Friday, 18 November 2016

Penghamparan dengan cara Mix-In Place Proyek Konstruksi Bangunan Jalan

Pencampuran tanah , semen dan air dalam Proyek Konstruksi Bangunan Jalan harus dilakukan dengan cara pencampuran di tempat (mix-in-place) atau instalasi pencampur pusat (central-plant-mix).

Tanah dari lokasi sumber bahan yang telah disetujui harus dihampar dan disebar sampai rata di atas tanah dasar yang sudah disiapkan serta kadar airnya disesuaikan seperlunya untuk mendapatkan penghalusan tanah yang optimum. Bilamana pengeringan diperlukan, kecepatan pengeringan harus dimaksimumkan dengan terus menerus menggaru tanah memakai (penghalus tanah), atau peralatan sejenis, sampai tanah tersebut cukup kering untuk dikerjakan.
Penghamparan dengan cara Mix-In Place Proyek Konstruksi Bangunan Jalan

Kadar air optimum tanah untuk penghalusan akan berada di bawah kadar air tanah untuk kepadatan kering maksimum, seperti yang ditentukan pada SNI 03-1742-1989, dan akan dirancang berdasarkan percobaan lapangan awal seperti yang diuraikan dalam Butir Nomer 6.8. Pekerjaan penghalusan harus dilaksanakan bilamana kadar air tanah berada dalam rentang 2 % (dari berat tanah kering) dari angka yang telah dirancang.


Sebelum semen ditambahkan, tanah itu harus dihaluskan sedemikian, kecuali untuk partikel batu atau kerikil, sehingga memenuhi ketentuan di bawah ini bilamana diayak secara kering, Lolos Ayakan 25 mm : 100 %, Lolos Ayakan No.4 :75 %

Tanah yang sudah dihaluskan harus disebar dengan ketebalan sedemikian, sehingga setelah dipadatkan mencapai ketebalan lapisan yang dirancang, dalam batas toleransi yang disyaratkan pada Butir Nomer 3.11.a. Ketebalan yang tepat dari bahan gembur yang akan dihampar, harus seperti yang ditentukan dalam percobaan lapangan (Butir Nomer 3.8. di atas). Jumlah lapisan yang diperlukan untuk mendapatkan tebal rancangan penuh lapis pondasi tanah-semen harus berdasarkan kehomogenan dan derajat kepadatan yang dapat dicapai.

Setelah penghalusan tanah sampai memenuhi ketentuan, sesuai dengan kriteria yang diberikan dalam Butir Nomer 3.9.3.c. di atas, semen harus ditebar secara merata di atas tanah, baik dengan tangan maupun dengan mesin penebar, pada takaran yang dihitung sedemikian untuk memperoleh kadar semen seperti yang dirancang berdasarkan rancangan campuran laboratorium dan percobaan lapangan awal


Setelah semen disebar merata, serangkaian lintasan mesin pencampur harus dilaksanakan sampai seluruh tanah dan semen tercampur merata, yang ditunjukkan dari meratanya warna adukan. Jumlah lintasan yang diperlukan berdasarkan percobaan lapangan awal (Butir Nomer 3.8. di atas) dan berdasarkan kehomogenan campuran yang diperoleh dalam pekerjaan yang sedang berlangsung, seperti yang ditunjukkan oleh pengujian pengendalian dengan Scala Penetrometer.

Pekerjaan penempatan tanah, penghalusan tanah dan pencampuran tanah-semen harus selalu dilaksanakan dari bawah dengan ketinggian berapapun menuju keatas (yaitu kearah tanjakan).

Bilamana semen dan tanah dianggap telah tercampur merata, kadar airnya harus ditambahkan seperlunya untuk menyamai batas kadar air yang ditentukan dalam prosedur rancangan campuran laboratorium seperti yang diuraikan di Butir Nomer 3.7.2. atau berdasarkan percobaan lapangan awal atau cara lainnya. Pada umumnya, batas bawah kadar air untuk campuran tanah-semen akan ditentukan sebagai Kadar Air Optimum (OMC) di laboratorium dan batas atasnya akan 2 % (dari berat campuran tanah-semen) lebih tinggi dari pada OMC, seperti yang diuraikan pada Butir Nomer 3.7. Air yang ditambahkan pada tanah-semen harus dicampur sampai merata dengan menambahkan beberapa kali lintasan mesin pencampur dan pemadatan harus segera dilaksanakan setelah lintasan ini selesai.

Share

& Comment

0 komentar:

Post a Comment

 

Copyright © 2015 Sipilpoin™ is a registered trademark.

Designed by Templateism | Templatelib. Hosted on Blogger Platform.