Header Ads

HOT !
recent

CARA PENAKSIRAN ANGGRAN BIAYA

Dalam menyusun anggaran biaya dapat dilakukan dengan dua cara, antara lain:
1. Anggaran Biaya Kasar (Taksiran)
Yang dimaksud dengan anggaran biaya secara kasar adalah anggaran biaya yang didapat tidak dengan menghitung volume pekerjaan dan analisanya, akan tetapi ditentukan berdasarkan harga permeter persegi dari luas suatu bangunan. 
CARA PENAKSIRAN ANGGRAN BIAYA
Perhitungan anggaran biaya pelaksanaan dengan cara penaksiran kasar, hanya dapat dilakukan oleh seorang estimator yang telah berpengalaman dalam bidang menghitung anggaran biaya pelaksanaan. Estimator dapat menaksir suatu biaya bangunan yang tidak jauh berbeda dengan biaya yang dihitung dengan teliti. Dalam menghitung anggaran biaya ini ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, yaitu:
  • Harga bahan-bahan di tempat pekerjaan
  • Upah pekerja dan tukang setempat
  • Transportasi material ke tempat pekerjaan
  • Keamanan pekerja.
2. Anggaran Biaya Terperinci (Teliti)

Yang dimaksud dengan biaya terperinci atau teliti adalah anggaran biaya banguanan atau proyek yang dihitung dengan cara menghitung volume dan harga dari seluruh pekerjaan. Cara ini adalah cara yang terbaik dan dapat dipercaya. Komponen anggaran biaya proyek adalah :

Biaya Langsung (Direct Cost), Merupakan segala jenis biaya yang diperlukan untuk membuat suatu item pekerjaan secara konkrit yang meliputi :
Biaya material, Merupakan biaya yang dikeluarkan untuk pengadaan material sampai ke lokasi proyek. Biaya ini dipengaruhi oleh :Harga material, Biaya pengangkutan dan pembongkaran, Biaya pengelolaan dan pemeliharaan.
Biaya tenaga kerja dan upah, Merupakan biaya yang dikeluarkan untuk membayar upah tenaga kerja. Biaya ini dipengaruhi oleh:Jenis tenaga kerja, Jangka waktu kontrak kerja, Waktu kerja malam dan waktu kerja lembur, Lokasi pekerjaan secara vertikal, Indeks biaya hidup (harga bahan pokok), Tingkat kemakmuran
Biaya peralatan, Merupakan biaya yang dikeluarkan untuk pengadaan dan operasional peraltan berat dan peralatan ringan. Biaya ini terdiri dari:Biaya kepemilikan alat, Biaya sewa alat, Biaya operasional peralatan 
Biaya Tidak Langsung, Merupakan biaya yang diperlukan untuk mendukung jalannya pekerjaan pada suatu proyek tapi tidak berhubungan secara langsung dengan item pekerjaan yang meliputi:
  • Biaya overhead, yang terdiri dari biaya overhead proyek (lapangan) dan biaya overhead kantor.
  • Biaya contingency (biaya tidak terduga), merupakan biaya yang dikeluarkan untuk kejadian-kejadian yang mungkin bisa terjadi dan mungkin tidak terjadi.
  • Keuntungan, merupakan biaya yang diberikan kepada kontraktor selain gaji atas jerih payah dari keahlian dan faktor resiko.
  • Pajak (value added tax), merupakan biaya yang dikeluarkan untuk membayarkan pajak.

No comments:

Powered by Blogger.