Header Ads

HOT !
recent

KELAS JEMBATAN KONSTRUKSI BANGUNAN

Pengertian jembatan secara umum adalah suatu konstruksi bangunan yang berfungsi untuk menghubungkan dua bagian jalan yang terputus oleh adanya rintangan-rintangan, seperti lembah yang dalam, alur sungai, danau, saluran irigasi, kali, jalan kereta api, jalan raya yang melintang tidak sebidang (interchange) dan lain-lain. 
KELAS JEMBATAN KONSTRUKSI BANGUNAN

Jenis jembatan konstruksi bangunan berdasarkan fungsi, lokasi, bahan konstruksi dan tipe struktur sekarang ini telah mengalami perkembangan pesat sesuai dengan kemajuan jaman dan teknologi, mulai dari yang sederhana sampai pada konstruksi yang mutakhir.

Bagian strukstur jembatan
Struktur Atas (Superstructures)
Struktur atas jembatan konstruksi bangunan merupakan bagian yang menerima beban langsung yang meliputi berat sendiri, beban mati, beban mati tambahan, beban lalu-lintas kendaraan, gaya rem, beban pejalan kaki, dll.

Struktur Bawah (Substructures)
Struktur bawah jembatan konstruksi bangunan berfungsi memikul seluruh beban struktur atas dan beban lain yang ditimbulkan oleh tekanan tanah, aliran air dan hanyutan, tumbukan, gesekan pada tumpuan dsb-nya, untuk kemudian disalurkan ke pondasi. Selanjutnya beban-beban tersebut akan disalurkan oleh pondasi ke tanah dasar.
Pondasi
Pondasi jembatan berfungsi untuk meneruskan seluruh beban jembatan ke tanah dasar
Kelas Rencana Jembatan

Dalam Perencanaan Teknik Jembatan (Bridge Design Code, Buku BMS), Bagian I mengenai Persyaratan Umum Perencanaan, dicantumkan pada pasal I.152, bahwasanya untuk menyatakan kelas rencana jembatan dinyatakan dalam kelas rencana jalan, karena telah ditentukan bahwa untuk jembatan, pembebanan adalah pembebanan Bina Marga 100% dan beban sumbu rencana standar telah ditetapkan sebesar 200 KN atau 20 ton.

Jembatan Permanen BM – 100 (100%)
Jembatan Non Permanen  BM – 70 (70%)
Kelas A 1.00 + 7.00 + 1.00
Kelas B 0.50 + 6.00 + 0.50

Kelas rencana konstruksi bangunan jalan ditentukan oleh volume lalu lintas dan karakteristik lalu lintas. Jalan-jalan dengan kelas rencana yang sama dirancang untuk standar geometrik konstruksi bangunan yang sama. Standar geometrik ini juga diterapkan untuk jembatan yang terletak pada ruas jalan tersebut.

Kelas
Lebar Lalu Lintas (M)
Lebar Bahu (M)
A
7
2 X 1
B
6
2 X 0.5
C
4.5
-

Hubungan antara Kelas Rencana dan Kelas Fungsional diberikan dalam berikut.
Kelas Fungsional
Kelas Rencana
Tipe I
Tipe II
Kelas
LHR (l)
Kelas
Primer
Arteri
I
Semua lalu lintas
I
Kolektor
II
10.000
I
< 10.000
II
Sekunder
Arteri
II
20.000
I
< 20.000
II
Kolektor
N.A
6.000
II
< 6.000
III
Lokal
N.A
500
III
< 500
IV

Menurut di atas Kelas Rencana konstruksi bangunan Jalan di atas, bahwa jembatan Kabupaten dapat mengikuti kelas fungsional sistem jalan sekunder untuk jalan lokal dengan LHR ≥ 500 untuk Kelas III atau dengan LHR < 500 untuk Kelas IV. Pembebanan rencana jembatan Kabupaten tetap mengacu kepada 100% pembebanan Bina Marga.

No comments:

Powered by Blogger.