Header Ads

HOT !
recent

MIX DESIGN LAPIS PONDASI KONSTRUKSI BANGUNAN JALAN

MIX DESIGN LAPIS PONDASI AGREGAT

Pada Konstruksi Bangunan Jalan Tidak ada hal yang khusus untuk Lapis Pondasi Agregat Kelas A atau B. Selama gradasi dan sifat-sifat (properties) material memenuhi syarat maka target CBR  pasti tercapai.
MIX DESIGN LAPIS PONDASI KONSTRUKSI BANGUNAN JALAN

Langkah-langkah berikut merupakan uraian singkat pembuatan mix design untuk Lapis Pondasi Konstruksi Bangunan Agregat kelas A atau B :
  • Memeriksa semua sifat-sifat material apakah sudah memenuhi syarat
  • Mengatur proporsi masing-masing agregat Konstruksi Bangunan agar memenuhi amplop gradasi yang disyaratkan.
  • Karena amplop untuk Lapis Pondasi Konstruksi Bangunan Agregat Kelas A atau B cukup lebar maka terbuka kemungkinan untuk mencari proporsi yang paling ekonomis meskipun gradasi yang diperoleh tidak tepat di tengah-tengah amplop.
  • Kepadatan Berat (Modified Proctor) Konstruksi Bangunan yang digunakan dalam pembuatan benda uji perlu diperhatikan bahwa ukuran butir maksimum adalah ¾”  atau 19 mm maka semua material lolos ayakan 2” dan tertahan ayakan ¾” diganti dengan material lolos ayakan ¾” dan tertahan No.4 dengan jumlah yang sama.
  • Dari hasil pengujian kepadatan Konstruksi Bangunan  berat akan diperoleh Kepadatan Kering Maksi-mum (Maximum Dry Dendity) dan Kadar Air Optimum (Optimum Moisture Content).
  • Buat benda uji dengan MDD dan OMC yang diperoleh di atas untuk pengujian CBR, umumnya diambil harga CBR pada penetrasi 0,1”. Bilamana harga CBR pada penetrasi 0,2” lebih besar dari harga CBR pada penetrasi 0,1” maka percobaan harus diulangi. Bilamana percobaan ulang menghasilkan harga CBR pada penetrasi 0,2” yang tetap lebih tinggi dari harga CBR  pada penetrasi 0,1” maka harga CBR pada penetrasi 0,2” yang diambil.
MIX DESIGN LAPIS PONDASI TANAH-SEMEN (SOIL-CEMENT BASE)

Langkah-langkah berikut merupakan uraian singkat pembuatan mix design Lapis Pondasi Konstruksi Bangunan Tanah-semen :
  • Memeriksa semua sifat-sifat material apakah sudah memenuhi syarat
  • Membuat benda uji dengan Kepadatan Ringan (Standard Proctor)Konstruksi Bangunan , minimum 4 kadar semen portland yang berbeda. Plot hasil pengujian dalam Grafik I dengan sumbu x : Kadar Air Optimum dan sumbu y : Kepadatan Kering Maksimum. Dari hasil grafik I dapat diperoleh MDD dan OMC untuk masing-masing kadar semen portland yang berbeda.
  • Buatlah  hubungan MDD & OMC dengan kadar semen dalam Grafik II dengan sumbu x : Kadar Semen dan sumb y kiri : Kepadatan Kering Maksimum Konstruksi Bangunan dan sumbu y kanan : Kadar Air Optimum.
  • Buatlah benda uji (berdiameter 76,1 mm dan tinggi 14,2 mm) untuk pengujian Unconfined Compressive Strength (UCS) berumur 7 hari (dengan perawatan) untuk minimum 4 variasi kadar semen portland yang berbeda dengan meng-gunakan MDD dan OMC yang diperoleh dari Grafik II. Plot hasil pengujian kedalam Grafik III dengan sumbu x : Kadar Semen dan sumbu y : UCS.
  • Dari Grafik III akan diperoleh kadar semen portland minimum Konstruksi Bangunan untuk mencapai : UBS minimum; UCS target dan UCS maksimum. Pilih kadar semen portland minimum yang memenuhi UCS target. Plot kadar semen portland minimum yang diperoleh dalam Grafik IV yang sama dengan Grafik II untuk menentukan MDD dan OMC dalam pelaksanaan.
  • Jika tidak tersedia alat untuk pengujian UCS maka dapat digunakan cara CBR Konstruksi Bangunan dengan perawatan (curing) selama 3 hari dan perendaman selama 4 hari. Umumnya diambil harga CBR pada penetrasi 0,1”. Bilamana harga CBR pada penetrasi 0,2” lebih besar dari harga CBR pada penetrasi 0,1” maka percobaan harus diulangi. Bilamana percobaan ulang menghasilkan harga CBR pada penetrasi 0,2” yang tetap lebih tinggi dari harga CBR  pada penetrasi 0,1” maka harga CBR pada penetrasi 0,2” yang diambil.

No comments:

Powered by Blogger.