Sunday, 18 June 2017

Cara Menghitung Produktivitas Dari Sebuah Hydraulic Excavator

1. Production per cycle (q)

      q = q1 × K
                   where q1: Bucket capacity (heaped) (m3; yd3)
                              K : Bucket fill factor
Dunia pertambangan sangat erat sekali ketergantungannya dengan alat berat. Kegiatan utama dalam dunia pertambangan adalah gali-muat-angkut dimana pada kegiatan tersebut menggunakan alat berat yang memiliki spesifikasi maupun harga yang bervariasi. Maka perhitungan akan produktivitas alat merupakan modal penting dalam manajemen suatu proyek pertambangan.
Cara Menghitung Produktivita Excavators
Cara Menghitung Produktivita Excavators

Dalam perhitungan produktivitas alat berat di dunia pertambangan satuan yang umum digunakan adalahn Ton/jam atau BCM/jam, jika dihasilkan perhitungan dengan satuan yang tidak sesuai atau tidak diinginkan maka perlu dikonversi. Hal ini berkaitan dengan jumlah cadangan yang akan ditambanng, sehingga akan diketahui umur tambang.

Sebenarnya perhitungan produktivitas secara umum sama, yaitu periode waktu (perjam) dibagi dengan CT (Cycle Time), lalu dikalikan dengan kapasitas (bucket, bak,atau blade). Pada masing-masing alat berat yang berbeda-beda adalah dalam perhitungan CT. Kemudian, Faktor koreksi dan Faktor koreksi bucket/bak/blade merupakan pendekatan empiris untuk mencapai keadaan senyata mungkin, karena dalam kenyataannya excavator dengan spek kapasitas bucket 2 m3, hanya mampu menampung material loose sebesar 1,6 m3 misalnya. Catatan lagi, terdapat angka 60 atau 3600 dalam rumus perhitungan produktivitas spesifik masing-masing alat berat mengindikasikan bahwa waktu edar alat (CT) dalam satuan menit atau detik (yang akan dikonversi dengan angka 60 atau 3600 menjadi jam).


2. Cycle time (Cm)
Cycle time = Excavating time + swing time (loaded ) + dumping time + swing time (empty)
However, here we use cycle time = (standard cycle time) × (conversion factor)
The standard cycle time for each machine is determined from the following table.

Cara Menghitung Produktivitas Dari Sebuah Hydraulic Excavator

Kemudian ada bucket fill factor, jika tadi kapasitas maksimal bucket exca 1250 adalah 6.7 m3 , namun apakah setiap kali menggali material isinya selalu penuh 6.7 m3 ? Tentunya tidak, mungkin saja akan kurang dari 6.7 m3 , atau pada kondisi material tertentu bisa lebih dari 6.7 m3 , maka dari itu perlu faktor pengali sebagai nilai yang muncul akibat adanya penggalian dan pemuatan material yang tidak selalu tepat dengan kapasitas bucket, faktor pengali tersebut kemudian yang disebut dengan bucket fill factor. Contohnya pada saat proses gali dan muat, bucket exca tidak selalu memuat penuh material pada bucketnya maka nila bucket fill factor bisa bernilai 0.8, atau 80% dari kapasitas bucketnya.
Selanjutnya ada faktor koreksi, faktor koreksi ini bisa bermacam-macam hal. Misalnya kemampuan operator bisa berbeda-beda, atau konidisi medan yang berbeda-beda satu tempat dengan lainnya, maka dari faktor-faktor tersebut juga perlu diperhitungkan. Biasanya nilai faktor koreksi ini diperkirakan berdasarkan pengamatan dalam periode waktu tertentu. Atau derange berdasarkan kondisi dilapangan. Misalnya kondisi medan tempat dudukan yang bagus dan mudah untuk melalukan penggalian, nilainya bisa 0.9.


3. Job efficiency (E)
The following table gives typical job efficiency as a rough guide. To obtain the actual production figure, determine the efficiency in accordance with actual operating conditions.

Share

& Comment

0 komentar:

Post a Comment

 

Copyright © 2015 Sipilpoin™ is a registered trademark.

Designed by Templateism | Templatelib. Hosted on Blogger Platform.