Header Ads

HOT !
recent

Jaminan Hari Tua Pekerja Konstruksi

Jaminan hari tua merupakan program tabungan wajib yang berjangka panjang dimana iurannya ditanggung oleh pekerja/ buruh dan pengusaha, namun pembayarannya kembali hanya dapat dilakukan apabila telah memenuhi syarat-syarat tertentu.
Jaminan Hari Tua Pekerja Konstruksi

Dengan demikian, pengertiannya adalah sebagai berikut :
  • Program Jaminan hari tua ini bersifat wajib. Sebab tanpa kewajiban yang dipaksakan dengan sanksi, seringkali sulit bagi pekerja/ buruh untuk menabung demi masa depannya sendiri dan bagi pengusaha untuk memikirkan kesejahteraan para pekerja/ buruhnya.
  • Program ini berjangka panjang karena memang dimaksudkan untuk hari tua sehingga tidak bisa diambil sewaktu-waktu.
  • lurannya ditanggung oleh pekerja/ buruh sendiri ditambah dengan iuran dari pengusaha untuk diakreditasi pada rekening masing-masing peserta (pekerja/ buruh) oleh badan penyelenggara.
  • Adanya persyaratan jangka waktu pengarnbilan jaminan. Ini dimaksudkan agar jumlahnya cukup berarti untuk bekal dihari tua, kecuali peserta yang bersangkutan meninggal dunia atau cacat tetap total sebelum hari tua.
Kepesertaan jaminan hari tua bersifat wajib secara nasional bagi semua pekerja/ buruh yang memenuhi persyaratan. Persyaratan yang dimaksudkan adalah khusus bagi pekerja/ buruh harian lepas, borongan dan pekerja/ buruh dengan perjanjian kerja waktu tertentu yang barus bekerja di perusahaannya lebih dan tiga bulan. Artinya kalau mereka bekerja kurang dan tiga bulan pengusaha tidak wajib mengikutsertakannya dalam pro¬gram jaminan hari tua. Pengusaha banyak wajib mengikutsertakan dalam program jaminan kecelakaan kerja dan jaminan kematian.

Karena jaminan hari tua, sama dengan program tabungan hari tua, setiap peserta akan memiliki rekening sendiri pada badan penyelenggara. Selain itu, program ini merupakan pro¬gram berjangka panjang yang banya dapat dibayarkan kembali setelah mereka pensiun, kecuali kalau terjadi kematian, cacat tetap total dan diputuskan hubungan kerjanya (setelah memenuhi masa kepesertaan lima tahun). 

Apabila pekerja/ buruh diputuskan hubungan kerja pembayaran kembali jaminan hari tua dilakukan setelah masa tunggu enam bulan. Masa tunggu maksudnya adalah suatu masa dimana pekerja/ buruh diputuskan hubungan kerjanya telah mernpunyai pekerjaan lagi atau tidak.

Besarnya iuran jaminan hari tua ditetapkan 5,7 persen dari upah pekerja/ buruh sebulan dengan perincian 3,7 persen ditanggung oleh pengusaha dan sebesar 2 persen ditanggung oleh pekerja/ buruh.
Jaminan hari tua akan dibayarkan langsung oleh badan penyelenggara kepada pekerja/ buruh yang bersangkutan ahli warisnya, dalam hal berikut :
  • Pekerja/ buruh yang bersangkutan telah mencapai usia lima puluh lima tahun, yaitu usia sebagai batas masa kerja atau pensiun.
  • Pekerja/ buruh yang bersangkutan mengalami cacat tetap total menurut keterangan dokter yang ditunjuk oleh perusahaan atau badan penyelenggara.
  • Pekerja/ buruh yang bersangkutan meninggal dunia, baik karena kecelakaan kerja maupun karena kematian dini (prematur).
Pekerja/ buruh yang diputuskan hubungan kerjanya oleh pengusaha dan Pekerja/ buruh yang bersangkutan tidak mendapatkan pekerjaan lagi setelah melewati masa tunggu enam bulan terhitung sejak pekerja/ buruh yang bersangkutan berhenti bekerja

No comments:

Powered by Blogger.