Thursday, 10 November 2016

Pengenalan Alat: Waterpass


Pada pengukuran terdapat dua jenis unsur pengukuran, yaitu jarak dan sudut. Selanjutnya unsur jarak dapat dibagi dua pula, yaitu unsur jarak mendatar (d) dan beda tinggi (Dh). Sedangkan unsur sudut dibagi menjadi sudut horizontal, vertikal dan jurusan. Sudut ini berperan penting dalam kerangka dasar pemetaan yang datanya diperoleh di lapangan dengan alat yang dirancang sedemikian rupa konstruksinya sesuai dengan tingkat ketelitian. Alat ini dikenal sebagai alat ukur ruang (Theodolite).

Sedangkan untuk mengukur beda tinggi antara dua titik atau lebih di permukaan bumi  digunakan alat ukur sipat datar (Waterpass). Untuk pengukuran jarak dari suatu titik ke titik lain dapat digunakan pita ukur, EDM (Electronic Distance Meter) dan dapat juga dengan Metoda Tachymetry.

Alat ukur sipat datar (Waterpass) ini dirancang konstruksinya sedemikian rupa sesuai dengan fungsinya, yaitu untuk mengukur beda tinggi antara dua titik atau lebih di permukaan bumi.
Pada alat ukur sipat datar tingkat ketelitiannya tergantung pada kepekaan nivo kotak dan pembesaran teropongnya. Kepekaan nivo kotak ditentukan oleh jari-jari busur nivo kotak tersebut. Makin besar jari-jari busur nivo kotak tersebut, maka kepekaanya juga semakin tinggi. Ini berarti alat ukur sipat datar tersebut memiliki ketelitian yang makin tinggi.
Pada dasarnya alat ukur sipat datar terdiri dari 3 (tiga) bagian utama seperti yang diperlihatkan pada dibawah, yaitu:                                                      
  1. Bagian bawah tidak dapat bergerak dan berlandaskan pada statip, pada bagian terdapat kiap yang berfungsi sebagai sentring Waterpass.
  2. Bagian atas yang dapat digerakkan secara horizontal.
  3. Bagian teropong, untuk membidik rambu dan memperbesar bayangan rambu.
Penentuan jarak digunakan untuk mengontrol benar atau tidaknya pembacaan benang diafragma Waterpass:
Pengenalan Alat: Waterpass

Suatu alat ukur sipat datar dapat dikatakan dalam kondisi baik dan dapat digunakan dalam pengukuran, bila:
  1. Gelembung nivo kotaknya berada tepat di tengah lingkaran pada busur nivo kotak (berkoinsidensi), maka:
a.        Garis bidik harus benar-benar sejajar dengan garis jurusan bidang nivo.
Garis bidik adalah garis yang menghubungkan antara fokus lensa okuler dengan fokus lensa objektif.
b.        Sumbu I (tegak) harus sejajar dengan garis gaya berat.
c.         Garis jurusan nivo harus harus tegak lurus sumbu tegak.
  1. Benang diafragma mendatar harus tegak lurus sumbu tegak.
Garis mendatar pada prinsipnya merupakan garis bidik teropong yang diletakan mendatar. Dengan garis bidik tersebut akan didapat bacaan rambu yang ada di depan Waterpass.
Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam pengukuran sifat datar:
  1. Jika ditemui jarak antar 2 titik ( A - B ) berjauhan, maka sebaiknya pengukuran dibagi menjadi beberapa seksi pengukuran yang ditandai dengan patok-patok.
  2. Sebelum menggunakan alat Waterpass periksalah dahulu kesalahan garis bidik alat dimana harga koreksinya adalah rata-rata dari pemeriksaan kesalahan garis bidik sebelum dan sesudah pengukuran setiap harinya.
  3. Lakukan pengukuran untuk setiap slag genap untuk tiap seksi pengukuran, dan pindahkan rambu secara selang seling agar kesalahan nol rambu dapat tereliminir langsung.
  4. Letakkan Waterpass sedemikian rupa, sehingga jarak alat ke rambu depan sama dengan jarak alat ke rambu belakang.
  5. Dirikan Waterpass pada tanah yang stabil/keras.
  6. Sebelum pengukuran, gelembung nivo tabung harus berada tepat ditengah lingkaran.
  7. Dahulukan pembacaan rambu belakang, lalu baru muka.
  8. Pembacaan skala rambu sebaiknya dimulai dari pembacaan benang tengah, atas kemudian bawah

Share

& Comment

0 komentar:

Post a Comment

 

Copyright © 2015 Sipilpoin™ is a registered trademark.

Designed by Templateism | Templatelib. Hosted on Blogger Platform.