Thursday, 15 December 2016

BAGIAN-BAGIAN DARI KONTRAK KONSTRUKSI

Bagian-bagian dari kontrak terdiri dari 4 (empat) bagian, yaitu :
a. Pokok Perjanjian, sama dengan Pokok Perjanjian pada Kontrak Pengadaan Barang.
b. Syarat-syarat Umum Kontrak
Syarat-syarat umum kontrak secara rinci (termasuk isi kontrak dan bagian-bagian lain dari kontrak) dapat dilihat pada Peraturan Kepala LKPP Nomor 6 tahun 2010 tentang Standar Dokumen Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah.
Berikut merupakan ringkasan dari materi syarat-syarat umum kontrak, yaitu :
  • Definisi Uraian dan istilah yang digunakan dalam kontrak.
  • Penerapan, Menguraikan ketentuan bahwa syarat-syarat umum dalam Kontrak ini diterapkan secara luas tetapi tidak boleh melanggar ketentuan-ketentuan yang ada dalam Kontrak.
  • Asal Material/Bahan dan/atau Jasa (untuk Pekerjaan Konstruksi/Jasa Lainnya)
  • Ketentuan tentang asal usul material/bahan dan/atau jasa yang digunakan untuk pekerjaan konstruksi.
  • Penggunaan Dokumen-Dokumen Kontrak dan Informasi, Ketentuan mengenai penggunaan dokumen-dokumen Kontrak atau dokumen lainnya yang berhubungan dengan Kontrak.
  • Hak Kekayaan Intelektual, Ketentuan yang mengatur kewajiban penyedia untuk menjamin tidak akan ada permasalahan HKI yang timbul.
  • Jaminan, Ketentuan mengenai jaminan yang harus disediakan oleh penyedia sesuai dengan ketentuan.
  • Asuransi, Ketentuan mengenai asuransi yang harus disediakan oleh pihak penyedia dalam rangka pelaksanaan pekerjaan.
  • Pembayaran, Ketentuan mengenai cara-cara dan tahapan pembayaran serta mata uang yang digunakan harus disesuaikan dengan ketentuan dalam dokumen anggaran.
  • Harga, Ketentuan mengenai harga yang harus dibayarkan oleh PPK kepada penyedia atas pelaksanaan pekerjaan dalam Kontrak.
  • Personil (untuk pekerjaan konstruksi/jasa lainnya), Ketentuan mengenai PPK dapat menilai dan menyetujui penempatan/penggantian personil atau tenaga ahli.
  • Penilaian Pekerjaan Sementara oleh PPK (untuk pekerjaan konstruksi/jasa lainnya), Ketentuan mengenai PPK dalam masa pelaksanaan pekerjaan dapat melakukan penilaian atas hasil pekerjaan yang dilakukan oleh penyedia.
  • Penemuan-penemuan (untuk pekerjaan konstruksi/jasa lainnya), Ketentuan mengenai bila ditemukan benda/barang yang mempunyai nilai sejarah atau penemuan kekayaan yang menurut Undang-Undang dikuasai oleh negara di lokasi pekerjaan ada masa pelaksanaan kontrak.
  • Kompensasi (untuk pekerjaan konstruksi/jasa lainnya), Ketentuan mengenai kompensasi yang dapat diberikan kepada penyedia bilamana dapat dibuktikan)     
  • Penangguhan (untuk pekerjaan konstruksi/jasa lainnya), Ketentuan dan tata cara penangguhan hak pembayaran apabila penyedia tidak melakukan kewajiban sebagaimana mestinya.
  • Hari Kerja (untuk pekerjaan konstruksi/jasa lainnya), Ketentuan hari kerja, jam kerja dan waktu cuti bagi tenaga kerja dan tenaga ahli yang terlibat.
  • Pengambil-alihan (untuk pekerjaan konstruksi), Ketentuan yang mengatur bahwa PPK akan mengambil alih lokasi dan hasil pekerjaan dalam jangka waktu tertentu setelah dikeluarkan surat keterangan selesai/pengakhiran pekerjaan.
  • Pedoman Pengoperasian dan Perawatan (untuk pekerjaan konstruksi/jasa lainnya), Ketentuan bahwa penyedia wajib memberikan pedoman untuk cara mengoperasikan dan merawat hasil pekerjaan konstruksi.
  • Penyesuaian Harga (untuk pekerjaan konstruksi/jasa lainnya), Ketentuan mengenai harga yang tercantum dalam Kontrak dapat berubah akibat adanya penyesuaian harga sesuai dengan peraturan yang berlaku.
  • Perubahan Kontrak, Ketentuan mengenai amandemen Kontrak bisa dilaksanakan apabila disetujui oleh para pi hak dengan syarat-syarat yang sesuai ketentuan.
  • Hak dan Kewajiban Para Pihak, Ketentuan mengenai hak-hak yang dimiliki serta kewajiban-kewajiban yang harus dilaksanakan para pihak.
  • Jadwal Pelaksanaan Pekerjaan, Ketentuan tentang jadwal rinci pelaksanaan pekerjaan.
  • Pengawasan dan Pemeriksaan, Ketentuan tentang kewenangan PPK melakukan pengawasan dan pemeriksaan terhadap pelaksanaan pekerjaan yang dilaksanakan oleh penyedia.rugikan penyedia
  • Keterlambatan Pelaksanaan Pekerjaan, Ketentuan bila terjadi keterlambatan pekerjaan.
  • Keadaan Kahar, Ketentuan mengenai keadaan kahar.
  • Itikad Baik, Menguraikan bahwa dalam pelaksanaan kontrak, para pihak bertindak berdasarkan asas saling percaya.
  • Pemutusan Kontrak, Ketentuan mengenai kapan Kontrak dapat diputuskan.
  • Penyelesaian Perselisihan, Ketentuan mengenai cara penyelesaian perselisihan atau sengketa.
  • Bahasa dan Hukum, Bahasa dan hukum adalah ketentuan mengenai bahasa dan hukum yang digunakan dalam Kontrak.
  • Perpajakan, Ketentuan mengenai perpajakan yang berlaku di Indonesia.
  • Korespondensi, Ketentuan mengenai semua korespondensi yang dapat berbentuk surat, e-mail dan/atau faksimili dan alamat tujuan para pihak.
  • Usaha Mikro, Usaha Kecil dan Koperasi Kecil, Ketentuan dalam melibatkan Usaha Mikro, Usaha Kecil dan Koperasi Kecil
c. Syarat-Syarat Khusus Kontrak
Ketentuan yang merupakan perubahan, tambahan, dan/atau penjelasan dari ketentuan yang ada pada syarat-syarat umum Kontrak.
d. Dokumen Lainnya Yang Merupakan Bagian Dari Kontrak
Dokumen berikut ini menjadi satu kesatuan yang tidak terpisahkan dari Kontrak, yaitu :
  1. SPPBJ ;
  2. Dokumen Penawaran ;
  3. Spesifikasi umum ;
  4. Spesifikasi khusus ;
  5. Gambar-gambar brosur ;
  6. Adendum Dokumen Pemilihan (apabila ada) ;

Share

& Comment

0 komentar:

Post a Comment

 

Copyright © 2015 Sipilpoin™ is a registered trademark.

Designed by Templateism | Templatelib. Hosted on Blogger Platform.