Header Ads

HOT !
recent

Jenis-Jenis Sistem Drainase

Drainase perkotaan merupakan suatu sistem drainase untuk wilayah administrasi kota dan daerah perkotaan (urban) yang ditujukan untuk mengendallikan atau mengeringkan kelebihan air permukaan di lokasi-lokasi permukiman penduduk,  yang berasal dari proses hujan lokal, sehingga  tidak mengganggu kegiatan masyarakat dalm beraktifitas.

Jenis-Jenis Sistem Drainase


Funsi dari sistem drainase perkotaan secara umum adalah sebagai berikut, seperti dibawah ini : 
  1. Mengeringkan (menghilangkan air) bagian wilayah kota dari genangan sehingga tidak menimbulkan dampak negatif utnuk kegiatan masyarakat.
  2. Mengalirkan air yang berada di  permukaan ke saluran air penerima yang berlokasi terdekat secepatnya.
  3. Mengendalikan dan mengontrol kelebihan air permukaan, sehingga dapat dimanfaatkan lebih lanjut
  4. Menjaga kelestarian air tanah (konservasi air).
  5. Melindungi prasarana dan sarana yang sudah terbangun dari dampak genangan air permukaan.

Berdasarkan fungsi layanan , terbagi oleh:
a. Sistem Drainase Lokal
sistem drainase lokal adalah saluran awal yang bertujuan melayani suatu kawasan kota tertentu seperti kompleks perumahan penduduk, lokasi pasar, pusat perkantoran, lokasil industri dan komersial. Sistem ini berfungsi untuk melayani area kurang dari 1 ha. Pengelolaan sistem drainase lokal menjadi tanggung jawab masyarakat, pengembang atau instansi lainnya karena sifatnya yang sangat penting.

b. Sistem Drainase Utama
sistem drainase ini dapat digolongkan menjadi saluran drainase primer,  saluran drainase sekunder, dan  saluran drainase tersier serta bangunan pelengkap yang berfungsi untuk melayani kepentingan sebagian besar warga masyarakat luas. Pengelolaan untuk sistem drainase utama merupakan tanggung jawab pemerintah kota.

c. Pengendalian Banjir (flood control)
Sungai yang melalui dan melewati  wilayah kota yang bertujuan untuk  mengendalikan air sungai, sehingga tidak mengganggu kegiatan masyarakat dan dapat memberi manfaat bagi kehidupan masyarakat. Pengelolaan pengendalian menjadi tanggung jawab Direktorat Jenderal sumber daya air.

Berdasarkan fisiknya, terbagi atas :
a. Sistem saluran primer ;
adalah saluran drainase utama yang menerima aliran air dari saluran sekunder. ukuran Dimensi saluran ini relatif besar. Akhir saluran primer adalah badan penerima air.

b. Sistem Saluran Sekunder
merupakan saluran drainase terbuka atau tertutup yang bertujuan untuk  menerima aliran air dari saluran tersier dan limpasan air dari permukaan, dan meneruskannya ke saluran drainase primer. Dimensi saluran ini tergantung pada debit air yang dialirkan.

c. Sistem Saluran Tersier
adalah salah satu  saluran drainase yang menerima air dari saluran drainase lokal. 

No comments:

Powered by Blogger.