PENGENDALIAN PERSIMPANGAN

SHARE:

Khisty dan Lall (2005) menyatakan terdapat enam cara pengendalian lalu lintas di persimpangan, tergantung pada jenis persimpangan dan volume lalu lintas. Berdasarkan urutan tingkat pengendalian, dari kecil ke tinggi adalah: (1) Simpang tanpa kendali, (2) Simpang dengan kanalisasi, (3) Simpang dengan rambu pengendali kecepatan, (4) Simpang dengan rambu berhenti, (5) Bundaran, (6) Simpang dengan lampu lalu lintas.

Khisty dan Lall (2005) menyatakan terdapat enam cara  pengendalian lalu lintas di persimpangan, tergantung pada jenis persimpangan dan volume lalu lintas. Berdasarkan urutan tingkat pengendalian, dari kecil ke tinggi adalah: (1) Simpang tanpa kendali, (2) Simpang dengan kanalisasi, (3) Simpang dengan rambu  pengendali kecepatan, (4) Simpang dengan rambu berhenti, (5) Bundaran, (6) Simpang dengan lampu lalu lintas.

1 Persimpangan Tanpa Rambu
Apabila sebuah simpang tidak memiliki pengatur lalu lintas, pengemudi harus mengamti keadaan agar dapat mengatur kecepatan sebelum memasuki persimpangan. Waktu yang diperlukn untuk mengamati kendaraan adalah waktu resepsi-reaksi pengemudi dan diasumsikan sebesar 2 detik (Kristy dan Lall, 2005).
PENGENDALIAN PERSIMPANGAN

Pada umumnya kinerja persimpangan ini ditentukan oleh tingkat kedatangan (arrival rates) dan sifat individu pengemudi. Syarat yang paling sederhana adalah bagaimana suatu aliran kendaraan mencari gap pada arus kendaraan yang berpotongan. Jika arus kenderaan cukup rendah akan didapat jarak yang memadai untuk menghindari konflik. 

Apabila konflik terjadi, prioritas hak untuk  lewat diberikan kepada salah satu arus menurut perjanjian yang umum yaitu lalu  lintas yang datang dari jalur kiri. Tundaan (delay) yang terjadi pada persimpangan tergantung pada pola fisik persimpangan yang mempengaruhi jarak pandang pengemudi, dan juga kondisi arus pada tiap lengan persimpangan. 

2 Persimpangan dengan Kanalisasi
Menurut Kristy dan Lall (2005), kalanisasi adalah proses pengaturan aliran kendaraan yang saling konflik dengan menempatkan beton pemisah atau rambu perkerasan untuk menciptakan pergeraakan  yang aman dan teratur bagi kendaraan dan pejalan kaki.
Adapaun tujuan kanalisasi seperti yang di jelaskan oleh Oglesby dan Hicks (1999) adalah:
  • Dengan kanalisasi kendaraan dapat dibatasi dengan lintasan tertentu. 
  • Dengan kanalisasi, sudut perpotongan dua aliran lalu lintas dapat di buat lebih baik. Bila dua aliran lalu lintas bertemu dengan sudut tumpul akan menimbulkan kecelakaan serius. Apabila arah gerakan tidak beradu, umumnya kecelakaan yang terjadi tidaklah berat (sudut pertemuan antara 75o - 105o).
  • Dengan kanalisasi, pengemudi dapat diarahkan agar dapat bergabung ke dalam aliran gerakaan lalu lintas. Jalan masuk seperti ini tidak mengganggu lalu lintas serta akibatnya tidak terlalu besar pada kapasitas jalan utama.
  • Dengan kanalisasi, dapat dilakukan pengendalian kecepatan kendaraan yang memasuki perpotonngan dengan membengkokkan aliran lalu lintas dan menyalurkan kendaraan masuk ke jalur yang dipersempit. Cara ini efektif dalam mencegah pengemudi mendahului atau menyiap kendaraan lainnya di daerah yang sering terjadi konflik.
  • Dengan kanalisasi, gerakan membelok yang dilarang dapat dicegah.
  • Dengan kanalisasi, tersedia tempat berlindung bagi kendaraan atau pejalan kaki yang akan menyeberang. 
  • Degan kanalisasi, titik konflik dapat dipisahkan sehingga pengemudi hanya dihadapkan pada satu putusan disuatu saat.
  • Perangkat kanalisasi dapat menyediakan tempat untuk pemasangan peralatan pokok pengaturan lalu lintas. 
3 Persimpangan dengan Rambu Pengendali
Menurut  KM  Perhubungan No. 61 (1993) tentang rambu-rambu lalu lintas di jalan, rambu merupakan tanda yang sengaja dipasang untuk memberikan informasi kepada para pemakai jalan. Rambu tersebut bertujuan untuk meningkatkan keamanan dan kelancaran pada sistem jalan.
  • Pada persimpangan, menurut  Khisty dan Lall (2005) umumnya rambu pengendalian kecepatan di letakkan pada:
  • Pada suatu jalan minor di titik masuk menuju suatu persimpangan ketika perlu memberikan hak jalan utama, namun kondisi berhenti tidak diperlukan setiap saat, dan kecepatan datang di jalan minor melebihi 10 mil/jam.
  • Pada pintu masuk ke jalan ekspres, dimana lajur khusus untuk percepatan tidak ada.
  • Pada lajur belok kanan yang terpisah atau ter-kanalisasi, namun tanpa adanya lajur percepatan yang memadai.
  • Di semua persimpangan, dimana masalah lalu lintas dapat di tanggulangi dengan mudah dengan pemasangan rampu pengendalian kecepatan.
  • Pada persimpangan yang terbagi, dimana rambu berhenti terletak di pintu masuk menuju jalan pertama, dan pengendalian selanjutnya diperlukan pada pintu masuk menuju jalan yang kedua. 
4 Persimpangan dengan Rambu Berhenti
Menurut Khisty dan Lall (2005) rambu berhenti harus ditempatkan pada suatu persimpangan pada kondisi-kondisi berikut:
  • Persimpangan antara suatu jalan minor dengan jalan major, dimana penerapan aturan daerah milik jalan yang normal bisa diberdayakan.
  • Persimpangan antara jalan-jalan luar kota dan perkotaan.
  • Persimpangan tanpa lampu lalu lintas dimana kombinasi antara kecepatan tinggi, jarak pandang terbatas, dan banyaknya kecelakaan serius mengindikasikan adanya kebutuhan rambu berhenti.
5 Persimpangan dengan Bundaran
Bundaran atau perputaran adalah persimpangan kanalisasi yang terdiri dari sebuah lingkaran pusat yang dikelilingi oleh jalan satu arah di tempatkan pada persimpangan tiga buah lengan atau lebih (Khisty dan Lall ,2005,  Oglesby dan Hicks, 1999). 
Pada volume lalu lintas rendah, bundaran dapat mengurangi tundaan  dengan cara mengganti gerakan crossing dengan gerakan weaving (Oglesby dan Hicks, 1999)

6 Persimpangan dengan Lampu Lalu Lintas
Metode yang  paling umum dan efektif untuk mengatur lalu lintas di persimpangan adalah dengan menggunkan lampu lalu lintas. Lampu lalu lintas adalah sebuah alat elektronik yang memberikan hak jalan pada satu arus lalu lintas atau lebih sehingga aliran arus lalu lintas ini bisa melewati persimpangan dengan aman dan efisien (Khisty dan Lall, 2005).

Lampu lalu lintas memberikan pangarahan yang positif bagi pengemudi dan pejalan kaki, sehingga dapat mengurangi kemungkinan pengembilan keputusan yang keliru oleh pengemudi. Sedangkan desain lampu lalu lintas yang buruk dapat meningkatkan kecelakaan, penundaan yang lama bagi kendaraan saat mendekati persimpanga.

COMMENTS

Name

AIR,13,GAMBAR,3,JEMBATAN,5,K3,5,KERJA,37,MANAJEMEN PROYEK,1,MATERIAL,1,PENGAWASAN,14,RAB,19,STRUKTUR,21,TANAH,30,TENDER,1,TRANSPORTASI,31,
ltr
item
Sipilpoin: PENGENDALIAN PERSIMPANGAN
PENGENDALIAN PERSIMPANGAN
Khisty dan Lall (2005) menyatakan terdapat enam cara pengendalian lalu lintas di persimpangan, tergantung pada jenis persimpangan dan volume lalu lintas. Berdasarkan urutan tingkat pengendalian, dari kecil ke tinggi adalah: (1) Simpang tanpa kendali, (2) Simpang dengan kanalisasi, (3) Simpang dengan rambu pengendali kecepatan, (4) Simpang dengan rambu berhenti, (5) Bundaran, (6) Simpang dengan lampu lalu lintas.
https://2.bp.blogspot.com/-dwxgDXfoN1Y/WHEiMighdMI/AAAAAAAAAb4/POcTXJbpkRUykUEA1nfw3zqq4fyYz9PTwCLcB/s640/Gmbr0720%2B%2528FILEminimizer%2529.jpg
https://2.bp.blogspot.com/-dwxgDXfoN1Y/WHEiMighdMI/AAAAAAAAAb4/POcTXJbpkRUykUEA1nfw3zqq4fyYz9PTwCLcB/s72-c/Gmbr0720%2B%2528FILEminimizer%2529.jpg
Sipilpoin
https://www.sipilpoin.xyz/2016/12/pengendalian-persimpangan.html
https://www.sipilpoin.xyz/
https://www.sipilpoin.xyz/
https://www.sipilpoin.xyz/2016/12/pengendalian-persimpangan.html
true
3257111316629517368
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy