Friday, 25 November 2016

RAPAT PERSIAPAN PEKERJAAN (PCM) KONSTRUKSI BANGUNAN

PCM (PRE CONSTRUCTION MEETING ) Konstruksi Bangunan diselenggarakan oleh 3 unsur-unsur yang terkait : Direksi Pekerjaan sebagai unsur pengendalian, Direksi Teknis sebagai pengawas teknis , Penyedia Jasa sebagai pelaksana pekerjaan.
RAPAT PERSIAPAN PEKERJAAN  (PCM) KONSTRUKSI BANGUNAN

PCM (PRE CONSTRUCTION MEETING ) Konstruksi Bangunan Merupakan tahapan awal tindakan pengendalian Untuk Menyatukan pengertian, membuat kesepakatan dan membahas kemungkinan-kemungkinan kendala yang akan terjadi dan Petunjuk penyusunan kerangka kerja.

Beberapa hal yang perlu dibahas dan disepakati dalam PCM adalah:
  • Struktur Organisasi kerja.
  • Tata cara pengaturan pelaksanaan pekerjaan termasuk pengajuan gambar kerja Konstruksi Bangunan (shop drawing) dan ijin kerja Konstruksi Bangunan (Request).
  • Revisi dan penyempurnaan terhadap Jadwal Pelaksanaan Pekerjaan Konstruksi Bangunan (dalam bentuk S-Curve dan/atau Critical Path Method (CPM) termasuk metode kerja) yang harus sesuai dengan target volume,waktu dan mutu.
  • Jadual pengadaan bahan, mobilisasi peralatan, dan personil serta penggunaan peralatan Konstruksi Bangunan.
  • Masalah – masalah lapangan terkait dengan Ruang Milik Jalan, Lokasi Quarry, Lokasi Base Camp .
  • Menyusun rencana dan pelaksanaan pemeriksaan lapangan (mutual check) Konstruksi Bangunan dan revisi (bila ada) terhadap Detailed Engineering Design (DED) Konstruksi Bangunan.
  • Pendekatan kepada masyarakat dan pemerintah daerah setempat mengenai rencana kerja Konstruksi Bangunan, (misalnya: pengkaitan antara rencana kerja dengan musim tanam atau masalah jalan masuk ke quarry/angkutan bahan).
  • Penyusunan Program Mutu Kegiatan Konstruksi Bangunan yang terdiri dari Rencana Mutu Kontrak (RMK) dan Rencana Mutu Pelaksa Gegiatan Proyek (RMP).
  • Prosedur pengujian material olahan dan hasil pekerjaan Konstruksi Bangunan.
  • Rencana Pengaturan Lalu lintas (Manajemen Lalu Lintas) Konstruksi Bangunan selama pelaksanaan konstruksi, meliputi pemasangan rambu sementara, pengaturan jalan sementara/ detour (jika ada), antrean lalu lintas bergiliran, pembatasan kecepatan, dll.
  • Prosedur Pengukuran pekerjaan Konstruksi Bangunan dan Pembayaran termasuk data pendukungnya.
  • Rencana Pelaporan Konstruksi Bangunan , Komunikasi dan Korespodensi.
Materi yang dibahas dalam PCM:
 Aplikasi pasal-pasal penting dalam Dokumen Kontrak Konstruksi Bangunan.
  • Organisasi Kerja
  • Mobilisasi
  • Manajemen dan keselamatan lalu-lintas (Traffic Management and Safety)
  • Perubahan Kegiatan Pekerjaan 
  • Perubahan Kuantitas dan Harga 
  • Penghentian dan Pemutusan Kontrak
  • Sub Penyedia Jasa (Subletting)
  • Asuransi
  • Kompensasi
Prosedur administrasi penyelenggaraan pekerjaan Konstruksi Bangunan, antara lain:
  • Review dan penyempurnaan terhadap jadual kerja yang harus sesuai dengan target volume, waktu dan mutu
  • Jadwal pengadaan bahan Konstruksi Bangunan, penggunaan peralatan dan personil
  • Gambar kerja dan kelengkapannya
  • Pengajuan (request) Konstruksi Bangunan dan persetujuan (approval) dalam rangka pemeriksaan lapangan bersama (examination of works)
  • Menyusun rencana dan pelaksanaan Konstruksi Bangunan pemeriksaan lapangan bersama (mutual check), sehubungan dengan perencanaan teknis (DED) yang ada.
  • Tata cara pengajuan Pembayaran Bulanan (Monthly Certificates/MC)
  • Perpanjangan periode pelaksanaan
  • Pembuatan Amandemen Kontrak
  • Serah Terima Sementara (Provisional Hand Over) dan Serah Terima Akhir (Final Hand Over).
Tata cara dan prosedur teknis pelaksanaan pekerjaan Konstruksi Bangunan, antara lain:
  • Pelaksanaan Perkerasan Jalan Konstruksi Bangunan pada segmen jalan berikut Pengaturan lalu-lintasnya,
  • Pelaksanaan stabilisasi tanah Konstruksi Bangunan,
  • Pelaksanaan produksi agregat Konstruksi Bangunan untuk pondasi jalan dan perkerasan aspalnya.
  • Menentukan lokasi sumber material (quarry) Konstruksi Bangunan , estimate kuantitas bahan beserta rencana pemeriksaan mutu bahan yang digunakan.
  • Pendekatan terhadap masyarakat daerah dan sosialisasi Kegiatan.
  • Prosedur pengujian material/bahan dan hasil pekerjaan Konstruksi Bangunan.
  • Kendala-kendala yang mungkin terjadi selama periode kontrak.
  • Prosedur pengukuran dan pembayarannya.
  • Hubungan dengan institusi lain (Pemda, Laboratorium, dll).
  • Kemungkinan adanya perubahan program mobilisasi Konstruksi Bangunan dan schedule pelaksanaan yang  sudah disepakati pada penanda tanganan kontrak antar Direksi Pekerjaan (sebagai wakil Pemilik) dan Penyedia Jasa (sebagai Pelaksana Pekerjaan).

Share

& Comment

0 komentar:

Post a Comment

 

Copyright © 2015 Sipilpoin™ is a registered trademark.

Designed by Templateism | Templatelib. Hosted on Blogger Platform.