Sunday, 18 December 2016

KLASIFIKASI DAN PENGERTIAN AGREGAT

Batuan atau agregat untuk campuran beraspal umumnya diklasifikasikan berdasarkan sumbernya, misalnya agregat alam, agregat hasil pemrosesan, agregat buatan atau agregat artifisial.

Agregat adalah salah satu dari bahan material beton yang berupa sekumpulan batu pecah, kerikil, pasir baik berupa hasil alam atau lainnya. Agregat merupakan suatu material yang digunakan dalam adukan beton yang membentuk suatu semen hidrolis. Agregat yang digunakan dalam campuran beton dapat berupa agregat alam atau agregat buatan, secara umum agregat dapat dibedakan berdasarkan ukurannya.

a. Agregat alam (natural aggregates)
Agregat alam adalah agregat yang digunakan dalam bentuk alamiahnya dengan sedikit atau tanpa pemrosesan sama sekali. Agregat ini terbentuk dari proses erosi alamiah atau proses pemisahan akibat angin, air, pergeseran es, dan reaksi kimia.
KLASIFIKASI  AGREGAT

Aliran gletser dapat menghasilkan agregat dalam bentuk bongkahan bulat dan batu kerikil, sedangkan aliran air dapat menghasilkan batuan yang bulat licin. Dua jenis agregat alam yang digunakan untuk konstruksi jalan adalah pasir dan kerikil.

Kerikil biasanya didefinisikan sebagai agregat yang berukuran lebih besar dari 6,35 mm. Pasir didefinisikan sebagai partikel yang lebih kecil dari 6,25 mm, tapi lebih besar dari 0,075 mm. Sedangkan partikel yang lebih kecil dari 0,075 mm disebut sebagai mineral pengisi (filler).

Berdasarkan SNI 03-6820-2002, agregat halus adalah agregat besar butir maksimum 4,76 mm berasal dari alam atau hasil alam, sedangkan agregat halus olahan adalah agregat halus yang dihasilkan dari pecahan dan pemisahan butiran dengan cara penyaringan atau cara lainnya dari batuan atau terak tanur tinggi.


Berdasarkan ASTM C33 agregat halus umumnya berupa pasir dengan partikel butir lebih kecil dari 5 mm atau lolos saringan No.4 dan tertahan pada saringan No.200.

b. Agregat yang diproses
Agregat yang diproses adalah batuan yang telah dipecah dan disaring sebelum digunakan.
Ada tiga alasan pemecahan batuan/ agregat yaitu :

  • Untuk merubah tekstur permukaan partikel dari licin ke kasar
  • Untuk merubah bentuk partikel dari bulat ke angular.
  • Untuk meningkatkan distribusi dan rentang ukuran partikel.
Penyaringan terhadap agregat yang telah dipecahkan akan menghasilkan partikel agregat dengan rentang gradasi tertentu. Gradasi agregat yang dihasilkan adalah faktor yang penting untuk menjamin homogenitas dan kualitas produksi campuran beraspal.

Batu pecah (baik yang disaring atau tidak) disebut agregat pecah dan memberikan kualitas yang baik dalam penggunaannya pada konstruksi perkerasan jalan.

c. Agregat buatan
Agregat ini didapat dari proses kimia atau fisika dari beberapa material sehingga menghasilkan suatu material baru yang sifatnya menyerupai agregat.

Jenis agregat ini merupakan hasil sampingan dari proses industri dan dari proses material yang sengaja diproses agar dapat digunakan sebagai agregat atau sebagai mineral pengisi (filler).


Pembuatan agregat secara langsung adalah sesuatu yang relatif baru.  Agregat ini dibuat dengan membakar tanah liat atau material lainnya dan produk akhir yang dihasilkan biasanya agak ringan dan tidak memiliki daya tahan terhadap keausan yang tinggi.

Share

& Comment

0 komentar:

Post a Comment

 

Copyright © 2015 Sipilpoin™ is a registered trademark.

Designed by Templateism | Templatelib. Hosted on Blogger Platform.