Friday, 16 December 2016

PEKERJAAN TAMBAH KURANG DALAM KONTRAK PEKERJAAN KONSTRUKSI

Ketentuan  tentang jenis kontrak pengadaan barang/jasa diatur dalam Paragraf keenam
Peraturan Presiden nomor 54 tahun 2010 pasal 50 yang berbunyi sebagai berikut: 
1. ULP/Pejabat Pengadaan menetapkan jenis kontrak pengadaan barang/jasa.
2. Kontrak pengadaan barang/jasa meliputi:
  • Kontrak berdasarkan cara pembayaran;
  • Kontrak berdasarkan pembebanan tahun anggaran;
  • Kontrak berdasarkan sumber pendanaan
  • Kontrak berdasarkan jenis pekerjaan.

3. Kontrak pengadaan barang/jasa berdasarkan cara pembayaran sebagaimana dimaksud pada ayat (2) huruf a, terdiri dari:
PEKERJAAN TAMBAH KURANG DALAM KONTRAK
  • kontrak lumpsum;
  • kontrak harga satuan;
  • kontrak campuran lump sum dan harga satuan;
  • kontrak persentase; dan
  • kontrak terima jadi (turn key).

4. Kontrak pengadaan barang/jasa berdasarkan pembebanan tahun anggaran sebagaimana dimaksud pada ayat (2) huruf b, terdiri dari:
  • kontrak tahun tungg
  • kontrak tahun jamak.

5. Kontrak pengadaan barang/jasa berdasarkan   sumber pendanaan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) huruf c, terdiri dari
  • kontrak tunggal;
  • kontrak pengadaan bersama; dan
  • kontrak payung.

6. Kontrak pengadaan barang/jasa berdasarkan jenis pekerjaan  sebagaimana dimaksud pada ayat (2) huruf d, terdiri:
  • kontrak pengadaan pekerjaan tunggal; dan
  • kontrak pengadaan pekerjaan terintegrasi

Pengertian masing-masing kontrak berdasarkan cara pembayaran sebagaimana dimaksud pasal 50 ayat (3) tersebut secara resmi dituangkan dalam pasal 51 Perpres 54 tahun 2010 yang berbunyi sebagai berikut:
A. Kontrak  lump  sum  merupakan  kontrak  Pengadaan  Barang/Jasa  atas  penyelesaian seluruh pekerjaan dalam batas waktu tertentu sebagaimana ditetapkan dalam Kontrak, dengan ketentuan sebagai berikut:

Jumlah harga pasti dan tetap serta tidak dimungkinkan penyesuaian harga;
  • Semua resiko sepenuhnya ditanggung oleh Penyedia Barang/Jasa;
  • Pembayaran didasarkan pada tahapan produk/ keluaran yang dihasilkan sesuai dengan isi Kontrak;
  • Sifat pekerjaan berorientasi kepada keluaran (output based);
  • Total harga penawaran bersifat mengikat;
  • Tidak diperbolehkan adanya pekerjaan tambah/kurang.

B. Kontrak harga satuan merupakan kontrak Pengadaan Barang/Jasa atas penyelesaian seluruh pekerjaan dalam batas waktu yang telah ditetapkan dengan ketentuan sebagai berikut:
  • Harga satuan pasti dan tetap untuk setiap satuan atau unsur pekerjaan dengan spesifikasi teknis tertentu;
  • Volume  atau  kuantitas  pekerjaan  masih  bersifat  perkiraan  pada  saat  kontrak ditandatangani;
  • Pembayarannya didasarkan pada hasil pengukuran bersama atas volume pekerjaan yang benar-benar telah dilaksanakan oleh Penyedia Barang/Jasa; dan
  • Dimungkinkan  adanya  pekerjaan  tambah/kurang  berdasarkan  hasil  pengukuran bersama atas pekerjaan yang diperlukan.

C. Kontrak  gabungan  lump  sum  dan  harga  satuan  adalah  kontrak  yang  merupakan gabungan lump sum dan harga satuan dalam 1 (satu) pekerjaan yang diperjanjikan.

D. Kontrak  persentase  merupakan  kontrak  pengadaan  jasa  kosultansi/jasa  lainnya, dengan ketentuan sebagai berikut:
  • Penerima jasa konsultansi/jasa lainnya menerima imbalan berdasarkan persentase dari nilai pekerjaan tertentu; dan
  • Pembayaran  didasarkan  pada  tahapan  produk/keluaran  yang  dihasilkan  sesuai dengan isi kontrak.

E. Kontrak   terima   jadi   (turnkey)   merupakan   kontrak   Pengadaan   Barang/Pekerjaan Konstruksi/Jasa  Lainnya  atas  penyelesaian  seluruh  pekerjaan  dalam  batas  waktu tertentu dengan ketentuan sebagai berikut:

  • Jumlah harga pasti dan tetap sampai seluruh pekerjaan selesai dilaksanakan
  • Pembayarannya dilakukan berdasarkan hasil penilaian bersama yang Menunjukkan bahwa  pekerjaan telah  dilaksanakan  sesuai  dengan  kriteria  kinerja  yang  telah ditetapkan.
  • Untuk mengetahui apakah volume pekerjaan dalam kontrak pekerjaan konstruksi boleh dilakukan perubahan  atau  tidak,  perlu  dipastikan  apakah  kontrak  pekerjaan konstruksi  tersebut merupakan kontrak lump sum atau bukan. Sebab jika kontrak tersebut merupakan kontrak lump sum maka terhadap kontrak tersebut bukan saja tidak dibolehkan adanya perubahan karena   adanya   pekerjaan  tambah/kurang, lebih  dari  itu  penyesuaian  hargapun  tidak dibolehkan

Share

& Comment

0 komentar:

Post a Comment

 

Copyright © 2015 Sipilpoin™ is a registered trademark.

Designed by Templateism | Templatelib. Hosted on Blogger Platform.