Monday, 12 December 2016

FILLER CAMPURAN ASPAL PANAS

Mineral pengisi (filler) di dalam campuran aspal panas konstruksi bangunan jalan, bukan hanya mengisi celah/ rongga diantara agregat, tapi juga untuk meningkatkan kestabilan dari aspal dan apabila dicampur dalam jumlah yang tepat dapat mengurangi kekakuan campuran aspal panas dalam cuaca dingin. Akan tetapi kelebihan atau kekurangan sedikit saja dari mineral pengisi ini akan menyebabkan campuran terlalu kering atau terlalu basah.
filler aspal

Untuk menentukan perbandingan yang tepat dari komposisi filler dalam campuran beraspal, memerlukan penelitian laboratorium yang tepat sebelum menentukan komposisi campuran konstruksi bangunan jalan tersebut.

Pada pelaksanaan pencampuran konstruksi bangunan jalan, jenis dan jumlah mineral pengisi atau debu yang digunakan harus dikontrol dengan seksama.
1.    Jenis Filler
a.      Mineral filler dibuat dari batu kapur, batu igneous, dan sejenisnya yang diproses dengan menghancurkan sampai menjadi partikel yang sangat halus.
b.          Mineral filler dapat juga dengan menggunakan semen portland atau kapur mati, tapi jenis ini jarang dipakai.
c.      Mineral filler dapat juga berasal dari daur ulang, yaitu debu halus yang terbawa asap buang dan tertampung dalam pengumpul debu sekunder (baghouse/ fabric filter).
Partikel debu halus ini dialirkan ke dasar pengumpul debudan disalurkan ke dalam hopper dari filler dan dapat dipakai sebagai material pengisi.

2.    Sifat Filler
a.          Ukuran partikel filler
Filler yang lebih halus memiliki kemampuan yang lebih baik dalam meningkatkan kualitas campuran beraspal. Filler yang efektif adalah serbuk halus dari material filler yang dapat lolos melalui ayakan 0,074 mm (atau saringan no. 200) paling sedikit 90% dari berat.
b.          Kandungan air
Filler harus selalu dalam kondisi kering dan efektif digunakan bila kandungan air dalam filler 0,2% - 0,5% (dari berat yang lolos saringan). Namun filler dengan kandungan air tidak lebih dari 1% masih dapat dipakai.
c.          Sifat fisik
Sifat fisik filler adalah dalam keadaan kering mempunyai sifat seperti air, dapat mengalir melalui lobang meskipun sangat kecil.  Tapi filler basah dapat menjadi padat dan sangat sulit untuk dapat diurai lagi.

Penanganan dalam penyimpanan dan pengangkutan harus hati-hati agar selalu dijaga dalam keadaan kering, karena akan mendapat kesulitan bila filler menjadi basah.
Dalam campuran konstruksi bangunan jalan, filler ini dapat meningkatkan kelenturan, mengurangi kepekaan terhadap temperatur dan meningkatkan kekuatan, sehingga meningkatkan ketahanan terhadap keausan.

Share

& Comment

0 komentar:

Post a Comment

 

Copyright © 2015 Sipilpoin™ is a registered trademark.

Designed by Templateism | Templatelib. Hosted on Blogger Platform.