Header Ads

HOT !
recent

Bagian Cross Section Profil Jalan

Pada gambar potongan melintang akan terlihat apakah jalan tersebut tanpa kelandaian, mendaki, ataupun menurun. Pada perencanaan Profil konstruksi Jalan yang dipertimbangkan adalah bagaimana meletakkan sumbu jalan sesuai kondisi medan dengan memperhatikan sifat operasi kendaraan, keamanan, jarak pandang, dan fungsi jalan. 

Penampang melintang berkaitan pula dengan pekerjaan tanah yang mungkin menimbulkan galian dan timbunan.Penampang melintang jalan merupakan potongan melintang tegak lurus jalan.
Bagian Cross Section Profil Jalan
Potongan melintang konstruksi jalan merupakan potongan melintang tegak lurus sumbu jalan. Pada potongan melintang konstruksi jalan dapat terlihat bagian-bagian jalan. Bagian-bagian jalan yang utama dapat dikelompaokkan sebagai berikut :
a. Bagian yang langsung berguna untuk lalu lintas
  • Jalur lalu lintas
  • Lajur lalu lintas
  • Bahu jalan
  • Trotoar
  • Median
b. Bagian yang berguna untuk draenase jalan 
  • Saluran  samping
  • Kemirangan melintang jalur lalu lintas
  • Kemirangan melintang bahu
  • Kemiringan tegak
c. Bagian pelengkap jalan.
  • Kereb
  • Pengaman tepi
d. Bagian konstruksi jalan
  • Lapisan perkerasan jalan
  • Lapisan pondasi atas
  • Lapisan lpondasi bawah
  • Lapisan tanah dasar
e. Daerah manfaat jalan (damanja)
f. Daerah milik jalan (damija)
g. Daerah pengawasan jalan (dawasja)

Penjelasan:
1. Jalur Lalu Lintas
Jalur lalu lintas adalah keseluruhan bagian perkerasan konstruksi jalan yang diperuntukkan untuk lalu lintas kendaraan. Jalur lalu lintas terdiri dari beberapa jalur (lane) kendaranaan. Lajur kendaraan yaitu bagian dari jalur lalu lintas yang khusus untuk dilewati oleh suatu rangkaian beroda empat atau lebih dalam satu arah. Jadi jumlah lajur minimal untuk 2 arah adalah 2 dan pada umumnya disebut sebagai jalan 2 lajur 2 arah. Jalur lalu lintas untuk 1 arah minimal 1 lajur lalu lintas.

2. Lebar Lajur Lalu Lintas
Lebar lajur lalu lintas merupakan bagian yang paling menentukan lebar melintang konstruksi jalan secara keseluruhan. Besarnya lebar lajur lalu lintas hanya dapat ditentukan dengan pengamatan langsung dilapangan    karena :
  • Lintasan kendaraan yang satu tidak mungkin akan dapat diikuti oleh lintasan kendaraan lain dengan tepat.
  • Lajur lalu lintas mungkin tepat sama degan lebar kendaraan maksimum. Untuk keamanan Lintasan kendaraan tidak mengkin dibuat tetap sejajar sumbu lajur lalu lintas, karena selama bergerak akan mengalami gaya-gaya samping seperti tidak ratanya permukaan, gaya sentritugal ditikungan, dan gaya angin akibat kendaraan lain yang menyiap.
  • Lebar lajur lalu lintas merupakan lebar kendaraan ditambah dengan ruang bebas antara kendaraan yang besarnya sangat ditentukan oleh keamanan dan  kenyamanan yang diharapkan. Pada jalan local (kecepatan rendah) lebar jalan minimum 5,50 m (2 x 2,75) cukup memadai untuk jalan 2 jalur dengan 2 arah. Dengan pertimbangan biaya yang tersedia, lebar 5 m pun masih diperkenankan. Jalan arteri yang direncanakan untuk kecepatan tinggi, mempunyai lebar lajur lalu lintas lebih besar dari 3,25 m sebagiknya 3,50 m.
3. Bahu jalan 
Bahu jalan adalah jalur yang terletak berdampingan dengan jalur lalu lintas yang berfungsi sebagai berikut: 
  1. Ruangan untuk tempat berhenti sementara kendaraan yang mogok atau yang sekedar berhenti untuk beristirahat. 
  2. Ruangan untuk menghindarkan diri dari saat-saat  darurat, sehingga dapat mencegah terjadinya kecelakaan. 
  3. Memberikan kelegaan pada pengemudi, dengan demikian dapat meningkatkan kapasilitas jalan yang bersangkutan. 
  4. Memberikan sokongan pada konstruksi perkerasan jalan dari arah samping. 
  5. Ruang pembantu pada waktu mengadakan pekerjaan perbaikan atau pemeliharaan jalan (tempat penempatan alat-alat  dan penimbunan material).
  6. Ruang untuk lintasan kendaraan-kendaraan  patroli, ambulans, yang sangat dibutuhkan pada keadaan darurat seperti  terjadinya kecelakaan.
4. Trotoar (Jalur pejalan kaki / side walk)
Trotoar adalah jalur yang terletak berdampingan dengan jalur lalu lintas yang khusus dipergunakan untuk pelalan kaki (pedestrian). Untuk keamanan pejalan kaki maka trotoar harus dibuat terpisah dari jalur lalu lintas oleh struktur fisik berupa kereb. Lebar trotoar adalah jalur yang terletak berdampingan dengan jalur lalu lintas yang khusus dipergunakan untuk pejalan kaki yang di inginkan, dan fungsi jalan. Untuk itu lebar 1,5-3,0 m merupakan nilai yang umum diguanakan.

5. Median
Pada arus lalu lintas yang tinggi sering kali dibutuhkan median guna memisahkan arus lalu lintas yang berlawanan arah. Jadi median adalah jalur yang terletak ditengah jalanyang membagi jalan dalam masing-masing arah. Lebar median bervariasi 1,0-12 m. median dengan lebar sampai 5 m sebaiknya ditinggikan dengan kereb atau dilengkapi dengan pembatas agar tidak dilanggar kendaraan.
Funsi Median :
  • Menyediakan daerah netral yang cukup lebar dimana pengemudi masih dapat mengontrol kendaraannya pada saat-saat darurat.
  • Menyediakan jarak yang cukup untuk membatasi / mengurangi kesilauan terhadap lampu besar dari kendaraan yang berlawanan arah.
  • Menambah rasa kelegaan, kenyamanan dan keindahan bagi setiap pengemudi.
  • Mengamankan kebebasan samping dari masing-masing arah arus lalu lintas.
6. Saluran Samping
Saluran samping berbentuk trapesium atau persegi panjang. Untuk daerah perkotaan dimana daerah pembebasan jalan sudah sangat terbatas, maka saluran samping dapat dibuat persegi panjang dari konstruksi beton dan ditempatkan di bawah trotoar. Saluran samping berguna untuk :
  • Mengalirkan air dari permukaan perkerasan jalan atau pun dari bagian luar jalan.
  • Menjaga supaya konstruksi jalan selalu berada dalam keadaan kering tidak terendam air.
7. Talud kemiringan lereng
Talud jalan umumnya dibuat 2 H : 1 V, tetapi untuk tanah-tanah yang mudah longsor talud jalan harus dibuat sesuai dengan besarnya landai yang aman. Berdasarkan keadaan tanah lokasi tersebut, mungkin saja dibuat bronjong, tembok penahan tanah, lereng bertingkat (brem) atau pun hanya ditutupi rumput saja.

8. Kereb
Kereb adalah penonjolan atau peninggian tepi perkerasan atau bahu jalan , yang terutama dimaksudkan untuk keperluan-keperluan draenase, mencegah keluarnya kendaraan dari tepi perkerasan, dan memberikan ketegasan tepi perkerasan.

No comments:

Powered by Blogger.