LAHAN GAMBUT DI INDONESIA

SHARE:

Ekosistem gambut merupakan tatanan unsur gambut yang mempunyai karakteristik yang unik dan rapuh serta merupakan satu kesatuan utuh menyeluruh dalam kesatuan hidrologis gambut yang saling mempengaruhi dalam membentuk keseimbangan, stabilitas dan produktifitasnya.

Ekosistem gambut merupakan tatanan unsur gambut yang mempunyai karakteristik yang unik dan rapuh serta merupakan satu kesatuan utuh menyeluruh dalam kesatuan hidrologis gambut yang saling mempengaruhi dalam membentuk keseimbangan, stabilitas dan produktifitasnya. 

Total luas gambut dunia dalah 400 jute ha, sementara itu luas gambut di Indonesia sebesar ± 14 jute hektar, jumlah ini meliputi 50 % dari total luas gambut tropika di dunia, atau 5 % dari total luas gambut dunia. Posisi gambut Indonesia merupakan yang terluas di dunia untuk gambut tropika, atau merupakan posisi ke empat setelah Canada, Uni Soviet dan Amerika dari luas total gambut dunia (Direktorat Jenderal Perlindungan Hutan dan Konservasi Alam, 2012).
LAHAN GAMBUT DI INDONESIA

Lahan gambut memiliki peranan hidrologis yang penting karena secara alami berfungsi sebagai cadangan (reservoir) air dengan kapasitas yang sangat besar. Jika tidak mengalami gangguan, lahan gambut dapat menyimpan air sebanyak 0,8 - 0,9 m3/m3gambut (Wetlands International - Indonesia Programme, 2004). 

Dengan demikian lahan gambut dapat mengatur debit air pada musim hujan dan musim kemarau. Lahan gambut mempunyai sifat yang dinamis, jika mengalami gangguan seperti misalnya drainasi, menyebabkan penyusutan air sehingga terjadi proses pemadatan dan kerusakan gambut sebagai akibat dari oksidasi. 


Proses ini membawa perubahan pada topografi daerah lahan gambut, yang kemudian mempengaruhi hidrologi dan penurunan permukaan lahan (subsidence) serta menimbulkan potensi banjir. Di samping itu bila mengalami kekeringan, maka lahan gambut akan terdegradasi dan melepaskan karbon. Konversi lahan gambut tropis menjadi lahan pertanian juga menyebabkan pelepasan karbon, yang semula dam kondisi stabil menjadi rentan dan mengakibatkan penurunan tanah dan emisi CO2 ke atmosfer.

Akhir-akhir ini kerusakan hutan rawa gambut telah menyebabkan rawa gambut Indonesia menjadi sumber emisi GRK terbesar dengan kontribusi sebesar 45% dari total emisi Indonesia, dan kontribusinya menjadi lebih besar lagi, menjadi 65 - 70% pada saat musim kemarau panjang yang menyebabkan terjadinya kebakaran gambut (Government of Indonesia, World Bank, May 2011). 

Studi emisi CO2 akibat kebakaran lahan gambut di Indonesia pada tahun 1997 (Page et al, NATURE, 2002) memberikan angka 810 sampai 2.470 juta ton karbon hilang (yaitu 3000 sampai dengan 9000 Mton emisi CO2) untuk satu kejadian, atau 15% sampai dengan 40% dari emisi bahan bakar fosil di tahun itu. Oleh karena itu pemerintah Indonesia pada pertemuan COP 15 di Copenhagen (Desember 2009) mengumumkan rencana untuk mengurangi emisi karbon hingga 26% pada tahun 2020.

Emisi karbon dan faktor negatif lainnya pada lahan gambut hanya dapat dikurangi jika kebijakkan pengembangan didasarkan pada tiga prinsip sebagai berikut (Delft Hydraulics, 2006) : Konservasi hutan dan mengurangi drainasi pada hutan rawa yang tersisa ; Restorasi sistem hidrologi lahan gambut yang terdegradasi dan hutan rawa gambut atau tutupan vegetasi lain yang berkelanjutan ; dan Peningkatan pengelolaan air pada tanaman lahan gambut, dan membuat rencana induk pengelolaan air di lahan gambut.

Pengelolaan lahan gambut yang tepat menuntut tindakan penghentian terjadinya drainase di seluruh lahan gambut dalam (> 3 meter), yaitu melalui pembangunan tabat pada saluran dan parit serta meminimalisir drainase di lahan gambut dangkal yang bersebelahan dengan kedalaman antara 1 -3 meter. 

Pada gambut sedang/dangkal, drainase harus dibatasi, tetapi apabila ada, maka perlu dibangun sarana pengendali air (pintu air) untuk memastikan bahwa berkurangnya air sepanjang musim kemarau dapat diminimalisir, sedangkan pada musim hujan kelebihan air dapat dialirkan keluar (Euroconsult Mott MacDonald and Deltares | Delft Hydraulics, 2008).

COMMENTS

Name

AIR,13,GAMBAR,3,JEMBATAN,5,K3,5,KERJA,37,MANAJEMEN PROYEK,1,MATERIAL,1,PENGAWASAN,14,RAB,19,STRUKTUR,21,TANAH,30,TENDER,1,TRANSPORTASI,31,
ltr
item
Sipilpoin: LAHAN GAMBUT DI INDONESIA
LAHAN GAMBUT DI INDONESIA
Ekosistem gambut merupakan tatanan unsur gambut yang mempunyai karakteristik yang unik dan rapuh serta merupakan satu kesatuan utuh menyeluruh dalam kesatuan hidrologis gambut yang saling mempengaruhi dalam membentuk keseimbangan, stabilitas dan produktifitasnya.
https://2.bp.blogspot.com/-5xSdI075JJ4/WJYfNL-39hI/AAAAAAAAALw/ZPYMeFXAcTIDyeRmzTQW3pZYQFF8C4GxgCLcB/s640/TANAHN%2BGAMBUT%2B%2528FILEminimizer%2529.JPG
https://2.bp.blogspot.com/-5xSdI075JJ4/WJYfNL-39hI/AAAAAAAAALw/ZPYMeFXAcTIDyeRmzTQW3pZYQFF8C4GxgCLcB/s72-c/TANAHN%2BGAMBUT%2B%2528FILEminimizer%2529.JPG
Sipilpoin
https://www.sipilpoin.xyz/2016/12/lahan-gambut-di-indonesia.html
https://www.sipilpoin.xyz/
https://www.sipilpoin.xyz/
https://www.sipilpoin.xyz/2016/12/lahan-gambut-di-indonesia.html
true
3257111316629517368
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy