Header Ads

HOT !
recent

KESALAHAN PELAKSANAAN PEKERJAAN KONSTRUKSI BANGUNAN

Kesalahan-kesalahan dalam pelaksanaan pekerjaan konstruksi bangunan struktur juga seringkali terjadi, hal ini bisa disebabkan oleh metoda pelaksanaan yang tidak benar, contohnya : 
KESALAHAN PELAKSANAAN PEKERJAAN KONSTRUKSI BANGUNAN

Kesalahan umum dalam pekerjaan konstruksi bangunan tanah  :
1. Galian Tebing Longsor, karena :
  • a. Cara penggalian yang salah;
  • b. Curah Hujan Terlalu tinggi;
  • c. Limpasan air tidak mencukupi;
2. Penimbunan Badan Jalan :
  • a. Material Timbunan tidak sesuai dengan spesifikasi;
  • b. Cara Kompaksi yang salah.
Kesalahan umum pada pekerjaan konstruksi bangunan jalan :
1. Material sub base dan base, mutu konstruksi bangunan permukaan (wearing surface) tidak sesuai dengan rencana campuran (JMF) yang ditentukan, mungkin disebabkan oleh kecerobohan dalam pelaksanaan, baik dalam pemasakan, kadar aspal, campuran maupun kualitas agregat. Material sub base dan base tidak sesuai dengan spesifikasi;

2. Setting Out yang tidak tepat, mengakibatkan panjang jalan menjadi tidak sesuai, hal ini disebabkan oleh :
  • a. Peralatan pengukuran yang kurang tepat;
  • b. Ketidaktelitian pada saat setting out;
  • c. Tidak ada kontrol kedua atau ketiga;
Kesalahan umum konstruksi bangunan pada penyelesaian akhir :
1Jalan pendekat amblas disebabkan oleh :
  • a. Bahan timbunan tidak menggunakan bahan material pilihan;
  • b. Pemadatan yang tidak sempurna;
  • c. Tinggi lapisan yang dipadatkan tidak sesuai dengan jenis alat pemadat yang digunakan;
2. Mutu konstruksi bangunan perkerasan baik aspal ataupun beton retak, kropos disebabkan oleh :
  • a. Mutu beton tidak sesuai dengan persyaratan;
  • b. Campuran material pengecoran salah;
  • c. Kadar aspal tidak memenuhi syarat;
  • d. Curing tidak sesuai prosedur;
  • e. Akibat kesalahan pada pelaksanaan beton :
Segregasi, adalah pemisahan agregat kasar dari pasta semen. Penyebab segresi adalah :
a. Slump yang terlalu rendah;
b. Gradasi yang kurang memadai;
c. Berat jenis agregat kasar terlalu tinggi dibandingkan dengan agregat halus;
d. Jumlah agregat halus terlalu sedikit;
e. Tinggi jatuh pengecoran terlalu tinggi;
f. Penggunaan alat penggetar yang terlalu lama;
g. Penggunaan bahan admixture yang salah;
Bentuk lain dari segregasi dimana agregat kasar turun ke ke bawah karena ketidakmampuan mengikat air dari adukan mortar, sehingga air keluar ke atas permukaan, penyebabnya adalah :
a. Campuran beton terlalu basah;
b. Temperatur terlalu tinggi pada saat pengecoran;
c. Rancangan campuran beton (desaign mix) kurang baik;
d. Adanya penambahan air pada saat pengecoran berlangsung;
3. Retak
4. Kropos

No comments:

Powered by Blogger.