Tuesday, 20 December 2016

LAPORAN PENGENDALIAN PROYEK

sipilpoin. Dunia Konstruksi bangunan, tidak lepas dari yang namanya laporan, baik laporan pada saat pengerjaan proyek atapun setelah selesai proyek konstruksi bangunan. Barikut sipilpoin bahas mengenai laporan pengendalian proyek:

Batasan untuk pengendalian mutu dalam suatu proyek konstruksi bangunan biasanya sudah jelas. Terutama dengan sudah terbitnya SNI, maka batasan yang dimaksud sudah tersedia. Jika terjadi penyimpangan mutu, maka ketiga unsur dari owner, konsultan dan kontraktor harus membuat rekayasa struktur bangunan ulang, untuk mengembalikan mutu sesuai tujuannya.

Batasan untuk waktu biasanya sudah ada dalam dokumen kontrak administradi proyek, dan berbentuk main schedule kontrak konstruksi. Kontraktor pelaksana berkewajiban untuk membuat detail schedule yang mengacu pada main schedule. 
LAPORAN PROYEK

Detail administradi proyek berkaitan dengan periode bulanan, mingguan, dan bahkan sampai harian, karena biasanya kontraktor selalu mengadakan rapat harian setelah selesai jam kerja. Salah satu alat untuk menanggulangi waktu adalah dengan merekayasa jadwal jalur kritis, dengan menata kembali kagiatan-kegiatan yang tidak kritis, dan diusahakan agar jalur kritis tetap tidak terlambat.

Jalur yang masih mempunyai waktu luang, dapat dikurangi sumber dayanya, dan dialihkan ke kegiatan yang mempengaruhi jalur kritis. Untuk menanggulangi kegiatan dapat juga dengan membah metode kerja, yang mana mungkin akan menambah biaya.

Berikut merupakan administradi proyek konstruksi bangunan berupa laporan pengendalian proyek konstruksi:

Membuat schedule harian dan laporan prestasi tiap hari. 
Kontrakror pelaksana Membuat schedule harian dan laporan prestasi tiap hari Kemudian dirapatkan setiap hari setelah selesai kegiatan pada hari yang bersangkutan dan diputuskan atau diselesaikan untuk masalah keesokan harinya. Membuat schedule harian untuk keesokan harinya.

Laporan prestasi tiap minggu.
Pengawas lapangan/superintendent/ site engineer pada awal minggu sudah membuat rencana prestasi dan jadwal mingguan. Volume yang sudah dikerjakan sampai dengan akhir minggu ini dari semua kegiatan jika dikalikan dengan harga satuan akan mendapatkan prestasi akhir minggu, dan ditambah dengan nilai rupiah dari material bangunan yang sudah dibeli.

Laporan prestasi tiap bulan. 
Untuk proyek konstruksi bangunan yang pembayarannya berdasar hasil prestasi tiap bulan, maka laporan prestasi bulanan ini juga merupakan lampiran dari berita acara tagihan atau monthly certificate. 

Dalam administrasi proyek, laporan bulanan ini juga dibuat laporan laba rugi. Dalam pertengahan masa konstruksi, pada beberapa kasus biasanya tampak rugi. Hal ini disebabkan karena banyak material atau peralatan yang belum bisa dimasukan sebagai prestasi pekerjaan. Misalnya pembelian besi beton, semen, pasir dan kerikil, tidak bisa dimasukan sebagai prestasi pekerjaan struktur beton, karena di dalam dokumen kontrak yang dapat diakui sebagai prestasi adalah bahan beton yang sudah terpasang
Pada pembelian peralatan pintu air, barang ini tidak bisa dimasukan sebagai prestasi pekerjaan pintu air karena pintu air belum terpasang sesuai dalam gambar dokumen kontrak. Jadi uang yang sudah dikeluarkan oleh kontraktor untuk pembelian bahan, peralatan, dan sewa alat untuk keperluan konstruksi belum bisa dimasukan sebagai prestasi pekerjaan, karena semua barang tersebut belum terpasang sesuai dalam gambar dokumen kontrak, sehingga pada awal kegiatan tampak rugi. 

Tetapi kadang-kadang dalam dokumen kontrak tercantum dalam salah satu pasalnya bahwa stock barang/material dapat diprestasikan sekitar 80% prestasi. Dari pihak intern kontraktor untuk monitoring laba rugi kontraktor juga akan memasukan prestasi dari material yang sudah terbeli tersebut. Di dalam pengendalian biaya, kontraktor membuat format-format sebagai alat memonitor laba rugi. Dalam format tersebut dibuat mekanisme sehingga dapat tampak kecenderungan dari biaya yang keluar, lebih atau kurang dari Ren- cana Anggaran Pelaksanaan yang sudah dibuat sebelumnya.

Rencana Anggaran Pelaksanaan. 
Rencana Anggaran Pelaksanaan adalah rencana pembiayaan yang dibuat oleh kontraktor untuk menyelesaikan suatu proyek dengan kondisi harga pada saat proyek dimulai. Oleh karena itu susunan perincian artikel/ item tidak seperti dalam Rencana Anggaran Biaya dalam doku- men kontrak, tetapi mengikuti susunan item cara pembayaran dari kontraktor. Salah satunya adalah dengan susunan seperti berikut,
  • Biaya bahan (semua jenis bahan bangunan yang diperlukan)
  • Biaya upah (biasanya kontraktor melaksanakan pekerjaannya dengan cara menyerahkan upah pada mandor borong yang sudah ahlinya)
  • Biaya sub kontraktor (biasanya kontraktor melaksanakan pekeijaan yang spesifik, misalnya air-conditioning system, mechanical & electrical, peralatan kedokteran, pintu air, plafond, floor hardener, dan lain-lain, dengan cara menyerahkan kepada ahlinya/out sourcing dengan institusi yang sudah berpengalaman)
  • Biaya peralatan (biaya yang keluar dalam peralatan dapat berupa biaya sewa alat, atau jika milik sendiri berupa biaya penyusutan)
  • Biaya bank (kontraktor jika harus meminjam uang ke bank, maka bentuk biaya bank adalah bunga bank tersebut)
  • Biaya overhead (biaya overhead dari proyek adalah me- rupakan biaya yang tidak langsung imtuk operasional, misalnya BBM imtuk genset, sewa rumah/kantor, gaji pejabat kontraktor di proyek,
Demikianlah penjelasan LAPORAN PENGENDALIAN PROYEK. semoga bisa menambah ilmu rekan-rekan dalam dunia teknik sipil. Jika ada pertanyaan dan tanggapan silakan berkomentar. Terima Kasih

Share

& Comment

0 komentar:

Post a Comment

 

Copyright © 2015 Sipilpoin™ is a registered trademark.

Designed by Templateism | Templatelib. Hosted on Blogger Platform.