Header Ads

HOT !
recent

Jaringan Jalan Pembentuk Struktur Tata Ruang

Perenencanaan Tataruang pada prinsipnya merupakan suatu intervensi yang dilakukan agar menjadi alokasi ruang yang nyaman, produktif dan berkelanjutan untuk meningkatkan kesejahteraan/keamakmuran masyarakat  serta mempunyai tujuan untuk memperoleh keseimbangan antar wilayah. Proses pelaksanaan perencanaan tataruang sendiri bisa dijabarkan lebih lanjut melalui pendekatan sistem yang melibatkan input, proses dan output. 

Jaringan Jalan Pembentuk Struktur Tata Ruang


masukan  yang digunakan adalah kondisi fisik seperti kondisi alam, geografis dan sosial budaya  seperti sebaran penduduk, sebaran ekonomi  seperti lokasi pusat kegiatan perdagangan/ pasar yang ada maupun yang potensial dan  aspek strategis nasional lainnya.

Keseluruhan input ini diproses dengan menganalisis input tersebut secara integral baik kondisi saat ini maupun kedepan untuk masing-masing hirarki tata ruang Nasional, Propinsi maupun Kabupaten/Kota sehingga menghasilkan output berupa Rencana Tata Ruang yang menyeluruh.
  
Adapun RTRW Nasional adalah kegiatan perencanaan skala luas (makro) strategis Nasional yang bertujuan untuk menggambarkan arah dan kebijakan pembangunan nasional secara ketataruangan, seperti jalan Nasional.  

Sedangkan RTRW Propinsi merupakan perencanaan regional yang menjabarkan RTRWN dalam konteks ruang wilayah Propinsi secara lebih detil termasuk memuat jalan Propinsi. Sementara itu RTRW Kabupaten/Kota merupakan rencana tata ruang skala kabupaten/kota dengan muatan utama jalan kabupaten/kota yang selanjutnya menetapkan pembagian zona-zona pengembangan kawasan lebih rinci dan terukur

Pada tataran operasional, RTRW tersebut perlu dikembangkan lagi menjadi Rencana Detil Tata Ruang (RDTR) sebagai basis Regulasi Zona yang dapat dijadikan dasar dalam pemberian ijin dan pengendalian pemanfaatan ruang yang ada. Selanjutnya, indikasi program yang tertuang dalam RTRW/RDTR marupakan salah satu basis bagi penyusunan Rencana Induk Sektor.

Dengan demikian, pembangunan jaringan jalan pada hakekatnya berbasis penataan ruang dalam rangka pengembangan wilayah. Dalam hal ini, pembangunan jalan telah mempertimbangkan kondisi wilayah, baik dari segi potensi ketiga sumberdaya maupun kondisi  lingkungan strategisnya, sehingga merupakan salah satu unsur pembentuk ruang yang ingin diwujudkan

Moda transportasi yang dimaksud terdiri atas :
  • Moda transportasi darat ,yang terdiri dari sistem jaringan jalan arteri, jalan kolektor , jalan lokal, jalan lingkungan, baik pada sistem primer maupun sistem sekunder, terminal anktan umum, ferry/angkutan penyeberangan danau sungai serta ferry/angkutan penyeberangan laut dan kereta api.
  • Moda transportasi laut, yang terdiri dari pelabuhan laut (pelabuhan internasional, pelabuhan internasioanal hub, pelabuhan nasional, pelabuhan regional dan pelabuhan lokal) serta rute pelayaran kapal reguler ataupun non reguler.
  • Moda transportasi udara, yang terdiri dari terminal/pelabuhan udara (kelas utama, kelas dua, kelas tiga, kelas empat dan kelas lima) sera rute penerbangan yang disinggahinya (internasioanal, regional ataupun perintis). 

No comments:

Powered by Blogger.