Header Ads

HOT !
recent

SIFAT FISIK ASPAL UNTUK KONSTRUKSI JALAN

Sifat-sifat fisik aspal konstruksi bangunan jalan sangat mempengaruhi perencanaan, produksi dan kualitas campuran beraspal antara lain adalah durabilitas, adhesi dan kohesi, kepekaan terhadap temperatur, pengerasan dan penuaan.

sifat fisik aspal


1. Durabilitas
Kinerja aspal pada konstruksi bangunan sangat dipengaruhi oleh sifat aspal tersebut setelah digunakan sebagai bahan pengikat dalam campuran beraspal dan dihampar di lapangan. Sifat aspal akan berubah secara signifikan akibat oksidasi dan pengelupasan yang terjadi, baik pada saat pencampuran, pengangkutan dan penghamparan campuran beraspal di lapangan. Perubahan sifat fisik ini akan menyebabkan aspal menjadi berdaktilitas rendah atau dengan kata lain aspal telah mengalami penuaan.

2. Kemampuan aspal untuk menghambat laju penuaan disebut durabilitas aspal.
Pengujian kuantitatif konstruksi bangunan yang biasanya dilakukan untuk mengetahui durabilitas aspal adalah pengujian penetrasi, titik lembek, kehilangan berat dan daktilitas. Sifat aspal konstruksi bangunan terutama viskositas dan penetrasi akan berubah bila aspal tersebut mengalami pemanasan ataupun penuaan dan aspal dengan durabilitas yang baik hanya sedikit mengalami perubahan.

3. Adhesi dan Kohesi
Adhesi adalah kemampuan partikel aspal untuk melekat satu sama lainnya dan kohesi adalah kemampuan aspal untuk melekat dan mengikat agregat.  Sifat adhesi dan kohesi aspal sangat penting diketahui dalam pembuatan campuran beraspal karena sifat ini sangat mempengaruhi kinerja dan durabilitas campuran. 

Uji daktilitas aspal konstruksi bangunan adalah suatu uji kualitatif yang secara tidak langsung dapat digunakan untuk mengetahui tingkat adhesifnes atau daktilitas aspal keras. Aspal keras dengan nilai daktilitas rendah adalah aspal yang memiliki daya adhesi yang kurang baik dibandingkan dengan aspal yang memiliki daktilitas yang tinggi.

Uji penyelimutan aspal terhadap agregat merupakan uji kuantitatif lainnya yang digunakan untuk mengetahui daya lekat (kohesi) aspal terhadap agregat. Pada pengujian ini, agregat yang telah diselimuti oleh aspal direndam dalam air dan dibiarkan selama 24 jam dengan atau tanpa pengadukan.

Akibat air atau kombinasi air dengan gaya mekanik yang diberikan,  aspal yang menyelimuti permukaan agregat akan terkelupas kembali. Aspal dengan daya kohesi yang kuat akan melekat erat pada permukaan agregat, oleh sebab itu pengelupasan yang terjadi sebagai akibat dari pengaruh air atau kombinasi air dengan gaya mekanik sangat kecil atau bahkan tidak terjadi sama sekali.

4. Kepekaan aspal terhadap temperatur
Seluruh aspal konstruksi bangunan bersifat termoplastik, yaitu menjadi lebih keras bila temperatur menurun dan melunak bila temperatur naik.  Kepekaan aspal untuk berubah sifat akibat perubahan temperatur ini dikenal sebagai kepekaan aspal terhadap temperatur, dan sifat ini dinyatakan sebagai indeks penetrasi aspal (IP).

Aspal dengan nilai IP yang tinggi akan memiliki kepekaan yang rendah terhadap perubahan temperatur, sehingga campuran beraspal yang dibuat dari aspal dengan nilai IP yang tinggi akan memiliki rentang temperatur pencampuran dan pemadatan yang lebih lebar bila dibandingkan dengan campuran yang dibuat dari aspal dengan nilai IP yang rendah.

Aspal dengan IP yang tinggi akan menghasilkan campuran beraspal yang memiliki modulus kekakuan dan ketahanan terhadap deformasi yang tinggi.

5. Pengerasan dan penuaan
Penuaan aspal konstruksi bangunan adalah suatu parameter yang baik untuk mengetahui durabilitas campuran beraspal. Penuaan aspal ini disebabkan oleh dua faktor utama yaitu penguapan fraksi minyak ringan yang terkandung dalam aspal dan oksidasi.

Kedua macam proses penuaan ini menyebabkan terjadinya pengerasan pada aspal dan selanjutnya akan meningkatkan kekakuan campuran beraspal sehingga akan mempengaruhi kualitas campuran beraspal tersebut.

Peningkatan kekakuan ini akan meningkatkan ketahanan campuran beraspal terhadap deforemasi permanen dan kemampuan untuk menyebarkan beban yang diterima. Tetapi dilain pihak akan menyebabkan campuran beraspal menjadi lebih getas sehingga akan cepat retak dan akan menurunkan ketahanannya terhadap beban berulang.


No comments:

Powered by Blogger.