Header Ads

HOT !
recent

RENCANA ANGGRAN BIAYA WATERPROOFING

Sipilpoin. Kali ini sipilpoin akan membahas mengenai cara menghitung rencana anggaran biaya konstruksi bangunan kedap air. Biaya untuk pekerjaan bangunan konstruksi kedap air besarnya tergantung dari jenis permukaan dan jenis lapisan kedap/tahan air yang dipergunakan, keadaan setempat serta keahlian para pekerjanya.
Pekerjaan ini dapat dibagi 2 jenis yaitu:

  1. Konstruksi tahan kelembaban (dampproofing)
  2. Konstruksi tahan rembesan air (waterproofing)

    Bahan rencana anggaran biaya pelapis kedap air biasanya dipasang di bagian permukaan yang berhubungan dengan air atau tanah yang mengandung air.
    Ada 4 cara untuk membuat bangunan tahan air yaitu:

    1. Melakukan pengecatan dengan cat tahan air, dengan satu atau dua lapisan pengecatan atau lebih.
    2. Melapisi dinding dengan plesteran tahan air, biasanya setebal 1,25 cm atau lebih tebal.
    3. Memasang bahan pelapis antara 2 permukaan.
    4. Mencampur bahan khusus ke dalam campuran beton atau bahan plesteran sehingga menjadi lebih rapat dan tahan air.

      Bahan:
      Jenis cat rencana anggaran biaya atau kompon yang dipergunakan untuk maksud agar bangunan tahan kelembaban biasanya campuran yang mengandung alum (tawas) dan campuran sabun, potas,tawas, alkali dan basuhan semen. Cairan semen (grout) dengan atau tanpa bahan kedap air, parafin, lilin atau jenis mineral lain yang berupa cairan, berbagai jenis pernis dan cat lapisan dengan minyak, lapisan dengan bitumen (ter atau aspal), lembaran plastik (misalnya : polyethylene), hasil-hasil produksi silicon; dan lain-lain.

      Satu liter cat kedap air bangunan konstruksi biasanya cukup untuk melapisi bidang seluas 1,6 m2 sampai 3,7 m2 dengan lapisan satu lapis. Luasnya bidang yang dapat dicat tergantung dari halus atau kasarnya permukaan. Untuk permukaan kayu, satu liter cat cukup untuk melapisi bidang seluas 3 m2 sampai 6 m2.

      Bahan konstruksi bangunan yang dipergunakan untuk plester kedap air dapat dipergunakan campuran semen pasir dengan atau tanpa tambahan zat kedap air yang biasanya dijual di toko-toko bahan bangunan.

      Campuran bahan bangunan konstruksi khusus untuk membuat kedap air dapat dicampurkan ke dalam semen portland atau ke dalam air yang dipakai untuk mencampur beton atau adukan untuk plester.

      Biasanya campuran beton atau adukan plester sudah ditentukan oleh pabrik misalnya sekian gram untuk satu zak semen portland atau sekian gram untuk 1 m3 air. Untuk lapisan kedap air yang menggunakan lapisan-lapisan tipis biasanya dipakai 3 sampai 5 lapis. Bahan terbuat dari bulu kempa (felt) yang dilapisi dengan aspal. Dipergunakan untuk lapisan di bawah lantai atau dinding di bawah tanah.

      Bila dipergunakan lapisan felt ini maka jumlah bahan harus ditambah sekitar 10% sampai 15% untuk sambungan tumpang dan kehilangan-kehilangan karena pemotongan-pemotongan, beratnya bahan pelapis ini sekitar 7,5 kg sampai 21 kg tiap 10 m2, dan biasanya drjual ber- bentuk gulungan seluas 20 m2 sampai 50 m2. Ter atau aspal yang dipergunakan untuk mengecat biasanya terpakai sekitar 12 kg sampai 20 kg setiap luas lapisan 10m2. Pada tabel dibawah disajikan keperluan jam kerja untuk pemasangan konstruksi kedap air.
      RENCANA ANGGRAN BIAYA WATERPROOFING
      Tenaga buruh:
      Tenaga buruh untuk rencana anggaran biaya tidak hanya untuk memasang lapisan kedap air saja tetapi termasuk membersihkan dan mengeringkan permukaan serta mempersiapkan bahan-bahan. Untuk mencampur bahan bangunan kedap air dengan beton atau adukan plester tidaklah berbeda waktunya rencana anggaran biaya dengan pekerjaan beton dan plester saja.

      Jam kerja yang diperlukan untuk membersihkan dan mengeringkan berbeda banyak, dari 1 jam atau kurang untuk satuan luas 10 m2 sampai beberapa jam tergantung dari keadaan dindingnya, bila dinding itu kering mungkin hanya diperlukan penyikatan saja sedikit sedang bila dinding itu basah dan kotor maka penyikatan memerlukan waktu lebih banyak dan mungkin perlu dikeringkan dengan semburan api.

      Jadi untuk memasang 3 lapis lembaran pengedap dinding seluas 10 m2 diperlukan waktu rencana anggaran biaya kira-kira:

      0,8 jam/lapis x 4 lapis cat aspal 5             =          3,2       jam
      0,8 jam/lapis x 3 lapis lembaran    tipis     =          2,4       jam      +
       Jumlah                                                          :       5,6 jam

      Alat-alat:
      Untuk membersihkan dinding dipakai koas yang kasar, kecuali kalau kotor sekali dinding perlu dicuci. Untuk mengeringkan dinding dipergunakan penyembur api (blowtorch). Pada pekerjaan dengan menggunakan cat diperlukan tempat mencampur cat (mixing can), koas-koas, alat penyemprot cat, tangga, steger dan alat kecil lainnya yang biasa dipergunakan tukang cat.

      Pada pekerjaan plesteran kedap air dipergunakan peralatan tukang plester seperti sendok aduk dll, kadang-kadang diperlukan steger dan tangga. Untuk pekerjaan kedap air dengan lapisan tipis peralatan yang dipakai sama dengan peralatan bagi tukang cat. Sedang untuk pekerjaan kedap air yang dicampurkan pada beton atau plesteran alat-alatnya sama saja dengan pekerjaan beton atau plesteran biasa.

      Contoh:
      Hitunglah rencana anggaran biaya untuk pemasangan lapisan kedap air pada dinding beton di bawah tanah berukuran 7,2 m x 12 m dengan tinggi 2,40 m.
      Penjelasan:

      Menurut spesifikasi pekerjaan konstruksi bangunan dinding harus dilapisi dengan 2 lapis lembaran bulu kempa (felt) dengan 3 lapis cat aspal di mana berat lembaran 11,35 kg setiap 10 m2 sedang aspal harus dipergunakan 16 kg setiap 10m2.

      Harga bahan bangunan lembaran pelapis Rp. 2.750/50 kg, aspal Rp. 200,-/kg.
      Upah mandor bangunan Rp. 250,-/jam, upah tukang Rp. 225,-/jam dan upah buruh biasa Rp. 200,-/jam.'

      Jawab:
      Bahan-bahan:
      luas dinding pekerjaan konstruksi bangunan kedap air:
      (7,2 m + 12 m) 2 x 2,40 m = 92,16 m2

      lembaran pelapis, 2 lapisan ditambah 10% untuk sambungan tumpang 92,16 m2:
      = 2 x 11,35 kg x 1,10 x (92,16 m2/10m2)  = 230,12 kg @ Rp. 2.750/50 kg = Rp. 12.656,79

      lapisan aspal bangunan, 3 lapis:
      = 3 x 16 kg x (92,16 m2/10m2) = 442,37 kg @ Rp. 200/kg = Rp. 88.473,60

      Jumlah Bahan = Rp. 101.130,39

      Upah buruh :
      Dari tabel di atas  diambil 0,9 jam kerja /10 m2, jadi jam kerja seluruhnya 0,9 jam x (92,16 m2/10 m2)= 8,29 jam.

      Jadi untuk lapisan lembaran felt = 2 x 8,29 = 16,59 jam

      lapisan aspal = 3 x 8,29 = 24,88 jam

      jumlah jam kerja = 41,47 jam

      Buruh dipergunakan 1 orang mandor dan 2 orang tukang, mandor tidak ikut bekerja jadi upah rata-rata = (1 x Rp. 250 + 2 x Rp. 225)/3 = Rp. 233,33/jam

      Upah seluruhnya: 41,47 jam x Rp. 233,33 = Rp. 9.676,33,-

      Jadi rencana anggaran biaya pekerjaan ini sebagai berikut:
      1. Bahan-bahan         = Rp.  101.130,39
      2. Upah                      = Rp.  9.676,33
      Jumlah I                     = Rp.  110.806,72
      Biaya tidak terduga 15% x (Jumlah I)      = Rp.  16.621,01
      Jumlah II                    = Rp.  127.427,73
      Keuntungan 10% x (Jumlah II)                  = Rp.  12.742,77
      Jumlah biaya             =          Rp.      140.170,50
      Alat-alat kecil             =          Rp.      10.000,00
      Biaya seluruhnya     =            Rp.      150.170,50

      Demikinalah Penjelsan dan contoh cara menghitung rencana angran biaya Waterprofing, semoga bisa menambah ilmu rekan-rekan dalam dunia teknik sipil. Jika ada pertanyaan dan tanggapan silakan berkomentar. Terima Kasih. 

      No comments:

      Powered by Blogger.