Monday, 20 March 2017

Penjelasan Asphalt Mixing Plant (AMP)

Aspal sebagian besar digunakan sebagai bahan pengerasan jalan. Jenis pengerasan yang menggunakan aspal disebut pengerasan lentur (flexible pavement). Hal ini karena karakteristik dari aspal yang plastis. Fungsi dari pengerasan aspal adalah untuk mendapatkan permukaan jalan yang baik dan melindungi lapisan di bawahnya dari pengaruh air.

Pengerasan aspal merupakan campuran dari aspal dan agregat (mix asphalt). Kandungan agregat dalam campuran berkisar 90 sampai 95% berdasarkan berat. Agregat yang dipakai pada campuran ini adalah agregat kasar, agregat halus dan filler. Filler merupakan agregat yang sangat halus yang berfungsi sebagai pengisi. Bahan yang termasuk dalam filler adalah abu batu dan semen. Karakteristik agregat yang harus dipenuhi adalah keras, bersudut, bergradasi baik, bersih, dan kering. Hal ini bertujuan agar ikatan pada campuran menghasilkan kekuatan yang baik. Agregat yang mempunyai permukaan halus dan berbentuk bulat dapat mengurangi kekuatan campuran dan menyebabkan permukaan yang licin.
Penjelasan Asphalt Mixing Plant (AMP)
Fungsi dari aspal pada campuran aspal adalah sebagai pengikat (binder) antar agregat. Aspal mengisi rongga antar agregat dan rongga dalam agregat. Aspal yang masih padat disebut dengan asphalt cement. Dalam penggunaannya asphalt cement tersebut harus dipanaskan agar meleleh. Campuran antara asphalt cement dengan bahan minyak bumi disebut dengan asphalt cutback. Asphalt cutback ini berbentuk cairan dalam suhu ruangan. 

Bentuk lain dari aspal adalah asphalt emulsion. Keunggulan dari aspal jenis ini adalah tidak menimbulkan api dan dapat dituangkan ke atas agregat yang basah. Campuran aspal yang benar dan berkekuatan sesunl dongnn yang diinginkan dapat dihitung. Hasil dari perhitungan tersebut disebut sebagai asphalt mix design. 

Kriteria dari asphalt mix design yang harus dipenuhi adalah:
  • Stabil: stabilitas dari aspal ditentukan oleh friksi internal dan kohesi. Bentuk agregat akan mempengaruhi friksi internal, sedangkan binder akan mempengaruhi kohesitas campuran aspal.
  • Tahan lama: yang dimaksud dengan tahan lama adalah ketahanan campuran terhadap oksidasi, agregat yang saling berpisah dan memisahnya binder dari agregat. Hal ini dipengaruhi oleh jumlah aspal dalam campuran dan gradasi agregat.
  • Kedap air: pengerasan aspal harus kedap terhadap air dan udara. Kekedapan terhadap air dan udara dapat dicapai dengan melakukan pemadatan dan membuat mix design yang baik.
  • Fleksibel: fleksibilitas yang baik dicapai jika pengerasan dapat berubah jika terjadi gerakan minor selama umur pengerasan.
  • Tidak menyebabkan selip: permukaan pengerasan aspal diharapkan dapat menghindari terjadinya selip pada roda kendaraan yang lewat di atasnya.
  • Tidak mengalami kelelahan bahan: dengan lewatnya kendaraan di atas pengerasan secara terus menerus maka dapat mengakibatkan kelelahan bahan. Kelelahan bahan dipengaruhi oleh rongga antar partikel dan fiskositas binder.
  • Mudah dikerjakan: campuran aspal yang dihasilkan sebaiknya dapat dengan mudah dituangkan dan dipadatkan dengan mudah.
Adapun alat untuk pemroses aspal, adalah sebagai berikut:
1. Asphalt Plant
Alat yang memproses aspal disebut dengan asphalt plant. Asphalt plant merupakan tempat dimana campuran aspal diaduk, dipanaskan, dan dicampur. Ada dua macam asphalt plant yang sering digunakan yaitu batch plant dan drum mix plant. Komponen lain yang digunakan dalam pen- campuran aspal adalah tempat penyimpan aspal dan silo.

2. Batch Plant
Ada beberapa komponen dari batch plant, yaitu cold feed system atau cold bin, drum dryer (drum pengering), hot elevator (elevator panas), screen (saringan), hot bin (penampungan), dan pugmill mixer. Fungsi dari cold bin adalah untuk tempat penyimpanan agregat dan mengatur aliran agregat pada saat pencampuran. Alat ini terdapat pada batch plant maupun drum mix plant. Alat ini mempunyai beberapa tempat penyimpanan seperti storage bin. Beberapa jenis cold bin mempunyai saringan di bagian pintu yang berfungsi untuk menyaring agregat yang tidak sesuai ukurannya 

Drum dryer berfungsi sebagai pemanas dan pengering agregat. Suhu agregat dapat mempengaruhi suhu campuran. Agregat yang terlalu panas menyebabkan aspal cepat membeku pada saat pencampuran. Sebaliknya jika agregat kurang panas maka agregat tidak dapat dilapisi dengan baik. Drum dryer bergerak berputar dan pada bagian dalamnya terdapat aliran gas yang berfungsi untuk mengeringkan agregat. Drum diletakkan miring dengan bagian ujung bawah terdapat pembakaran (burner). Agregat yang telah dikeringkan dan dipanaskan kemudian dituangkan ke atas hot elevator untuk dialirkan ke saringan.

Saringan (screen) digetarkan untuk mengayak agregat. Saringan berfungsi untuk mengatur gradasi agregat menjadi empat macam ukuran yang kemudian ditampung di empat bak penampungan (hot bin). Agregat yang ditampung dalam hot bin kemudian dituangkan ke dalam hopper untuk diukur beratnya. Hopper terletak di bawah hot bin dan di atas pugmill mixer. Agregat kasar dan halus yang telah diukur beratnya secara kumulatif kemudian ditambahkan filler, baru dijatuhkan ke dalam mixer. Aspal dipompakan ke dalam mixer dengan menggunakan semprotan (spray bar).

3. Drum Mix Plant
Setelah setiap jenis agregat diukur beratnya pada cold feed system maka agregat tersebut dialirkan ke drum mixer yang berotasi secara vertikal. Bersamaan dengan masuknya agregat ke dalam drum, gas panas dari pembakaran (burner) juga dialirkan. Pada bagian akhir drum, aspal dicampurkan ke dalam agregat dan kemudian diaduk.

4. Tempat Penyimpanan Aspal
Aspal yang digunakan untuk membuat campuran temperaturnya berkisar 150°C. untuk mempertahankan suhunya maka pada sistem yang dlpakai harus terdapat pengatur suhu. Jika aspal yang dialirkan ke dalam sistem bersuhu rendah maka ada dua cara untuk meningkatkan temperaturnya, yaitu dengan proses pembakaran langsung atau dengan proses minyak panas. Pada proses pertama, ditempatkan pembakaran (burner) yang akan membakar aspal dalam tangki penyimpanan. 

Keuntungan cara ini adalah efisiensi suhu tinggi. Pada proses peningkatan suhu aspal dengan minyak panas dilakukan dalam dua tahap. Pertama minyak dipanaskan. Kemudian minyak tersebut didistribusikan ke dalam pipa pada tangki aspal.

5. Silo
Silo adalah silinder vertikal tempat penyimpanan campuran aspal dari mixer yang tertutup rapat. Hal ini untuk menghindari terjadinya oksidasi yang dapat mengakibatkan campuran menjadi keras.Campuran aspal dialirkan ke dalam silo melalui bagian atasnya dengan menggunakan conveyor tertutup. Pada bagian bawah terdapat pintu untuk mengeluarkan campuran aspal dan memasukkannya ke dalam truk. Dengan adanya alat ini maka proses pencampuran dapat terus dilakukan walaupun truk penerima campuran aspal tidak tersedia.

Share

& Comment

1 komentar:

  1. artikel yang bermanfaat. terima kasih.




    silahkan kunjungi juga blog yg saya kelola ruang-sipil.blogspot.co.id

    ReplyDelete

 

Copyright © 2015 Sipilpoin™ is a registered trademark.

Designed by Templateism | Templatelib. Hosted on Blogger Platform.