Friday, 24 March 2017

Penentuan Titik Referensi Jalan

Survai Data Titik Referensi dilakukan setiap 5 tahun sekali atau apabila ada perubahan panjang ruas jalan atau perubahan titik referensi.

Titik  Referensi Jalan


a. Penentuan Titik Awal dan Titik Akhir
  • Pekerjaan pertama yang dilakukan adalah menentukan titik awal dan titik akhir dari ruas jalan yang akan disurvai.  Hal ini dapat dikonsultasikan kepada Penyelengga Jalan Propinsi setempat, apabila perlu dapat ditentukan bersama-sama di lapangan.
  • Survai data titik referensi terhadap suatu ruas jalan tidak terputus dengan adanya batas kota.
  • Pada titik awal yang telah ditentukan, petugas survai membuat tanda TL (titik awal) yang menuliskan angka kilometer jarak terhadap kota awal (kilometer nol), pada permukaan jalan dengan menggunakan cat.  Untuk ruas-ruas jalan yang berurutan, umumnya titik awal merupakan titik akhir  dari ruas jalan sebelumnya dan sebaliknya.
  • Petugas survai harus mengatur agar pembacaan Tripmeter/Odometer pada titik awal pada kedudukan 0 (nol).  Apabila hal ini tidak dapat dilakukan maka angka pada Tripmeter/Odometer pada titik awal agar dicatat secara lengkap untuk diperhitungkan dalam penentuan jarak dari pembacaan Tripmeter/Odometer pada titik referensi berikutnya. Titik awal merupakan titik referensi pertama..
  • Survai dilaksanakan pada suatu ruas jalan mulai dari patok kilometer kecil kearah patok kilometer besar.  Selama pelaksanaan survai suatu ruas jalan setelah Tripmeter/Odometer diatur pada kedudukan 0 (nol) pada titik awal, selanjutnya tidak perlu diatur kembali menjadi 0 (nol) sampai survai selesai dilaksanakan pada titik akhir (TR) ruas jalan tersebut.  Apabila survai terpaksa dihentikan sebelum sampai pada titik akhir ruas jalan, maka Tripmeter/Odometer agar dimatikan dan angka pada Tripmeter/Odometer dicatat. Beri tanda dipermukaan jalan lokasi dimana survai dihentikan.  Untuk melanjutkan survai harus dimulai dari lokasi yang telah diberi tanda dan dilakukan sesuai cara yang telah ditentukan. Selanjutnya pada pelaksanaan survai ruas-ruas jalan berikutnya, pada setiap titik awal Tripmeter/Odometer diatur kembali pada kedudukan 0 (nol).
  • Apabila titik awal tidak bertepatan lokasinya dengan patok kilometer (misalnya km. Bandung 10.40) maka petugas survai mengendarai kendaraannya menuju ke jarak km. Bandung 11, yang merupakan titik referensi kedua. Apabila pada titik referensi tersebut (km. Bandung 11) ternyata tidak dijumpai patok km, maka petugas survai harus menuliskan jarak kilometer tersebut dipermukaan jalan dengan cat atau dengan cara lain yang cukup jelas dilihat di lapangan.
  • Setelah menentukan titik referensi kedua petugas survai melanjutkan survai untuk menentukan titik referensi berikutnya sesuai ketentuan di bawah ini :
  1. Semua patok kilometer yang ada di lapangan ditentukan sebagai titik referensi, dan dicatat pada formulir survai.
  2. Apabila terdapat patok kilometer yang hilang, maka titik referensi berikutnya harus berupa bangunan tetap yang mudah dikenal, misalnya jembatan, perpotongan dengan jalan kereta api, gedung dari instansi pemerintah, tugu batas administrasi pemerintah dan sebagainya.  Pada lokasi-lokasi tersebut dituliskan jarak kilometer pada permukaan jalan sesuai yang tercatat pada Tripmeter / Odometer kendaraan.
  3. Pada lokasi jarak kilometer yang ternyata tidak ada patok kilometer (hilang atau belum dipasang) maka petugas survai harus menuliskan jarak lokasi tersebut pada permukaan jalan dengan cat atau dengan cara lain yang cukup jelas dapat dilihat di lapangan.  Lokasi-lokasi ini dicatat sebagai titik-titik bantu.  Antara lokasi yang ditunjukkan dengan tanda cat yang berurutan  menunjukkan jarak 1 (satu) kilometer.
b. Ruas Jalan Mempunyai Patok Kilometer Yang Diukur Lebih Dari Satu Kota Asal
Apabila suatu ruas jalan mempunyai patok kilometer yang diukur lebih dari satu kota asal,

c.  Ruas Jalan Yang Mempunyai Patok Kilometer Ganda
Apabila ada ruas jalan yang mempunyai patok kilometer ganda baik yang disebabkan oleh pemasangan patok baru dimana patok lamanya belum dicabut, atau dikarenakan perbedaan kota asal pengukuran maka petugas survai harus minta petunjuk kepada pembina jalan setempat patok km mana yang akan digunakan sebagai dasar pelaksanaan survai.

d. Pemanfaatan Pita Ukur 
Apabila Tripmeter / Odometer kendaraan survai tidak dapat menunjukkan angka jarak sampai satuan puluhan meter, maka jarak selisih dari angka yang ditunjukkan agar diukur dengan menggunakan pita ukur.

e. Tanda Sementara
Pada ruas jalan dengan permukaan tanah dimana sulit dibuat tanda cat maka dapat dilakukan pembuatan tanda sementara, yang dalam formulir survai dikategorikan sebagai tanda sementara lainnya.

f.  Pengukuran Jarak 
Cara pengukuran jarak pada beberapa bangunan sebagai titik referensi.

g. Jarak kilometer 
Jarak kilometer yang dicantumkan pada formulir survai adalah jarak kilometer berdasarkan angka yang dibaca pada Tripmeter/Odometer kendaraan yang digunakan, tidak diperhitungkan faktor kalibrasi.  Penyesuaian terhadap faktor kalibrasi akan dilakukan pada saat pemrosesan data.

h. Titik Referensi
Agar tidak menimbulkan keragu-raguan untuk jenis titik referensi berikut, perlu diberikan uraian :
i. Jembatan dan gorong-gorong :
  • Nama/nomor
  • Tipe/jenis
  • Identitas lainnya
ii. Bangunan-bangunan :
  • Nama/nomor
  • Jumlah lantai
  • Sisi jalan (kiri/kanan)
iii. Persimpangan Jalan :
  • Nama simpang
  • Jenis simpang
  • Kota tujuan jalan simpang yang dikenal
i. Ruas Jalan Yang Mempunyai Cabang
Apabila ada suatu ruas jalan yang mempunyai cabang dimana pangkal dan ujung cabang jalan tersebut masih berada pada ruas jalan induknya maka pelaksanaan survai dilakukan secara terpisah dengan memberikan nomor ruas sementara cabang jalan tersebut dengan mengganti digit pertama menjadi angka 3, 4, 5, 6 dan seterusnya.

Contoh :
  • Nomor ruas induk 006 (ABCDE), dari km 20.00 (A) sampai dengan km 34.200 (E).
  • Nomor ruas sementara cabang jalan, 006 1 atau 006 2  (BFD), dari km 22 (B) sampai dengan km 31.00 (D).

Share

& Comment

0 komentar:

Post a Comment

 

Copyright © 2015 Sipilpoin™ is a registered trademark.

Designed by Templateism | Templatelib. Hosted on Blogger Platform.