Monday, 20 March 2017

Prosess Batching Plant Beton

Agregat pada Batching Plant diletakkan pada staple material atau storage bin. Staple material merupakan tempat penyimpanan agregat dimana setiap jenis material dipisahkan oleh dinding. Sedangkan storage bin merupakan bak-bak penampungan material dengan pintu pada bagian bawah. 

Baik pada storage bin maupun pada staple material, agregat dipisahkan menjadi empat bagian, yaitu butir kasar (split), butir menengah, butir halus, dan pasir. Sedangkan semen diletakkan pada suatu tabung yang disebut cement silo. Tabung ini tertutup rapat sehingga semen dalam keadaan tetap kering.
Prosess Batching Plant Beton
Pada saat pencampuran, agregat dikeluarkan dari pintu pada bagian bawah storage bin. Sedangkan batching plant yang menggunakan staple material sebagai pemisah agregat, agregat dipindahkan dengan menggunakan dragline. Agregat dari storage bin maupun dari staple material kemudian ditakar dengan menggunakan timbangan. 

Semen juga dikeluarkan dari silo dari pintu pada bagian bawah tabung dan ditakar. Penakaran ini bertujuan agar diperoleh proporsi setiap bahan sesuai dengan yang diinginkan guna mencapai kekuatan beton tertentu.

Agregat dan semen yang telah ditakar kemudian dicampurkan dalam batcher yang berbentuk tabung. Hasil dari pencampuran ini bisa tetap disimpan dalam batcher atau dipindahkan ke dalam mixer untuk pencampuran selanjutnya dengan air. Batcher juga berfungsi sebagai mixer jika pada tabung tersebut air juga dicampurkan. Air yang dicampurkan sebelumnya ditakar dengan menggunakan timbangan atau flow meter.

Batcher dapat berupa batcher yang ditempatkan dalam proyek dan batching plant atau pabrik penakaran beton. Untuk proyek yang besar dimana kebutuhan beton sangat banyak maka biasanya sebuah batcher dibangun di dalam lokasi proyek. Batcher seperti itu juga biasanya digunakan bila proyek berlokasi di suatu tempat terpecil. 

Batcher yang terdapat di proyek biasanya juga berfungsi sebagai mixer. Batching plant biasanya berukuran lebih besar dari batcher di proyek. Batching plant merupakan suatu kesatuan yang terdiri dari beberapa unit agregat dan semen. Proses yang dilakukan dalam batching plant dapat secara manual, semi otomatis atau otomatis. Output dari batching plant biasanya diangkut ke proyek dengan menggunakan ready-mixed concrete truck atau dipindahkan ke dalam mixing plant atau pabrik pencampuran beton. Kapasitas dari batching plant biasanya tiga kali lebih besar dari kapasitas mixing plant.

Seperti yang telah dijelaskan, mixer terdiri dari ready-mixed concrete truck atau yang lebih sering disebut dengan truck mixer dan mixing plant. Mixing plant dapat berupa plant yang dapat dipindahkan dan plant statis. Mixing plant biasanya terletak bersebelahan dengan batching plant. Selain itu juga ada mixer kecil yang sering digunakan untuk proyek rumah. Mixer seperti ini disebut dengan molen atau drum miring (tilting drum) yang kemiringannya dapat diatur sehingga bahan-bahan beton dimasukkan dan beton dikeluarkan dengan mudah. Kapasitas mixer berkisarantara 0,1 m3 sampai dengan 9,2 m3.

Share

& Comment

0 komentar:

Post a Comment

 

Copyright © 2015 Sipilpoin™ is a registered trademark.

Designed by Templateism | Templatelib. Hosted on Blogger Platform.