Sunday, 11 December 2016

TUGAS QUALITY ENGINEER PADA KONSTRUKSI BANGUNAN

Selain SE pada pekerjaaan konstruksi bangunan, terdapat juga personil dengan kualifikasi Quantity Engineer pada pekerjaan konstruksi bangunan.

Dalam arti yang luas “mutu” atau “kualitas” bersifat subyektif. Suatu barang yang amat bermutu bagi seseorang belum tentu bermutu bagi orang lain. Oleh karena itu, dunia usaha dan industri mencoba memberikan batasan yang dapat diterima oleh kalangan yang berkepentingan, misalnya ISO 8402 (1986):[1]

“Mutu adalah sifat dan karakterisk produk atau jasa yang membuatnya memenuhi kebutuhan pelanggan atau pemakai (customers).”

Sementara definisi lain untuk mutu yang sering diasosiasian dengan proyek adalah fitness for use. Istilah ini disamping mempunyai arti seperti yang diuraikan diatas, juga memperhatikan masalah tersediaya produk, kehandalan dan masalah pemeliharaan.

Definisi diatas tentunya akan sangat bervariasi tergantung pada masing-masing bidang usaha maupun industri. Akan tetapi secara umum ada 4 (empat) spektrum mutu/kualitas yakni kualitas perencanaan (quality planning), pemantauan kualitas (quality control), jaminan kualitas (quality assurance) dan pengembangan kualitas (quality improvement).[2]


Manajemen mutu/kualitas mengadopsi beberapa prinsip-prinsip manajemen[3], yang dapat diterapkan pada puncak manajemen perusahaan untuk menjadi pedoman bagi organisasi dalam mengembangkan kinerja organisasi. Beberapa prinsip tersebut adalah sebagai berikut:
TUGAS QUALITY ENGUNEER

Tugas dan tanggung jawab utama dari Quantity Engineer pada pekerjaan konstruksi bangunan adalah sebagai  berikut :
  1. Mengikuti petunjuk teknis dan instruksi dari Supervision Engineer, serta mengusahakan agar Supervision Engineer dan Pemimpin Kegiatan Fisik selalu mendapat informasi yang diperlukan sehubungan dengan pengendalian mutu pekerjaan konstruksi bangunan .
  2. Melakukan Pengawasan dan pemantauan ketat atas pengaturan personil pekerjaan konstruksi bangunan dan peralatan laboratorium Pelaksana kegiatan, agar pelaksanaan pekerjaan selalu didukung tersedianya tenaga dan peralatan pengendalian mutu sesuai dengan persyaratan dalam kontrak.
  3. Melakukan Pengawasan dan pemantauan atas pengaturan dan pengadaan “ Stone Crusher “ dan “ Asphalt Mixing Plant “ atau peralatan dan bahan-bahan lain yang diperlukan.
  4. Melakukan Pengawasan setiap hari semua kegiatan pemeriksaan mutu bahan dan pekerjaan, serta segera memberikan laporan kepada Supervision Engineer setiap permasalahan yang timbul sehubungan dengan pengendalian mutu bahan pekerjaan.
  5. Melakukan analisis semua hasil test, termasuk usulan komposisi campuran (Job-Mix Formula), baik mutu pekerjaan aspal, Soil-cement dan beton, serta memberikan rekomendasi dan Justifikasi teknis atas persetujuan dan penolakan usulan tersebut.
  6. Melakukan Pengawasan dan pelaksanaan “ Coring “ perkerasan jalan yang dilakukan oleh Pelaksana kegiatan, sehingga baik jumlah serta lokasi “ coring “ dilaksanakan sesuai dengan ketentuan dan persyaratan.
  7. Menyerahkan kepada Supervision Engineer himpunan data bulanan pengendalian mutu paling lambat tanggal 14 bulan berikutnya.
  8. Himpunan data harus mencakup semua data test laboratorium dan lapangan secara jelas dan tepat.
  9. Memberi petunjuk kepada staf Pelaksana Kegiatan, agar semua teknisi laboratorium dan staf pengendali mutu mengenal dan memahami semua prosedur dan tata cara pelaksanaan test sesuai dengan yang tercantum dalam spesifikasi.
Demikianlah penjelasan Tugas dan tanggung jawab utama dari Quantity Engineer pada pekerjaan konstruksi bangunan.

Share

& Comment

0 komentar:

Post a Comment

 

Copyright © 2015 Sipilpoin™ is a registered trademark.

Designed by Templateism | Templatelib. Hosted on Blogger Platform.