Header Ads

HOT !
recent

Bangunan Pelengkap Konstruksi Drainase

Dalam dunia Teknik Sipil, Ilmu Proyek Konstruksi, Bangunan Konstruksi Drainase masuk ke dalam bidang konstruksi irigasi, Berikut adalah bagian-bagian konstruksi drainase:

Pola jaringan drainase menurut Sidharta Karmawan (1997:1-8) terdiri dari 6 macam :
Bangunan Pelengkap  Drainase
  • Siku : digunakan pada daerah yang mempunyai topografi sedikit lebih tinggi daripada sungai. Sungai sebagai saluran pembuangan akhir berada di tengah kota.
  • Paralel : saluran utama terletak sejajar dengan saluran cabang. Apabila terjadi perkembangan kota, saluran-saluran akan dapat menyesuaikan diri.
  • Grid iron : digunakan untuk daerah dengan sungai yang terletak di pinggir kota, sehingga saluran-saluran cabang dikumpulkan dahulu pada saluran pengumpul.
  • Alamiah : sama seperti pola siku, hanya beban sungai pada pola alamiah lebih besar.
  • Radial : digunakan untuk daerah berbukit, sehingga pola saluan memencar ke segala arah.
  • Jaring-jaring : mempunyai saluran-saluran pembuangan yang mengikuti arah jalan raya dan cocok untuk daerah dengan topografi datar. Pola jaring-jaring terbagi lagi menjadi 4 jenis (Modul Perkuliahan Drainase Perkotaan, Jurusan Teknik Pengairan Fakultas Teknik UB; 2004) 
  1. Pola perpendicular : adalah pola jaringan penyaluran air buangan yang dapat digunakan untuk sistem terpisah dan tercampur sehingga banyak diperlukan banyak bangunan pengolahan.
  2. Pola interceptor dan pola zone : adalah pola jaringan yang digunakan untuk sistem tercampur.
  3. Pola fan : adalah pola jaringan dengan dua sambungan saluran / cabang yang dapa lebih dari dua saluran menjadi satu menuju ke suatu banguan pengolahan. Biasanya digunakan untuk sistem terpisah.
  4. Pola radial : adalah pola jaringan yang pengalirannya menuju ke segala arah dimulai dari tengah kota sehingga ada kemungkinan diperlukan banyak bangunan pengolahan.
Baca Juga: ANALISIS HIDROLOGI DAN HIDROLIKA UNTUK DESAIN DRAINASE
Bangunan-bangunan Sistem Drainase dan Pelengkapnya :
  • Bangunan-bangunan Sistem Saluran Drainase
Bangunan-bangunan dalam sistem drainase adalah bangunan-bangunan struktur dan bangunan-bangunan non struktur. Bangunan Struktur : adalah bangunan pasangan disertai dengan perhitungan-perhitungan kekuatan tertentu. 
Contoh bangunan struktur adalah :
  • bangunan rumah pompa
  • bangunan tembok penahan tanah
  • bangunan terjunan yang cukup tinggi
  • jembatan

Bangunan Non struktur : adalah bangunan pasangan atau tanpa pasangan, tidak disertai
dengan perhitungan-perhitungan kekuatan tertentu yang biasanya berbentuk siap pasang.
Contoh bangunan non struktur adalah :
  • Pasangan (saluran Cecil tertutup, tembok talud saluran, manhole / bak control ususran Cecil, street inlet).
  • Tanpa pasangan : saluran tanah dan saluran tanah berlapis rumput.

Bangunan Pelengkap Saluran Drainase

Bangunan pelengkap saluran drainase diperlukan untuk melengkapi suatu sistem saluran
untuk fungsi-fungsi tertentu. Adapun bangunan-bangunan pelengkap sistem drainase antara lain : 
  • Catch Basin / Watershed : bangunan dimana air masuk ke dalam sistem saluran tertutup dan air mengalir bebas di atas permukaan tanah menuju catch basin. Catch basin dibuat pada tiap persimpangan jalan, pada tepat-tempat yang rendah, tempat parkir.
  • Inlet : apabila terdapat saluran terbuka dimana pembuangannya akan dimasukkan ke dalam saluran tertutup yang lebih besar, maka dibuat suatu konstruksi khusus inlet. Inlet harus diberi saringan agar sampah tidak asuk ke dalam saluran tertutup.
  • Headwall : adalah konstruksi khusus pada outlet saluran tertutup dan ujung gorong-gorong yang dimaksudkan untuk melindungi dari longsor dan erosi
  • Shipon : dibuat bilamana ada persilangan dengan sungai. Shipon dibangun bawah dari penampang sungai, karena tertanam di dalam tanah maka pada waktu pembuangannya harus dibuat secara kuat sehingga tidak terjadi keretakan ataupun kerusakan konstruksi. Sebaiknya dalam merencanakan drainase dihindarkan perencanaan dengan menggunakan
  • shipon, dan sebaiknya saluran yang debitnya lebih tinggi tetap untuk dibuat shipon dan saluran drainasenya yang dibuat saluran terbuka atau gorong-gorong.
  • Manhole : untuk keperluan pemeliharaan sistem saluran drainase tertutup di setiap saluran diberi manhole pertemuan, perubaan dimensi, perubahan bentuk selokan pada setiap jarak 10 ~ 25 m. Lubang manhole dibuat sekecil mungkin supaya ekonomis, cukup, asal dapat dimasuki oleh orang dewasa. Biasanya lubang manhole berdiameter 60 ~ 70 cm dengan tutup dari besi tulang.

Bentuk-bentuk umum saluran terbuka dan fungsinya :
  • Trapesium : berfungsi untuk menampung dan menyalurkan limpasan air hujan dengan debit yang besar. Sifat alirannya terus menerus dengan fluktuasi kecil. Bentuk saluran ini dapat digunakan pada daerah yang masih cukup tersedia lahan.
  • Kombinasi trapesium dan segi empat : berfungsi untuk menampung dan menyalurkan limpasan air hujan dengan debit yang besar dan kecil. Sifat alirannya berfluktuasi besar dan terus menerus tapi debit minimumnya masih cukup besar.
  • Kombinasi trapezium dengan setengah lingkaran : fungsinya sama dengan bentuk (2), sifat alirannya terus menerus dan berfluktuasi besar dengan debit minimum kecil. Fungsi bentuk setengah lingkaran ini adalah untuk menampung dan mengalirkan debit minimum tersebut.
  • Baca Juga: Kesalahan yang terjadi pada pengukuran
  • Segi empat : berfungsi untuk menampung dan menyalurkan limpasan air hujan dengan debit yang besar. Sifat alirannya terus menerus dengan fluktuasi kecil.
  • Kombinasi segi empat dengan setengah lingkaran : bentuk saluran segi empat ini digunakan pada lokasi jalur saluran yang tidak mempunyai lahan yang cukup / terbatas. Fungsinya sama dengan bentuk (2&3)
  • Setengah lingkaran : berfungsi untuk menyalurkan limbah air hujan untuk debit yang kecil. Bentuk saluran ini umum digunakan untuk saluran-saluran rumah penduduk dan pada sisi jalan perumahan padat.

No comments:

Powered by Blogger.