Cara Menghitung Kapasitas Stone Crusher

SHARE:

Crusher berfungsi untuk memecahkan batuan alam menjadi ukuran yang lebih kecil sesuai dengan spesifikasi yang dibutuhkan. Selain memecahkan batuan, crusher juga memisahkan batuan hasil pemecahan dengan menggunakan saringan atau screen. Dengan adanya screen maka batuan dapat dikelompokan sesuai dengan ukurannya.

Pemanfaatan agregat dalam proyek konstruksi sangatlah luas. Salah satu pemanfaatan agregat adalah sebagai bahan dasar pembuat beton dan campuran aspal. Selain itu juga digunakan dalam pembuatan jalan, seperti pada dasar jalan atau pada permukaan pengerasan jalan. 
Cara Menghitung Kapasitas Stone Crusher

Agregat yang diambil dari alam dapat berupa pasir, kerikil atau batuan. Kadang batuan dari alam berukuran besar sehingga perlu dilakukan pengolahan terhadap batuan tersebut sehingga dapat dimanfaatkan sebagai bahan bangunan. Guna mendapatkan kerikil atau batuan pecah yang sesuai dengan ukuran yang diharapkan maka diperlukan suatu alat untuk memotong material. Alat pemecah batuan yang digunakan adalah crusher.

Crusher berfungsi untuk memecahkan batuan alam menjadi ukuran yang lebih kecil sesuai dengan spesifikasi yang dibutuhkan. Selain memecahkan batuan, crusher juga memisahkan batuan hasil pemecahan dengan menggunakan saringan atau screen. Dengan adanya screen maka batuan dapat dikelompokan sesuai dengan ukurannya. Untuk memasukkan batuan ke dalam crusher, biasanya digunakan alat yang disebut feeder. Untuk mendistribusikan agregat hasil pemecahan dan mengantarkan kembali agregat yang belum memenuhi spesifikasi ke dalam crusher maka digunakan conveyor dalam alur kerja crusher.

CRUSHER
Crusher terdiri dari beberapa bagian, yaitu crusher primer (primary crusher), crusher sekunder (secondary crusher), dan crusher tersier (tertiary crusher). Setelah batuan diledakkan, batuan dimasukkan ke dalam crusher primer. Hasil dari cusher primer dimasukkan ke dalam crusher sekunder untuk mendapatkan hasil yang diinginkan. Bila hasil crusher sekunder belum memenuhi spesifikasi yang ditetapkan maka batuan diolah kembali di cusher tersier dan seterusnya.

Pada saat batuan masuk ke dalam crusher maka terjadi reduksi ukuran batuan tersebut. Reduksi tersebut ditetapkan dalam rasio reduksi. Pada jaw crusher, rasio didapat dari jarak crusher di bagian atas dibagi jarak bukaan di bagian bawah. Sedangkan pada roller crusher, rasio didapat dari ukuran batuan terbesar yang melewati crusher dibagi ukuran bukaan crusher. Rasio reduksi dapat dilihat pada Tabel di bawah ini.

Tipe Crusher Rasio Reduksi
Jaw 4:1 -9:1
Gyratory
TRUE 3:1-10:1
Cone (standard) 4:1 -6:1
Roll
Single roll Maksimum 7:1
Double roll Maksimum 3:1
Impact Sampai 15:1
Dari pengalaman dalam industri crusher didapat hasil bahwa pada setiap pengaturan bukaan tertentu, 15% dari batuan yang melewati bukaan tersebut mempunyai ukuran lebih besar dari bukaan. Dengan demikian, batuan yang dihasilkan dari crusher dan kemudian disaring maka 15% dari batuan tidak akan lolos saringan.

1. Jaw Crusher
Cara kerja alat ini adalah dengan menggerakkan salah satu jepit sementara jepit yang lainnya diam. Tenaga yang dihasilkan oleh bagian yang bergerak mampu menghasilkan tenaga untuk menghancurkan batuan yang keras. Bagian terlemah dari crusher ini adalah toggle yang dapat rusak jika mengenai benda yang tidak dapat dihancurkan atau mengalami kelebihan kapasitasnya. Bagian atas jaw crusher sebaiknya minimal 5 cm lebih besar dari batuan terbesar yang akan dihancurkan.

Kapasitas jaw crusher ditentukan oleh ukuran crushernya. Tabel A memberikan kapasitas crusher dengan tipe Blake berdasarkan ukuran bukaannya dan ukuran crusher. Sedangkan pada Tabel B  memberikan persentase batuan yang melewati atau tertahan saringan dongan ukuran tertentu.

Kapasitas Jaw Crusher (ton/jam)
Ukuran Crusher Ukuran bukaan bawah crusher (mm)
(mm) 25 38 51 64 76 102 127
254'406 10 14 18
254'508 12 18 23 31
381 '610 24 31 38 45
381766 30 39 48 56
245891 42 55 69 84 113
610'916 69 86 103 136
762'1068 113 136 181 226
916'1068 127 145 181 226
916'1220 136 158 202 249
1068'1220 149 172 226 272
1220'1542 200 254 309
1422'1832 286 345

Gradasi Hasil Jaw Crusher (persentase lewat)
Ukuran Saringan Ukuran bukaan bawah crusher (mm)
(mm) 25 38 51 64 76 102 127
127 85
114 77
102 85 69
89 75
76 85 66 54
70 79
64 85 73 56 46
57 78 66
51 85 69 59 46 38
44 76 62 51
38 85 66 54 46 37 31
32 72 56 46 39
25 85 59 46 37 33 26 21
19 66 46 36 31 26
16 56 39 31
13 46 33 26 22 19 16 13
10 36 26 26 18
6 26 19 16 13 11
3 16 11 10 8
1,6 9 6

2. Roll crusher
Roll crusher digunakan sebagai crusher sekunder atau tersier setelah batuan melewati crusher tipe lain yang berfungsi sebagai crusher primer. Roll crusher terdiri dari single roll dan double roll. Single roll biasanya digunakan untuk memecahkan batuan yang lembab dan tidak menguntungkan jika digunakan untuk memecahkan batuan yang abrasif.

Ukuran maksimum material yang masuk ke dalam roll crusher tergantung pada diameter roll atau roda. Ukuran batuan yang terlalu besar akan terlempar keluar sebelum masuk diantara roda. Ukuran maksimum batuan yang dapat lewat di antara 2 roda ditentukan dengan rumus:
A = 0,085R + C
R adalah jari-jari roda dan C adalah ukuran batuan hasil dari crusher yang diinginkan.

Kapasitas roll crusher tergantung pada jenis batuan, ukuran crusher primer, ukuran batuan yang inginkan, lebar roda, dan kecepatan roda berputar. Tabel C memberikan kapasitas roll crusher dalam ton/jam yang dapat digunakan dalam mengestimasi kapasitas yang sebenarnya dari roll crusher.
Kapasitas Roll Crusher (ton/jam)
Ukuran Crusher (mm) Ukuran hukaan crusher (mm)
6 13 19 25 38 51 64
414'416 13,6 27,2 36,2 49,7 77 104 127
610'416 13,6 27,2 36,2 49,7 77 104 127
763'456 13,6 27,2 40,7 59 86 113,1 140
763'558 18,1 36,2 49,7 67,9 104 140 172
1016'508 18,1 31,7 45,2 63,4 95 122 158,5
1016'610 18,1 36,2 54,3 77 113,1 149,5 190
1374'610 21,7 43,5 64,3 86 130 173,8 217,5
Gradasi Hasil Roll Crusher (persentase lewat)
Ukuran Saringan (mm) Ukuran bukaan crusher (mm)
6 13 19 25 38 51 64
64 85
57 78
51 85 69
44 76 62
38 85 66 54
32 72 56 46
25 85 59 46 37
19 85 66 46 36 31
16 72 56 39 31
13 85 59 46 33 26 22
10 67 46 36 26 26 18
8 56 39
6 85 46 33 26 19 16 13
5 66 37 26
3 46 26 19 16 11 10 8
1,6 26 16 11 9 6

COMMENTS

Name

AIR,13,GAMBAR,3,JEMBATAN,5,K3,5,KERJA,37,MANAJEMEN PROYEK,1,MATERIAL,1,PENGAWASAN,14,RAB,19,STRUKTUR,21,TANAH,30,TENDER,1,TRANSPORTASI,31,
ltr
item
Sipilpoin: Cara Menghitung Kapasitas Stone Crusher
Cara Menghitung Kapasitas Stone Crusher
Crusher berfungsi untuk memecahkan batuan alam menjadi ukuran yang lebih kecil sesuai dengan spesifikasi yang dibutuhkan. Selain memecahkan batuan, crusher juga memisahkan batuan hasil pemecahan dengan menggunakan saringan atau screen. Dengan adanya screen maka batuan dapat dikelompokan sesuai dengan ukurannya.
https://2.bp.blogspot.com/-3W64PKdcsbQ/WM_Pr7oQhfI/AAAAAAAAAnU/uRuohUeawd8NFFymUvXOeEI9K1S-YowjgCLcB/s640/crus.PNG
https://2.bp.blogspot.com/-3W64PKdcsbQ/WM_Pr7oQhfI/AAAAAAAAAnU/uRuohUeawd8NFFymUvXOeEI9K1S-YowjgCLcB/s72-c/crus.PNG
Sipilpoin
https://www.sipilpoin.xyz/2017/03/cara-menghitung-kapasitas-stone-crusher.html
https://www.sipilpoin.xyz/
https://www.sipilpoin.xyz/
https://www.sipilpoin.xyz/2017/03/cara-menghitung-kapasitas-stone-crusher.html
true
3257111316629517368
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy