Thursday, 23 March 2017

Tujuan Keselamatan Dan Kesehatan Kerja Konstruksi

Untuk memperoleh hasil pekerjaan konstruksi yang optimal, maka aspek keselamatan dan kesehatan kerja harus mendapat perhatian tersendiri. Keselamatan dan kesehatan kerja merupakan salah satu aspek yang harus dipertimbangkan dalam melakukan suatu pekerjaan disamping dua aspek lain, yaitu pemenuhan target produksi sesuai mutu/spesifikasi dan pengurangan dampak negatif yaitu pencemaran terhadap lingkungan.

Tujuan Keselamatan Dan Kesehatan Kerja Konstruksi
Ketiga aspek tersebut tidak dapat berdiri sendiri-sendiri, tetapi merupakan suatu kesatuan yang saling terkait dan masing-masing memiliki peran yang strategis serta tidak dapat terlepas satu dengan lainnya.

a. Pengertian dan Tujuan Keselamatan Dan Kesehatan Kerja
Pengertian umum dari keselamatan kerja adalah suatu usaha untuk melaksanakan pekerjaan tanpa mengakibatkan kecelakan atau nihil kecelakaan dan penyakit akibat kerja atau zero accident. Dengan demikian setiap personil di dalam suatu lingkungan kerja harus membuat suasana kerja atau lingkungan kerja yang aman dan bebas dari segala macam bahaya untuk mencapai hasil kerja yang menguntungkan. 

Tujuan dari keselamatan dan kesehatan kerja adalah untuk mengadakan pencegahan agar setiap personil atau karyawan tidak mendapatkan kecelakaan dan alat-alat produksi tidak mengalami kerusakan ketika sedang melaksanakan pekerjaan. 

b. Prinsip keselamatan dan kesehatan kerja
Prinsip keselamatan dan kesehatan kerja bahwa setiap pekerjaan dapat dilaksanakan dengan aman dan selamat. Suatu kecelakaan terjadi karena ada penyebabnya, antara lain manusia, peralatan, atau kedua-duanya. Penyebab kecelakaan ini harus dicegah untuk menghindari terjadinya kecelakaan. Hal-hal yang perlu diketahui agar pekerjaan dapat dilakukan dengan aman, antara lain:
  • Mengenal dan memahami pekerjaan yang akan dilakukan,
  • Mengetahui potensi-bahaya yang bisa timbul dari setiap kegiatan pada setiap item pekerjaan yang akan dilakukan  
  • Melaksanakan ketentuan yang tertuang dalam Daftar Simak K3 dan peraturan perundang-undangan terkait K3
Dengan memahami dan melaksanakan ketiga hal tersebut di atas akan tercipta lingkungan kerja yang aman dan nyaman tidak akan terjadi kecelakaan, baik manusianya maupun peralatannya. 

c. Pentingnya keselamatan dan kesehatan kerja
Keselamatan kerja sangat penting diperhatikan dan dilaksanakan antara lain untuk:
  • Menyelamatkan karyawan dari penderitaan sakit atau cacat, kehilangan waktu, dan kehilangan pemasukan uang.
  • Menyelamatkan keluarga dari kesedihan atau kesusahan, kehilangan peneri-maan uang, dan masa depan yang tidak menentu.
  • Menyelamatkan perusahaan dari kehilangan tenaga kerja, pengeluaran biaya akibat kecelakaan, melatih kembali atau mengganti karyawan, kehilangan waktu akibat kegiatan kerja terhenti, dan menurunnya produksi.
d. Pembinaan keselamatan kerja
Untuk mencegah terjadinya kecelakaan perlu dilakukan pembinaan keselamatan kerja terhadap karyawan agar dapat meniadakan keadaan yang berbahaya di tempat kerja. Banyak cara yang dapat dilakukan oleh perusahaan untuk membina keselamatan kerja para karyawannya, baik yang bersifat di dalam ruangan (in-door safety development) atau praktik di lapangan (out-door safety development). 

Setiap perusahaan harus memiliki safety officer sebagai personil atau bagian yang bertanggung jawab terhadap pembinaan keselamatan kerja karyawan maupun tamu perusahaan. Usaha-usaha yang dapat dilakukan dalam rangka pembinaan keselamatan kerja antara lain:
1) Penyuluhan singkat atau safety talk 
  • Motivasi singkat tentang keselamatan kerja yang umumnya dilakukan setiap mulai kerja atau pada hari-hari tertentu selama 10 menit sebelum bekerja dimulai.
  • Pemasangan poster keselamatan kerja
  • Pemutaran film atau slide tentang keselamatan kerja 
2) Safety committee 
  • Mengusahakan terciptanya suasana kerja yang aman.
  • Menanamkan rasa kesadaran atau disiplin yang sangat tinggi tentang pentingnya keselamatan kerja
  • Pemberian informasi tentang teknik-teknik keselamatan kerja serta peralatan keselamatan kerja. 
3) Pendidikan dan pelatihan 
  • Melaksanakan kursus keselamatan kerja baik dengan cara mengirimkan karyawan ke tempat-tempat diklat keselamatan kerja atau mengundang para akhli keselamatan kerja dari luar perusahaan untuk memberikan pelatihan di dalam perusahaan.
  • Pelaksanaannya dapat di dalam negeri atau pun di luar negeri.
  • Latihan penggunaan peralatan keselamatan kerja 
  • Alat-alat keselamatan kerja harus disediakan oleh perusahaan. Alat tersebut berupa alat proteksi diri yang diperlukan sesuai dengan kondisi kerja.

Share

& Comment

0 komentar:

Post a Comment

 

Copyright © 2015 Sipilpoin™ is a registered trademark.

Designed by Templateism | Templatelib. Hosted on Blogger Platform.