Header Ads

HOT !
recent

Cara Mendapatkan Proyek Konstruksi Bangunan

Yang dimaksud dengan tatalaksana Mendapatkan proyek konstruksi bangunan disini ialah suatu tata cara yang harus dilalui oleh seorang pelaksana sebelum dimulainya suatu pelaksanaan dari pekerjaan konstruksi bangunan.
Cara Mendapatkan Proyek Konstruksi Bangunan
Bila seorang pelaksana proyek konstruksi bangunan ingin mendapat suatu pekerjaan, apakah pekerjaan itu diberikan oleh perusahaan swasta atau oleh suatu departemen ataupun oleh perseorangan, terlebih dahulu seorang pelaksana harus memperkenalkan diri atau mengikuti suatu prakwalifikasi yang diadakan oleh pemberi pekerjaan (bouwheer atau owner).

Dalam prakwalifikasi (prequalification) hal-hal sebagai berikut harus dilampirkan :
  • Surat pemyataan kesediaan atau letter of intend yang ditandatangani oleh Presiden Direktur perusahaan atau kuasanya.
  • Surat ”Akta Pendirian dan atau Akta Perubahan” perusahaan yang dibuat oleh notaris.
  • Bagan organisasi perusahaan.
  • Daftar personil perusahaan lengkap dengan curriculum vitaenya.
  • Daftar pengalaman perusahaan dalam bidang pelaksanaan proyek-proyek, biasanya diminta minimal dua buah kontrak pekerjaan konstruksi yang sejenis dari tahun tahun sebelumnya.
  • Daftar alat-alat yang dipunyai.
  • Daftar keadaan keuangan : Balance sheet atau neraca keuangan perusahaan yang ditanda tangani oleh publik akuntan yang sah, surat-surat referensi dari bank-bank (pajak 3 bulan terakhir, SPT perusahaan, SPT Direktur, NPWP Perusahaan, NPWP Direktur)
  • Surat ijin usaha dan surat fiskal, IUP, TDP, dan sebaginya
  • Biasanya buku isian prakwalifikasi sudah disediakan oleh pemberi pekerjaan.
  • Setelah lulus prakwalifikasi seorang pelaksana biasanya mendapat undangan untuk mengajukan penawaran dan pelaksana dapat mengambil dokumen-dokumen penawaran yang harus diisi dan spesifikasi-spesifikasi dari pekerjaan serta gambar-gambar.
  • Setelah dokumen penawaran diisi maka segera dikembalikan ke kantor pemberi pekerjaan dengan disertai jaminan penawaran dari bank (bid bond) biasanya sebesar ± 10% dari harga penawaran sebagai jaminan bahwa pelaksanaan sungguh-sungguh ingin ikut dalam tender. Biasanya sebelum penawaran dikembalikan diadakan peninjauan lapangan bersama oleh para calon pelaksana, konsultan atau direksi dan wakil dari bouwheer. Pada saat pembukaan penawaran semua pelaksana diundang dan menyaksikan angka-angka penawaran dari seluruh peserta penawaran. Penunjukan pelaksana tidak dilakukan waktu itu, apabila masih ada hal-hal yang harus dipertimbangkan oleh pemberi pekerjaan. Meskipun biasanya pekerjaan diberikan kepada penawaran yang terendah, tetapi hal ini tidaklah mutlak.
  • Apabila seorang pelaksana telah atau akan ditunjuk sebagai ’’yang mendapat pekerjaan” maka biasanya dipanggil dan diadakan tanya jawab mengenai kebenaran perhitungan biayanya, kesanggupan dan kemampuannya dalam pelaksanaan nanti. Hal ini disebut dengan Tahap Pembuktian
  • Apabila seorang pelaksana telah ditunjuk, maka pelaksana harus memasukkan surat jaminan pelaksanaan (performance bond) sebelum kontrak ditanda tangani.
  • Setelah penanda tanganan kontrak pekerjaan, maka mulailah de¬ngan pelaksanaannya. Surat jaminan penawaran dapat diambil kembali dan dicairkan lagi di bank.


No comments:

Powered by Blogger.