Header Ads

HOT !
recent

Alat Pelindung Diri (ADP) untuk Pekerja

Sejak dahulu kala para pengurus/ pengusaha dan pekerja sudah berusaha untuk melindungi diri mereka dari terjadinya kecelakaan yang akan menimpa mereka baik itu merupakan pakaian dan topi yang melindungi mereka dari serangan cuaca ataupun sepatu yang kokoh agar mereka bisa bekerja dengan nyaman tanpa terganggu. Seiring dengan kemajuan teknologi Alat Pelindung Diri semakin beragam bentuknya dan ini sangat membantu berkurangnya pekerja yang cedera atau meninggal disebabkan kecelakaan kerja. 

Dunia proyek merupakan salah satu sektor lapangan kerja tertinggi yang sering terjadinya kecelakan kerja. Oleh sebab itu, untuk mencegah terjadinya kecelakaan kerja di proyek diperlukan beberapa Alat Pelindung Diri (APD) yang disediakan bagi tenaga kerja proyek (Kuli Bangunan).

Alat Pelindung Diri (APD) atau Personal Protective Equipment adalah alat-alat atau perlengkapan yang wajib digunakan untuk melindungi dan menjaga keselamatan pekerja saat melakukan pekerjaan yang memiliki potensi bahaya atau resiko kecelakaan kerja. Alat-alat Pelindung Diri (APD) yang digunakan harus sesuai dengan potensi bahaya dan resiko pekerjaannya sehingga efektif melindungi pekerja sebagai penggunanya.

Alat Pelindung Diri (APD) adalah suatu  alat yang mempunyai  kemampuan untuk  melindungi  seseorang  yang fungsinya mengisolasi sebagian atau seluruh tubuh dari potensi bahaya di tempat kerja.

Alat Pelindung Diri (ADP)


Banyak para kontraktor yang secara sengaja mengelak dalam  kewajibannya untuk menyediakan Alat pelindung Diri ( APD) yang memadai  dengan alas an tidak dianggarkan dalam proyek dan dalam usahanya untuk mengejar target keuntungan yang sebesar-besarnya. Padahal dengan menyediakan APD ini kontraktor justru dijaga dari pengeluaran tak terduga yang timbul dari kecelakaan kerja sehingga target keuntungan  yang akan diraih takkan berkurang.

Pemerintah dalam hal ini dengan Undang-Undang Keselamatan dan Kesehatan Kerja  no. 1 tahun 1970 telah mewajibkan kepada pihak pengelola pekerjaan untuk menyediakan Alat Pelindung Diri dan mewajibkan  kepada para pekerja untuk memakainya dan peraturan ini diperkuat lagi dengan Peraturan-peraturan dari menteri yang terkait seperti Peraturan Menaker dan Mekrimpraswil / Pekerjaan Umum  yang membuat Pedoman  Keselamatan Kerja bagi pekerjaan Konstruksi
.
Penggunaan Alat pelindung Diri yang standar sangat  diperlukan , karena banyak kasus dimana pekerja yang sudah memakai Alat Pelindung Diri masih  bisa terkena celaka karena penggunaan Pelindung yang tidak standar.

 KELEMAHAN ALAT PELINDUNG

  1. Kemampuan perlindungan yang tak sempurna
  2. Fungsi Alat pelindung hanya untuk mengurangi akibat dari kondisi yang berpotensi menimbulkan bahaya.
  3. Tidak menjamin pemakainya bebas kecelakaan
  4. Cara pemakaian Alat pelindungyang salah
  5. Alat Pelindung tak memenuhi persyaratan standar
  6. Alat Pelindung dapat menularkan penyakit, bila dipakai berganti-ganti.

KELEBIHAN ALAT PELINDUNG

  1. Mengurangi resiko akibat kecelakan
  2. Melindungi seluruh/sebagian tubuhnya dari kecelakaan.
  3. Sebagai usaha terakhir apabila sistem pengendalian teknik dan administrasi tidak berfungsi dengan baik.
  4. Memberikan perlindungan bagi praktikan/tenaga kerja     di laboratorium.

CARA MEMILIH ALAT PELINDUNG

  1. Sesuai dengan jenis praktikum/pekerjaan dan dalam jumlah yang memadai.
  2. Alat Pelindung yang sesuai standar serta sesuai dengan jenis pekerjaannya harus selalu digunakan selama mengerjakan tugas tersebut atau selama berada di areal praktikum/pekerjaan tersebut dilaksanakan.
  3. Melalui pengamatan operasi, proses, dan jenis material yang dipakai

CARA MERAWAT ALAT PELINDUNG
Secara umum

  1. meletakkan Alat Pelindung pada tempatnya setelah selesai digunakan.
  2. melakukan pembersihan secara berkala.
  3. memeriksa Alat pelindung sebelum dipakai untuk mengetahui adanya kerusakan atau tidak layak pakai.
  4. memastikan Alat Pelindung yang digunakan aman untuk keselamatan jika tidak sesuai maka perlu diganti dengan yang baru.
  5. dijaga keadaannya dengan pemeriksaan rutin yang menyangkut cara penyimpanan, kebersihan serta kondisinya
  6. Apabila dalam pemeriksaan tersebut ditemukan alat kerja yang kualitasnya tidak sesuai persyaratan maka alat tersebut ditarik serta tidak dibenarkan untuk dipergunakan

No comments:

Powered by Blogger.