Header Ads

HOT !
recent

METODE PEMBUATAN TIME SCHEDULLE PROYEK

Suatu proyek selalu dipecah dalam beberapa kegiatan konstruksi, untuk memudahkan dalam merencanakan segala sesuatunya, yaitu dalam merencanakan biaya/kebutuhan dana, waktu pelaksanaan/penjadwalan, metode kerja, kebutuhan alat, kebutuhan personil, dan perencanaan lainnya. 
TIME SCHEDULLE PROYEK

Sebagai contoh, dalam kegiatan pembuatan pilecap, akan dipecah dalam beberapa kegiatan, yaitu,

  • Pemancangan sheet piles untuk penahan tanah
  • Penggalian tanah
  • Pemotongan tiang pancang
  • Pengecoran beton lantai kerja
  • Perakitan besi untuk pile-cap
  • Pembuatan cetakan beton untuk pile-cap
  • Pengecoran beton pile-cap
  • Perawatan beton/ curing
  • Pencabutan sheet-piles
  • Urugan kembali
Dalam mengestimasi progress atau kemajuan pekerjaan, pembuat perencanaan pelaksanaan harus menghitung volume dari setiap kegiatan pekerjaan tersebut dalam satuan unit, m1, m2, m3, kg dan lain-lain. Juga harus menentukan harga per satuan unit volume tersebut, yang sudah harus dimasukan faktor-faktor yang dapat mempengaruhi harga satuan tersebut. Faktor-faktor harga tersebut sangat banyak dan bervariasi. 
Beberapa yang sering ditemui adalah,

  • Faktor regional/daerah
  • Faktor cuaca/iklim
  • Faktor operator alat-alat berat
  • Faktor teknik pelaksanaan
  • Faktor kondisi sosial, ekonomi, politik dan keamanan
  • Faktor yang dipersyaratkan dalam dokumen kontrak
Dengan cara analisa, bagian perencanaan tersebut juga harus dapat menghitung waktu yang diperlukan untuk menyelesaikan setiap kegiatan pekerjaan tersebut, berarti juga harus dapat menentukan tanggal mulai masing-masing kegiatan dan tanggal selesainya.

Dalam membuat jadwal kegiatan, harus ditentukan pula hubungan urut-urutan dari antara masing-masing kegiatan. Sebagai contoh dari pekerjaan pilecap, pekerjaan beton tidak dapat dilaksanakan sebelum selesai pekerjaan perakitan besi beton, di sini berarti bahwa, jika karena keterkaitan hubungan urut-urutan untuk memulai pekerjaan beton sampai lebih lama, maka jelas bahwa pekerjaan perakitan besi tidak perlu terlalu buru-buru, atau dikatakan kegiatan pekerjaan perakitan besi mempunyai waktu yang mengambang (float time), dengan perkataan lain waktu untuk mulai dan waktu untuk selesai kegiatan perakitan besi dapat ditunda dengan tidak mempengaruhi penyelesaian dari pekerjaan kegiatan utamanya.

Dengan demikian, setelah ditentukan semuanya, bagian perencanaan dapat membuat suatu jadwal waktu keseluruhan dari semua kegiatan pekerjaan, yang dapat berupa,
Diagram batang (the bar chart), yang biasanya dilengkapi dengan S-curve

Diagram batang ini sangat sederhana dan mudah digunakan untuk mengontrol kemajuan dari pekerjaan. Dalam contoh sederhana (dalam pekerjaan sebenamya tidak mungkin sederhana se- perti contoh ini) diambil pekerjaan jalan yang terdiri dari beberapa kegiatan kerja, yaitu,

  • Pembersihan (clearing and grubbing)
  • Pekerjaan Tanah (Galian dan timbunan tanah)
  • Pekerjaan subgrade
  • Pekerjaan subbbase
  • Pekerjaan Base
  • Pekerjaan pavement (gelar asphalt concrete)
  • Pekerjaan drainase
  • Pekerjaan bahu jalan
Biasanya bar chart dilengkapi juga dengan prestasi dari masing-masing kegiatan pada setiap kolom waktu, sehingga dapat dibuat pula grafik prestasi terhadap waktu. Dengan demikian dapat digambarkan grafik prestasi, yang biasa disebut dengan S-curve, untuk rencana sesuai dokumen kontrak dan untuk kenyataan. Jika grafik prestasi kenyataan di lapangan di bawah grafik prestasi rencana, maka dikatakan prestasi kegiatan terlambat, jika di atasnya dikatakan prestasinya lebih cepat. 

Metode jalur kritis (the critical path method)
Dengan metode jalur kritis, seperti sudah disebutkan sebelum ini, bahwa kita perlu membagi bagi seluruh kegiatan dari suatu proyek menjadi bagian-bagian kegiatan yang sejenis atau sekelompok kegiatan. Dan bagian-bagian kegiatan ini perlu kita tentukan. 

Kemudian masing-masing bagian kegiatan kita perhitungkan lama waktu penyelesaiannya. Satuan waktu penyelesaian ini dapat berupa hari, minggu, atau bulan dan seterusnya. Kita juga harus menentukan urutan waktu dari masing-masing bagian kegiatan, misalnya dalam pemasangan pipa drainase, maka urutan waktu kegiatannya adalah galian tanah selesai terlebih dahulu, baru kemudian dapat dilakukan pemasangan pipa, dan hal ini tidak mungkin terbalik. Dalam metode jalur kritis ini ada dua konsep yang perlu diketahui, yaitu
  • Kegiatan atau aktivitas, adalah kegiatan pekerjaan tertentu yang memerlukan waktu tertentu pula. Misalnya kegiatan penggalian tanah; kegiatan pemasangan pipa dan lain-lain. Biasanya digambarkan dengan anak panah.
  • Event atau kejadian, yaitu kejadian tertentu yang terjadi pada waktu tertentu pula, sehubungan dengan pembahasan buku ini, adalah merupakan awal suatu kegiatan dan atau akhir suatu kegiatan, dan biasanya digambarkan dengan bentuk bulatan. Metode diagram kisi waktu (the time grid diagram)

Metode Diagram Kisi Waktu (the time grid diagram)
Pada metode jalur kritis anak panah menunjukkan urutan kegiatan dan panjang anak panah tidak ada pengaruhnya. Tetapi pada diagram kisi waktu, anak panah menunjukkan urutan ke¬giatan dan panjang anak panah menunjukkan durasi dari kegiatan. Garis vertikal juga hanya menunjukkan urutan kegiatan. Garis putus-putus horisontal menunjukkan waktu luang. Karena diagram ini juga menunjukkan urut-urutan kegiatan, maka sebelum membuat diagram ini juga harus membuat,

  • Daftar jenis-jenis kegiatan yang ditentukan
  • Perkirakan durasi dari masing-masing kegiatan
  • Penentuan urut-urutan kerjanya
  • Gambar dengan memplotkan anak panah kegiatan sesuai urut- urutannya dengan kegiatan lainnya yang terkait.
  • Penomoran dari masing-masing event
Dengan diagram kisi waktu ini dapat lebih mudah untuk merekayasa diagram agar mendapatkan pengurangan durasi dari suatu kegiatan dan pengalihan sumber daya dari kegiatan yang satu ke kegiatan yang lain.

No comments:

Powered by Blogger.