Header Ads

HOT !
recent

MEMPERCEPAT PEKERJAAN PROYEK KONSTRUKSI

Didalam proyek jalan, alat berat, tenaga kerja dan jumlah jam kerja per hari adalah sangat erat sekali hubungannya dengan waktu pelaksanaan penyelesaian pekerjaan.

Dibawah ini adalah bagaimana pengendalian waktu perlu mendapat perhatian agar tidak terjadi perpanjangan waktu yang tidak perlu yang akan memboroskan waktu, tenaga dan biaya.
MEMPERCEPAT PEKERJAAN PROYEK

a.  Schedule kontraktor
Sebelum pekerjaan dimulai Pengawas akan mengecek schedule pelaksanaan yang dibuat kontraktor. Apakah rencana kerja progres pekerjaan yang ditargetkan sudah layak dan realistis. Misalnya dalam musim hujan, target pekerjaan lebih kecil bila dibandingkan pada musim kemarau untuk pekerjaan pengaspalan untuk kondisi kerja yang sama.

Kemudian juga construction method, urutan kerja (work sequence) kontraktor apakah sudah sistematis, konsepsional dan benar. Selanjutnya berdasarkan schedule kontraktor yang sudah disetujui, pengawas akan mengendalikan waktu pelaksanaan tersebut.

Dari time schedule tersebut bisa dijabarkan kedalam target harian, sehingga setiap hari apakah terget volume tersebut bisa tercapai atau tidak, bila target volume tersebut tidak tercapai maka selisih volume harus diprogramkan / dikejar untuk schedule hari berikutnya.
Dengan time schedule yang dibuat dan disetujui itu bila dilaksanakan dengan sebagai mana mestinya dan dikendalikan dengan baik maka diharapkan proyek bisa diselesaikan “on schedule”.

b. Alat berat (heavy equipment)
Pertama harus diketahui / dihitung kapasitas alat, kalau alat tersebut adalah suatu kombinasi, maka kapasitas yang diperhitungkan adalah yang terkecil. Dari alat tersebut dihitung produksi nyata per jam, kemudian produksi terkecil yang digunakan untuk evaluasi pengendalian waktu.

Untuk rencana jam kerja normal tertentu per hari, apakah mampu alat tersebut menghasilkan produksi seperti volume yang ditargetkan. Bila tidak tercapai maka perlu diambil tindakan-tindakan antara lain :
·         Menambah jumlah alat, atau
·         Menambah jam kerja / overtime.
Sedemikian hingga volume pekerjaan yang direncanakan bisa diselesaikan dalam waktu yang ditentukan.

c.  Tenaga kerja
Demikian juga untuk tenaga kerja, untuk suatu pekerjaan diperlukan tenaga kerja yang mencukupi, sehingga pekerjaan akan bisa diselesaikan oleh tenaga kerja sesuai dengan jadwal/waktu yang ditentukan. Bila kondisi pekerjaan diperkirakan tidak bisa diselesaikan, maka tenaga kerja perlu ditambah atau kerja dua shift atau kerja lembur/overtime
.
Dengan tenaga kerja yang cukup dan jam kerja yang cukup/effektip maka diharapkan pelaksanaan pekerjaan bisa tepat waktu sesuai yang ditargetkan.

d.  Jumlah jam kerja
Untuk penyelesaian suatu pekerjaan, tergantung juga pada jam kerja per hari. Jumlah jam kerja yang sedikit akan menghasilkan produk yang lebih kecil daripada bila per hari jam kerjanya lebih banyak. Jam kerja perlu disesuaikan dengan kapasitas alat, tenaga kerja, sedemikian hingga volume pekerjaan yang ditargetkan bisa diselesaikan. Kalau suatu pekerjaan tidak bisa diselesaikan dalam satu hari siang, maka perlu untuk kerja malam/overtime.

No comments:

Powered by Blogger.