur, yang akan mempengaruhi ketidaktepatan jumlah agregat yang keluar sesuai skala yang telah dipasangkan.


Untuk mengatasi hal tersebut maka pintu pengatur harus selalu diawasi petugas serta harus sering dibersihkan serta sering-sering dikalibrasi.
Pemasangan alat penggetar pada bin dingin dimaksudkan untuk memperlancar pengeluaran agregat dingin.

Pada beberapa AMP jenis takaran, pengukuran jumlah agregat dingin dari masing-masing fraksi dilaksanakan berdasarkan berat masing-masing agregat dingin dari masing-masing bin dengan cara pemasangan alat timbangan berdasarkan sensor pada ban berjalan (conveyor) di bawah masing-masing bin. Dengan cara ini perlu pengawasan kelancaran yang terus menerus dari agregat dinginnya, karena ketidak-lancaran pengeluaran agregatnya akan mempengaruhi besaran bacaan berat pada sensornya.

a.3. Faktor-Faktor Yang Harus Diperhatikan
Faktor-faktor yang harus mendapat perhatian pada agregat dingin ini antara lain :
Agregat dingin baik yang halus maupun yang kasar dari tiap-tiap fraksi harus berada dalam masing-masing bin-nya, jangan sampai ada fraksi agregat lain berada dalam salah satu bin yang bukan tempatnya. Untuk mengatasi tercampurnya agregat dingin ini bisa dipasangkan pembatas atau penyekat di bagian atas bin antara bin yang satu dengan bin di sebelahnya.
Bagian pintu pengeluaran (di bagian bawah bin) agar selalu diperiksa jangan sampai tersumbat, terutama pada bin agregat halus karena penggumpalan atau pengumpulan agregat halus yang basah.
Pintu pengeluaran agregat dingin harus selalu dikalibrasi secara periodik.
Kecepatan putaran ban berjalan, dan atau elevator dingin (Cold Elevator) dijaga agar stabil, tidak berubah-ubah selama dalam proses produksi.
b. Pengangkut Agregat Dingin

Agregat dingin dari beberapa fraksi yang sudah ditampung pada ban berjalan kolektor (Collecting Belt Conveyor) selanjutnya dibawa untuk dituangkan ke dalam alat pengering atau dryer dengan cara dibawa oleh ban berjalan (belt conveyor) lainnya, atau dengan cara dibawa oleh elevator dingin (cold elevator). Elevator dingin atau cold elevator ini berupa mangkok-mangkok atau bucket-bucket kecil yag dipasang pada rantai yang berputar naik ke atas, di mana setelah sampai di atas agregat dingin yang berada dalam mangkok-mangkok tersebut akan tumpah dan masuk ke dalam alat pengering (dryer).

Pengaliran agregat dingin dari bin dingin menuju ke dalam alat pengering atau dryer berjalan dalam udara terbuka. Hal ini dimaksudkan untuk memberikan kesempatan terjadinya penguapan air di dalam agregat dingin sehingga akan menurunkan kadar airnya.


Kelancaran aliran agregat dingin akan memberikan pengaruh dalam produksi campuran panasnya. Hal-hal yang perlu diperhatikan adalah tercampurnya fraksi agregat yang berbeda di dalam bin dingin karena tidak ada pembatas antara pada mulut (bagian atas) bin dingin yang satu dengan yang lainnya, disamping itu kapasitas ban berjalan dan atau elevator dingin (cold elevator) harus cukup untuk membawa sejumlah agregat dingin setiap jamnya disesuaikan dengan rencana produksi yang sudah ditentukan (misalnya 30 TPH atau 50 TPH atau lainnya).

c. Pengering Atau Dryer

Agregat dingin yang sudah tercampur dari beberapa fraksi dituangkan ke dalam alat pengering atau dryer.

c.1. Peletakan Pengering

Pengering ini berbentuk silinder dengan panjang dan diameter tertentu berdasarkan kapasitas maksimum produksi yang direncanakan perjamnya.
Peletakan silinder pengering di atas 2 (dua) pasang bantalan rol putar, serta silinder pengering ini dalam proses pengeringan agregatnya bergerak berputar, melalui roda gigi sekeliling silinder yang dihubungkan dengan motor listrik.
Di bagian dalam dinding silinder pengering ini dilas sudu-sudu yang terbuat dari pelat baja cekung atau biasa disebut lifting flights.

Sudu-sudu ini ditempatkan sedemikian rupa sehingga dapat mengangkat agregat yang sedang dikeringkan ke atas dan sekaligus menjatuhkannya sehingga agregat yang jatuh tersebut dapat membentuk tirai. Pengeringan agregat dilaksanakan dalam pengering ini dengan cara pemanasan. Bentuk tirai dari agregat yang jatuh tersebut memberikan efisiensi dalam pemanasan dan pengeringan agregat secara merata.

Alat pengering atau dryer ditempatkan dengan posisi miring, untuk memberikan kesempatan kepada agregat dingin yang dituangkan ke dalam pengering (dryer) dari ujung yang satu (yang letaknya lebih tinggi), dapat keluar lagi dari ujung yang lainnya (yang letaknya lebih rendah) setelah melalui proses pemanasan dan pengeringan selama waktu tertentu.

Besar sudut kemiringan letak silinder pengering ini sudah ditentukan oleh pabrik berdasarkan rencana desain kapasitas produksi dan rencana desain mutu produksi yang ingin dihasilkan.

Makin besar sudut kemiringan (lebih besar dari sudut kemiringan yang telah ditentukan pabrik), akan mengakibatkan agregat yang masuk akan cepat keluar lagi, sehingga agregat dingin mengalami pemanasan yang pendek. Akibatnya adalah agregat yang keluar temperaturnya masih rendah serta kadar airnya masih cukup tinggi. Sebaliknya apabila kemiringannya lebih rendah, maka agregat terlalu lama dalam silinder yang berakibat temperatur agregat terlalu tinggi, namun kapasitas per jamnya rendah, sehingga silinder akan cepat penuh diisi agregat dingin.

Kemiringan silinder pengering atau dryer rata-rata 3° sampai 5°. Temperatur agregat panas keluar dari pengering rata-rata 175°C – 200°C kadar air agregat panas ± 2%.

c.2. Penyembur Api Atau Burner

Pemanasan agregat di dalam silinder pengering (dryer) dilaksanakan dengan memakai alat penyembur api atau burner yang ditempatkan di muka ujung silinder pengering (dryer) tempat agregat panas keluar.
Pada umumnya bahan bakar yang dipakai adalah solar. Dengan tekanan yang cukup tinggi solar disemprotkan melalui nozzle pada burner ke dalam silinder pengering. Untuk kesempurnaan pengapian serta untuk mengatur jauh dekatnya semburan api dari burner tersebut, diperlukan tambahan tekanan udara yang diperoleh dari blower yang dipasang menyatu dengan burner.

Penambahan tekanan solar serta tekanan angin dari blower tersebut akan menambahkan jumlah bahan bakar yang dikonsumsi dan jelas akan menambah kalori yang dihasilkan, serta menambah jauh jangkauan semburan apinya, sehingga dapat menambah panas agregat dan mempercepat penurunan kadar air agregat. Penyetelan api dari penyembur api atau burner ini tidak diperbolehkan terlalu tinggi sebab akan mempengaruhi karakteristik dari agregatnya, yaitu agregat menjadi rapuh dan pecah karena terlalu panas. Untuk melindungi panas dari api pada penyembur api (burner) ini, maka disekeliling nozzle dipasang dinding pelindung yang terbuat dari batu tahan api.

c.3. Faktor-faktor Yang Harus Diperhatikan

Beberapa faktor yang harus selalu diperhatikan pada silinder pengering dan penyembur api atau burner, adalah antara lain:
Sudut kemiringan dari silinder pengering atau dryer.
Jumlah agregat dingin yang dimasukkan ke dalam silinder pengering sesuai dengan rencana produksi.
Besaran putaran silinder pengering. Makin tinggi putaran (melebihi putaran yang direkomendasikan pabrik) akan mengakibatkan pengeringan / pemanasan agregat tidak sempurna, makin rendah putaran silinder juga akan mengakibatkan pengeringan dan pemanasan tidak sempurna, tirai agregat jatuh di dalam silinder tidak akan terjadi. Waktu pemanasan agregat terlalu lama. Pengaruhnya juga terhadap jumlah agregat panas yang keluar. Makin cepat putaran makin cepat keluar lagi agregat panasnya, sedang kalau rendah makin lambat pengeluaran agregat panasnya, jadi tidak seimbang dengan jumlah agregat dingin yang dimasukkan ke dalam silinder pengering.
Selalu diperiksa temperatur dan kadar air dari agregat panas yang keluar dari silinder pengering.
Besaran api yang disemburkan. Apabila terlihat agregat yang keluar berwarna hitam berarti ada jelaga sehingga agregat tidak dapat diselimuti aspal dengan sempurna. Ini bisa terjadi akibat jumlah bahan bakar yang terlalu banyak sedangkan tekanan angin dari blower yang rendah.
Periksa selalu atau secara rutin alat-alat pengukur pemakaian bahan bakar dikalibrasi.
Periksa dan secara rutin kalibrasi alat pengukur temperatur agregat panas.
d. Elevator Panas Atau Hot Elevator

Elevator panas atau hot elevator berfungsi sebagai pembawa agregat panas yang keluar dari silinder pengering atau dryer ke saringan (ayakan) panas atau hot screening unit untuk dipilah-pilah sesuai ukuran fraksi masing-masing.

Elevator panas ini berupa mangkok-mangkok atau bucket-bucket kecil yang dipasang pada rantai yang berputar naik ke atas, di mana setelah sampai di atas agregat panas yang berada dalam mangkok-mangkok kecil tadi ditumpahkan ke atas ayakan panas untuk dipisah-pisah sesuai ukuran fraksinya. Elevator panas ini mempunyai penutup (rumah pelindung) yang berfungsi sebagai pelindung terhadap kehilangan panas dari agregat panas yang dibawanya sekaligus menjaga debu-debu.

d.1. Mangkok-Mangkok dan Rantai Elevator
Agregat panas yang keluar dari silinder pengering atau dryer ditampung dalam suatu bak penampung di ujung bawah dari unit elevator panas.

Agregat panas dari bak penampung ini langsung diambil (diciduk) oleh mangkok-mangkok atau bucket-bucket kecil yang terus menerus berputar naik ke atas.
Putaran rantai tempat mangkok-mangkok kecil tersebut dipasang digerakkan dengan memakai motor listrik (elektro motor).

Jumlah banyaknya mangkok-mangkok kecil yang terpasang pada rantai, serta besar kapasitas mangkok kecil dan kecepatan putaran rantai telah diatur sedemikian rupa dengan kapasitas produksi yang direncanakan. Dari segi kapasitas angkut elevator panas ini maka faktor-faktor kecepatan putaran rantai, jumlah mangkok kecil yang terpasang serta kapasitas tiap mangkoknya akan sangat berpengaruh. Kecepatan putar menurun jelas akan mengakibatkan menurunnya jumlah agregat panas yang terangkut. Apabila jumlah mangkok dikurangi atau ada yang rusak, maka jumlah agregat panas yang terangkut juga menurun.

d.2. Pelindung Elevator Panas

Pelindung atau rumah dari elevator panas ini berfungsi sebagai pelindung agregat panas terhadap sentuhan dengan udara luar yang lebih dingin, sehingga temperatur dari agregat panas tidak menurun banyak. Disamping itu juga melindungi polusi akibat debu-debu halus yang kemungkinan masih ada yang dibawa oleh agregat panasnya.

Oleh sebab itu perlu dijaga kondisi dari pelindung elevator panas ini agar tetap dalam keadaan baik tidak ada kerusakan-kerusakan misalnya ada dindingnya yang berlubang (terbuka), sehingga udara luar akan masuk dan cepat menurunkan temperatur dari agregat panasnya. Kerusakan pada pelindung ini bisa juga diakibatkan oleh gesekan-gesekan yang berulang-ulang terjadi antara mangkokmangkok kecil dengan dinding karena gerakan rantai yang tidak stabil.

d.3. Faktor-Faktor Yang Harus Diperhatikan

Untuk melindungi agregat panas terhadap penurunan temperatur serta menjaga agar jumlah agregat panas yang dibawa atau menjaga kapasitas angkut dari elevator panas ini tetap dapat memenuhi rencana produksi AMP, beberapa faktor harus diperhatikan, antara lain:
Periksa secara rutin kondisi dinding pelindung elevator panas, apakah ada yang rusak. Segera perbaiki apabila ada kerusakan atau kebocoran pada rumah pelindung.
Periksa putaran rantai, apakah putaran (RPM) motor pemutarnya benar,
Periksa gerakan rantai dan mangkoknya stabil, tidak miring-miring atau oleng. Kalau tidak stabil periksa roda pemutarnya,
- Periksa jumlah dan kondisi mangkok-mangkok kecilnya. Apabila ada yang rusak segera diganti, termasuk posisi pemasangan (dudukan) mangkok pada rantainya.

e. Saringan Atau Ayakan Panas (Hot Screen)

Agregat panas yang dibawa oleh elevator panas (hot elevator) setelah sampai di atas langsung ditumpahkan ke atas saringan panas atau ayakan panas (hot screen) untuk dipisah-pisahkan sesuai fraksinya masing-masing.

Pada umumnya saringan panas ini merupakan unit tertutup untuk menghindari kehilangan panas dari agregat.

e.1. Bentuk Saringan

Saringannya sendiri berbentuk anyaman baja yang tahan panas dengan besaran lubang-lubang anyaman disesuaikan standar ukuran fraksi butiran agregat.

Di dalam unit saringan panas (hot screen) ini terpasang 4 atau 5 ukuran saringan untuk masing-masing fraksi agregat, yang disusun sedemikian rupa dimana saringan fraksi terkecil dipasang di bagian paling rendah.

Saringan fraksi paling besar ditempatkan paling atas, sehingga apabila ada agregat dengan ukuran butiran besar (lebih besar dari ukuran saringan), atau biasa disebut oversize, akan terbuang keluar melalui saluran pembuang.

Agregat panas yang lolos saringan sesuai fraksinya masing-masing akan terus masuk ke dalam bin panas di ruang masing-masing ukuran fraksi.

e.2. Ukuran Lubang Saringan

Contoh saringan panas untuk campuran beraspal dengan ukuran butiran (fraksi) maksimum 19 mm; fraksi agregat panas yang dipakai adalah 19 - 25 mm; 12,5 - 19 mm; 9,5 - 12,5 mm; 2,36 - 9,5 mm; maka saringan yang dipakai adalah saringan berukuran 25 mm; 19 mm; 12,5 mm; 9,5 mm dan 2,36 mm.

Kapasitas saringan (masing-masing fraksi) harus dapat menampung jumlah agregat panas dari tiap-tiap (masing-masing) fraksi yang dibutuhkan dalam campuran aspal (hotmix) yang direncanakan.
Ukuran celah (lubang) saringan selama dalam operasi bisa mengalami perubahan akibat aus atau akibat kawat-kawatnya terselimuti lapisan abu batu sehingga kawatnya menebal.

Apabila terjadi aus akibat gesekan agregat, maka lubangnya akan membesar sehingga ukuran agregat panas fraksi yang bersangkutan menjadi lebih besar.

Sebaliknya apabila terselimuti abu batu, maka ukuran lubang saringan jadi mengecil, sehingga ukuran agregat panas fraksi yang bersangkutan jadi lebih kecil. Untuk menghindari hal-hal tersebut di atas maka perlu secara rutin saringan panas atau hot screen diperiksa serta dibersihkan. Juga diperiksa dari kemungkinan rusak. Biasanya lembaran-lembaran saringan masing-masing ukuran bisa dengan mudah dilepas atau dipasang pada dudukannya di unit saringan (screen unit).

e.3. Faktor-Faktor Yang Harus Diperhatikan
Periksa dinding-dinding unit saringan dari kemungkinan bocor / rusak.
Periksa / dimonitor saluran-saluran pemisah agregat-nya.
Periksa anyaman-anyaman saringan dari kemungkian aus, kawatnya menebal atau ada yang rusak (patah).
f. Bin Panas Atau Hot Bin

Bin panas atau hot bin adalah tempat penampungan agregat panas setelah lolos dari saringan panas. Agregat panas yang lolos dari saringan panas tersebut masingmasing fraksinya akan mengisi ruangan sendiri-sendiri yang sudah terpisah di dalam bin panas. Jadi di dalam bin panas ini ada dinding-dinding pemisah yang memisahkan tiap fraksi agregat panas.

Pada umumnya untuk AMP tipe takaran atau batch tipe bin panasnya terbagi menjadi 4 ruangan terpisah masing-masing diperuntukkan penampungan masing-masing fraksi agregat sendiri-sendiri hasil dari penyaringan.

Kapasitas masing-masing ruangan (compartment) disesuaikan dengan persentase komposisi campuran agregat dalam campuran aspal panasnya, dikaitkan dengan kapasitas produksi AMP.

f.1. Pintu Pengeluaran Agregat
Agregat panas untuk tiap-tiap fraksi sesuai jumlah yang dibutuhkan untuk setiap pencampuran atau batch dikeluarkan melalui pintu pengeluaran atau gate yang terdapat di bagian bawah bin panas atau hot bin dari masing-masing compartment. Pembukaan dan penutupan pintu pengeluaran ini bisa secara manual atau bisa otomatis tergantung system control dari unit AMPnya.

Pembukaan dan penutupan pintu pengeluaran dilaksanakan satu persatu (fraksi) secara berurutan untuk memperoleh jumlah agregat dari tiap fraksi sesuai jumlah yang dibutuhkan untuk setiap pencampuran atau batch. Agregat panas dari tiap fraksi ini ditampung dalam bin berikut yang berada di bawah bin panas ini yaitu bin penimbang weigh bin. Pengukuran jumlah agregat panas dari tiap fraksi di atas dilaksanakan pada bin penimbang atau weigh bin.

Contohnya : misalnya untuk satu kali pencampuran atau satu batch diperlukan agregat panas untuk tiap fraksinya sebagai berikut:
Fraksi 1. 12,5 mm - 19 mm = 45 kg
2. 9,5 mm - 12,5 mm = 120 kg
3. 2,36 mm - 9,5 mm = 140 kg
4 . ………< 2,36 mm = 165 kg

Pintu pengeluaran mulai dibuka setelah material yang sebelumnya terdapat di dalam bin penimbang atau weigh bin dikeluarkan habis. Pertama dibuka pintu pengeluaran untuk fraksi no. 1. Setelah jumlahnya cukup yaitu setelah bacaan dari bin penimbangan menunjukkan 45 kg maka pintu pengeluaran segera ditutup. Selanjutnya pintu pengeluaran untuk fraksi berikutnya fraksi 2 dibuka. Setelah bacaan dari penimbangan menunjukkan jumlah fraksi 1+2, maka pintu ditutup, demikian seterusnya sampai semua agregat sudah berada dalam bin penimbangan.

Untuk contoh di atas maka penimbangan tiap fraksi agregat panas dilaksanakan secara menerus (kumulatif) memakai satu alat pengukur penimbangan.

f.2 Faktor-faktor Yang Harus Diperhatikan

Beberapa hal yang harus diperhatikan pada bin panas ini antara lain adalah sebagai berikut
Jumlah agregat di dalam masing-masing compartment dari tiap-tiap fraksi agregat. Jangan sampai terjadi ada fraksi yang sedikit (compartment yang kosong), sedang di dalam compartment lain (untuk fraksi lainnya) ternyata penuh.
Pada AMP yang baik biasanya ada alat atau sensor yang mengatur isi compartment. Kondisi seperti di atas kemungkinan bisa terjadi akibat ada kesalahan pada pemasokan agregat dingin atau kerusakan pada saringan panas atau hot screen.
Kelancaran pembukaan dan penutupan pintu pengeluaran dari bin panas, kemungkinan terjadi kemacetan atau kerusakan pada tuas-tuas atau alat penggeraknya. Kemungkinan juga kerusakan pada sensor secara umumnya (untuk AMP dengan kontrol otomatis).
Kebenaran pada penimbang agregatnya pada bin penimbang atau weigh bin. Kondisi dari bin apa ada yang rusak atau bocor pada dindingnya
g. Bin Penimbang Atau Weigh Bin
g.1. Pembukaan dan Penutupan Pintu Pengeluaran

Bin penimbang atau weigh bin seperti telah disebutkan dalam butir f.1 di atas adalah bin tempat menampung sekaligus menimbang agregat dari setiap fraksi agregat yang dibutuhkan untuk tiap kali pencampuran atau batch. Di bagian bawah bin terdapat pintu pengeluaran yang bisa dibuka dan ditutup secara manual atau secara otomatis.

Pintu pengeluaran ini akan dibuka untuk mengeluarkan agregat panas yang ditampung di dalamnya setelah pencampur atau pugmill kosong (campuran yang diproses sebelumnya telah dikeluarkan).

g.2. Faktor-faktor Yang Harus Diperhatikan
Kelancaran pembukaan dan penutupan pintu pengeluaran, kernungkinan terjadi kemacetan atau kerusakan sehingga mengganggu kelancaran pengeluaran agregat. Kemungkinan juga kerusakan pada kontrol otomatisnya.
Kondisi dari bin, apa ada yang rusak atau kebocoran-kebocoran pada dindingnya.
Temperatur agregat panas harus selalu lebih tinggi atau minimal 175°C.
h. Pencampur Atau Pugmill

Di dalam pencampur atau pugmill ini semua material (dalam keadaan panas) yaitu agregat dan aspal dicampur untuk menghasilkan produk berupa campuran aspal panas atau hotmix.

Pada beberapa AMP ada yang dilengkapi selimut pemanas di sekeliling dinding pugmill, maksudnya untuk mempertahankan temperatur campuran. Namun pada umumnya yang ada di Indonesia tidak (karena mahal dan temperatur udara di luar umumnya sudah cukup panas).

h.1. Lengan Pengaduk Atau Pedal (Paddle)

Semua material dalam keadaan panas dicampur (diaduk) di dalam pugmill dengan memakai lengan-lengan pengaduk atau pedal-pedal (paddle) dengan paddle tip di ujungnya yang dipasang pada 2 poros berputar berlawanan arah (twin shaft). Poros tersebut diputar oleh motor listrik.

Untuk dapat menghasilkan campuran yang baik, pedal dengan tipnya harus dalam keadaan baik, serta ruang bebas (clearance) antara ujung tip dengan dinding tidak lebih dari 1,5 kali ukuran agregat yang paling besar, atau tidak lebih besar dari 2 cm, kecuali apabila ukuran nominal maksimum agregat yang digunakan lebih besar dari 25 cm.

h.2. Proses Pencampuran

Proses pencampuran dapat dibagi menjadi 2 jenis pencampuran, yaitu pencampuran kering dan pencampuran basah.

Pencampuran kering dimaksud adalah pengadukan agregat dari berbagai fraksi yang dituangkan dari weigh bin.

Pencampuran basah adalah pengadukan selama (setelah) dicampur dengan panas aspal.
Waktu pengadukan pada umumnya tidak terlalu lama, ± 45 detik. Waktu pengadukan apabila terlalu cepat akan mengakibatkan pencampuran kurang sempurna, permukaan agregat ada yang tidak terselimuti aspal. Sedangkan apabila terlalu lama akan mengakibatkan penurunan temperatur campuran aspal panasnya disamping itu juga penurunan kapasitas produksinya. Bisa juga berakibat segregasi karena campuran butiran halusnya akan terkumpul pada bagian dasar pugmill. Hasil pencampuran berupa campuran aspal panas dari pugmill langsung dituangkan ke atas bak truck pengangkut.

Temperatur dari agregat panas yang berada di dalam pugmill harus berada di bawah atau sekitar 175°C. Kondisi ini diperlukan untuk dapat memperoleh temperatur campuran aspal panasnya (hotmix) ± 150°C, maksimum 165°C.

Temperatur agregat panas tidak boleh terlalu tinggi untuk mencegah aspal yang disemprotkan ke atas agregat terbakar. Untuk pembuatan campuran aspal panas pada umumnya diperlukan juga tambahan bahan pengisi atau filler. Bahan pengisi ini tidak dipanaskan (temperatur udara luar).

h.3. Faktor-faktor Yang Harus Diperhatikan
Periksa secara rutin pembukaan dan penutupan pintu pembuangan campuran aspal panas untuk mencegah kemacetan, sehingga pintu pengeluaran campuran tersebut dapat dibuka dan ditutup tepat waktunya.
Bersihkan bagian dalam pugmill dari sisa-sisa campuran yang masih menempel di dinding.
Periksa kondisi lengan pengaduk dengan tip-nya dari kemungkinan patah atau rusak, serta jarak antara atau clearance dari pinggir paddle tip ke dinding pugmill, juga putaran lengan-lengan pengaduk.
Secara rutin dicatat lama waktu pencampuran, baik pada waktu campuran kering maupun campuran basah.
i. Bahan Pengisi Atau Filler

Bahan pengisi atau filler dituangkan ke dalam pencampur atau pugmill melalui 2 cara, yaitu melalui penimbangan bersama-sama agregat panas di dalam weigh bin atau ditimbang sendiri dan langsung dituangkan ke dalam pencampur atau pugmill.

Penuangan filler bisa secara mekanis, yaitu dialirkan memakai semacam ulir atau auger, atau secara pneumatik, yaitu dipompakan.

Yang harus diperhatikan pada filler ini adalah jumlah filler yang dituangkan untuk tiap kali pengadukan atau batch. Terlalu banyak filler atau melebihi yang diperlukan akan menyebabkan campuran aspal panasnya menjadi kaku, getas dan mudah retak. Sedangkan apabila kurang terjadi sebaliknya.

j. Pemasok aspal

Aspal panas disemprotkan ke atas agregat panas pada temperatur ± 120°C sampai 150°C dengan memakai pompa aspai bertekanan cukup tinggi agar dapat membentuk semprotan aspal yang baik.
Pada penyemprotan aspal ini dipasang alat penimbang jumlah aspal yang disemprotkan untuk tiap kali pencampuran (batch) serta alat pengukur temperatur aspal. Maka pipa-pipa penyalur kearah penyemprot dibalut bahan penahan panas.

Pemanasan aspal dalam penampung dapat dilaksanakan dengan 2 cara, yaitu :
Pemanasan langsung, yaitu panas dari api pemanas atau burner dialirkan ke dalam pipa yang melingkar-lingkar didalam bak penampung di mana aspalnya tersimpan, sehingga aspal tersebut bersentuhan langsung dengan pipa-pipa yang panas tersebut.
Pemanasan tidak langsung, yaitu pemanasan yang terjadi karena aspal yang bersentuhan dengan dinding – dinding pipa panas yang dialiri minyak (oli) panas yang sudah dipanaskan terlebih dahulu di tempat pemanasan minyak tersendiri
j.1. Faktor-faktor Yang Harus Diperhatikan
Selalu dilihat temperatur aspal panas yang disemprotkan ke dalam pugmill.
Selalu dilihat temperatur aspal di dalam bak penampung.
Periksa juga nozzle penyemprot / pengabut.
Jaga saluran-saluran pipa aspalnya jangan sampai terjadi kerusakan atau kebocoran-kebocoran.
k. Pengumpul Debu Atau Dust Collector

Pengumpul debu atau dust collector ini merupakan komponen yang selalu harus ada untuk menjaga kebersihan udara dan lingkungan dari debu-debu halus yang ditimbulkan selama proses AMP berjalan.

Ada 2 jenis pengumpul debu atau dust collector, yaitu :
Jenis kering atau dry cyclone, dimana debu-debu dari buangan silinder pengering atau dryer dihisap ke dalam silo cyclone dan diputar sehingga partikel yang berat akan turun ke bawah sedangkan udara yang sudah tidak mengandung partikel debu lagi akan dikeluarkan melalui cerobong. Partikel yang berat tersebut sering dipakai sebagai filler juga.
Jenis basah atau wet scruber, dimana pada jenis ini debu-debu yang terbawa udara buangan dari dryer dialirkan ke dalam suatu bak atau ruangan dan disemprot air, sehingga partikel-partikel debunya akan terbawa air turun dan ditampung dalam bak-bak penampung. Udara yang keluar sudah bersih dari debu-debu dan keluar melalui cerobong asap.
l. Tenaga Penggerak

Untuk menjalankan semua bagian-bagian atau komponen-komponen AMP sumber tenaga utamanya adalah generator set atau gen set. Pada umumnya genset ini diputar oleh mesin diesel.

Kekuatan atau kapasitas genset ini harus cukup untuk melayani kebutuhan motor­motor listrik yang dipakai serta peralatan-peralatan lain yang memakai tenaga listrik dan untuk penerangan.

Semua sambungan-sambungan aliran listrik harus tertutup untuk mencegah arus pendek serta untuk keamanan lingkungan.

m. Ruang Pengendali Pengontrol Atau Ruang Pengontrol (Control Room)

Seluruh kegiatan operasi unit AMP dikendalikan dari ruang pengontrol atau control room ini.
Ada 3 cara pengendalian operasi yang dikenal; yaitu cara manual, cara semi otomatis dan cara otomatis.

Pada pengendalian operasi cara manual, pengaturan/pengoperasian komponen atau bagian-bagian AMP dilakukan dengan mengatur sakelar atau tombol mengunakan tangan. Yaitu pengaturan pemasokan agregat, aspal, pembakaran pada burner, penimbangan, pencampuran serta pengeluaran campuran dari pencampur atau pugmill.

Pengendalian secara semi otomatis, beberapa pergaturan pembukaan clan penimbangan masih dikontrol secara manual, termasuk bukaan pintu pengeluaran pugmill.

Pengendalian operasi secara otomatis, maka semua operasinya sudah diatur secara otomatis dengan sistem komputerisasi, termasuk kontrol apabila ada kesalahan­kesalahan atau ketidakcocokan dan ketidaklancaran operasi dari satu atau beberapa bagian kegiatan/operasi, misalnya temperatur agregat panas rendah maka terkontrol pada burnernya,misalnya ditingkatkan pemanasannya.

Pada pengendalian operasi secara otomatis harus lebih teliti pengamatan alat-alat ukurnya serta hubungan-hubungan sirkuit dari AMP ke ruang pengendaiian, karena besaran-besaran yang sudah diprogram bisa saja bersalahan akibat sirkuit yang terganggu, sehingga kemungkinan produk akhir berada di luar spesifikasi yang sudah dirancang atau diformulasikan sebelumnya.


Itulah penjelasan tentang AMP , semoga bermanfaat. Jika ada pertanyaan silakan berkomentar. Terima Kasih.

Share

& Comment

0 komentar:

Post a Comment

 

Copyright © 2015 Sipilpoin™ is a registered trademark.

Designed by Templateism | Templatelib. Hosted on Blogger Platform.