Tuesday, 13 December 2016

RUMUS MENGHITUNG VOLUME BUCKET EXCAVATOR KOMATSU

Peralatan produksi pada operasi penambangan merupakan salah satu sarana yang vital untuk menunjang target produksi akhir yang telah ditentukan oleh manajemen perusahaan. Penggunaannya tidak saja terkonsentrasi pada proses penambangan –baik tambang terbuka maupun bawah tanah-, tetapi juga diperlukan untuk proses penunjang penambangan, antara lain: (1) pemeliharaan jalan-jalan tambang dan (2) penataan areal reklamasi pasca penambangan.

Peralatan produksi penambangan mungkin dapat didefinisikan sebagai alat-alat mekanis yang ekonomis bila digunakan untuk menghasilkan suatu bahan galian (bijih), batubara dan bahan galian industri. Dari definisi tersebut tersirat dua hal utama, yaitu alat bertenaga mekanis atau alat berat dan harus ekonomis. Pertimbangan menggunakan alat berat adalah sebagai berikut:

·         Berhadapan dengan material atau bahan galian yang secara alami mempunyai sifat fisik dan mekanik relatif keras, sehingga diperlukan tenaga mesin cukup kuat,
·         Untuk mengimbangi target produksi yang besar diperlukan alat yang berkapasitas besar pula dan alat berat adalah jawabannya.


Di samping itu peralatan harus bernilai ekonomis tinggi karena biaya investasinya cukup besar. Walaupun terdapat alat berat yang dioperasikan tidak langsung untuk penggalian bijih aatau batubara (non-produksi), misalnya untuk perawatan jalan, pemindahan overburden atau reklamasi; namun semua kegiatan tersebut harus dilaksanakan untuk menjamin kelangsungan hidup perusahaan. Biaya yang diperlukan untuk penggalian non-produksi merupakan salah satu komponen biaya produksi yang diperhitungkan untuk menentukan marginal price of finished product.

Excavator merupakan alat untuk pengangkat,menggali, mengisi / membuang (dumping).
Bagian-bagian utama excavator ini adalah (lihat Gambar 4.5.) :
·         Bagian atas yang dapat berputar (revolving unit).
·         Bagian bawah untuk berpindah tempat (travel unit).
·         Bagian tambahan (attachments).

RUMUS MENGHITUNG VOLUME BUCKET EXCAVATOR
Gambar .4.5. : Excavator
Tabel 1.4.5.1. : Kapasitas volume bucket.

No. Merk / Model Kapasitas bucket (m3)
1. PC100 0,18 – 0,55
2. PC120 0,18 – 0,60
3. PC150 0,57 – 0,75
4. PC180 0,57 – 1,00
5. PC200 0,36 – 1,17
6. PC210 0,36 – 1,40
7. PC220, PC240 0,44 – 1,26
8. PC280 0,44 – 1,40
9. PC300 0,52 – 1,80
10. PC400 1,30 – 2,20
Tabel 1.4.5.2. : Bucket factor

Excavating conditions Bucket factor
Easy 1,1 – 1,2
Average 1,0 – 1,1
Rather difficult 0,8 – 0,9
Difficult 0,7 – 0,8
Tabel 1.4.53. : Standard cycle time (detik).

Model Swing angle
45 - 90 90 - 180
PC60, PW 60 10 – 13 13 – 16
PC80, PC100, PW100, PC120 11 – 14 14 – 17
PC150, PW150, PC180, PC200 13 – 16 16 – 19
PC210, PW210, PC220 14 – 17 17 – 20
PC240, PC280, PC300 15 – 18 18 – 21
PC360, PC400 16 – 19 19 – 22
Tabel 1.4.5.4. : Conversion factor


Digging condition Dumping condition
Easy Normal Rather difficult Difficult
Below 40% 0,7 0,9 1,1 1,4
40 – 75 % 0,8 1 1,3 1,6
Over 75% 0,9 1,1 1,5 1,8
Rumus menghitung produksi excavator dengan menggunakan formula sebagai berikut :
RUMUS MENGHITUNG VOLUME BUCKET EXCAVATOR

 Cm = (Standard cycle time) x (Faktor konversi)

Q         : Produksi per jam (m3/jam)
q1        : Kapasitas munjung (m3)
k          : Faktor bucket
Cm      : Cycle time (menit)
E         : Job efficiency


Share

& Comment

1 komentar:

 

Copyright © 2015 Sipilpoin™ is a registered trademark.

Designed by Templateism | Templatelib. Hosted on Blogger Platform.