Sunday, 18 December 2016

PENGENDALIAN PENURUNAN TANAH GAMBUT

Untuk mencapai tujuan, yaitu mendapatkan teknologi pengendalian air yang dapat mengeliminir atau memitigasi degradasi lahan gambut yang mengakibatkan terjadinya subsiden dan emisi karbon, maka penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode sebagai berikut :

Membangun Prasarana Hidraulik (Canal Blocking)
Prasarana hidraulik ini digunakan untuk menaikkan paras air di saluran dengan harapan agar dengan adanya kenaikan paras air di saluran akan mengakibatkan kenaikan paras air di lahan gambut. Dengan demikian lahan gambut basah akan semakin tinggi segingga subsidensi dan emisi karbon dapat dikurangi. 

Prasarana hidraulik ini berbentuk Canal Blocking untuk membendung saluran yang dibuat dari 2 (dua) jenis material, yaitu beton dan tanah gambut yang dipadatkan. Material beton dilengkapi dengan alur perahu dan diperuntukkan bagi saluran yang sering dilewati perahu, sedangkan material tanah gambut yang dipadatkan diperuntukkan bagi saluran yang tidak digunakan sebagai lalu lintas perahu.


Membangun Alat Pencatat Paras Air
Paras air diamati di saluran untuk kondisi sebelum Canal Blocking dibangun (kondisi eksisting) dan kondisi sesudah Canal Blocking dibangun. Pada kondisi ada Canal Blocking, pengamatan paras air juga dilakukan di hulu dan hilir bendung untuk mengetahui perbedaan tinggi tekan hidraulik yang terjadi.

Subsiden dan Emisi Karbon
Besaran subsiden lahan gambut dan emisi karbon ditentukan oleh tingginya paras air di lahan gambut. Semakin tinggi paras air di lahan gambut maka akan semakin kecil subsiden dan emisi karbon, demikian pula sebaliknya dimana semakin rendah paras air di lahan gambut maka akan semakin besar subsidence dan emisi karbon. Hal ini dapat dibuktikan dengan hasil penelitian yang pernah dilakukan sebelumnya oleh beberapa peneliti sebagaimana dapat dilihat pada Gambar di bawah.

Grafik hubungan antara kedalaman air tanah di lahan gambut dan emisi CO2 yang disebabkan oleh dekomposisi gambut (Melling et al., 2005; Ali dkk, 2006)
TEKNOLOGI PENGENDALIAN AIR

Berikut disajikan metode perhitungan emisi karbon, dimana pertama-tama diperlukan data ketebalan gambut dan luas lahan gambut di wilayah penelitian yang diperoleh dari pengukuran (Balai Rawa Puslitbang SDA, 2012) dan topografi lahan gambut yang diperoleh dari data LIDAR (KFCP, 2011). Ketebalan gambut diukur dengan melakukan pemboran dengan bor tangan. 

Selanjutnya volume gambut diperoleh dari ketebalan gambut dikalikan dengan luas lahan dan untuk memperoleh volume gambut teroksidasi, volume gambut dikali dengan nilai persen oksidasi, yaitu diambil 90% (Hooijer et al., 2012) untuk memisahkan dari nilai kompaksi. Adapun volume gambut kering diperoleh dengan mengalikan volume gambut yang teroksidasi ini dengan nilai Bulk Density. 

Selanjutnya perhitungan jumlah simpanan karbon yang ada dari total berat kering gambut dapat diketahui dengan mengalikan volume kering dengan faktor 55% kandungan karbon (Hooijer et al. , 2012). Lebih jauh simpanan karbon dapat diubah menjadi emisi CO2 ekivalen dengan mengalikan angka simpanan karbon dengan faktor 3,66.

Sementara itu metode perhitungan kecepatan dan waktu penurunan gambut (Hooijer et al., 2012) yang digunakan diuraikan sebagai berikut :
Kecepatan/laju penurunan gambut (subsidence rate) :Kecepatan Subsiden (cm/tahun) - 1,5 - 4,98* WD
Dimana:
WD = Kedalaman paras air tanah rerata, sebesar 44 cm (musim kemarau) dan 29 cm (musim hujan)

Kedalaman paras air tanah rerata diperoleh dengan melakukan pengamatan langsung di lapangan menggunakan peralatan ukur Dipwell yang dilakukan pada musim kemarau dan musim hujan di tahun 2012 dan 2013. Pada kondisi ada canal blocking, diambil nilai WD yang tereduksi sebesar 50%, yaitu 22 cm pada musim kemarau dan 14.5 cm pada musim hujan.

Waktu penurunan gambut yang dibutuhkan dapat diketahui dari ketebalan gambut rerata pada ketinggian paras air tanah tertentu dibagi dengan nilai kecepatan subsiden :

Waktu/durasi subsiden (tahun) = Ketebalan Gambut / Kecepatan Subsiden

Share

& Comment

0 komentar:

Post a Comment

 

Copyright © 2015 Sipilpoin™ is a registered trademark.

Designed by Templateism | Templatelib. Hosted on Blogger Platform.