Sunday, 18 June 2017

Perbaikan Tanah [SOIL IMPROVEMENT]

Dalam suatu kasus, ada suatu proyek pembuatan jalan raya. Sebelum melakukan pekerjaan perkerasan, yang paling awal adalah mengkaji kapasitas dukung tanah atau biasa disebut CBR (California Bearing ratio). Setelah dikaji, diketahui bahwa CBR tanahnya adalah
Perbaikan Tanah [SOIL IMPROVEMENT]
Perbaikan Tanah [SOIL IMPROVEMENT]

Perbaikan Tanah [SOIL IMPROVEMENT]
Tanah yang bermasalah :
  1. Tanah lunak
  2. Tanah dispertif
  3. Tanah ekspansif
  4. Pasir dan kerikil longgar/tidak padat
  5. Tanah Lunak

Secara visual dapat ditembus dengan ibu jari minimum sedalam 2,5 cm atau bila diukur kuat gesernya.

Lempung lunak, mengandung banyak mineral lempung dan memiliki kadar air yang tinggi( >60% bahkan =100%). Biasanya tanah ini terdapat di daerah rawa dan Gambut, tanah yang pembentuk utamanya terdiri dari sisa-sisa tumbuhan.

Karakteristik tanah lempung lunak (kohesif) :
Daya dukung relatif rendah
Pemampatan relatif besar dan berlangsung dalam waktu yang relatif lama–>disebabkan pori tanah terisi oleh banyak air problem bangunan di atas lempung lunak :
  1. Beban bangunan yang mampu dipikul tanah dasar relatif terbatas.
  2. Bangunan akan mengalami penurunan yang relatif besar dan berlangsung relatif lama.
  3. Bangunan sekitar lokasi pembangunaan akan mengalami gangguan.

Tanah Ekspansif
Tanah yang mengandung mineral lempung monmorilonit . Ciri-cirinya adalah mengembang bila kadar air naik dan menyusut ketika kadar airnya turun.

Tanah Ekspansif adalah tanah yang mengalami perubahan volume akibat perubahan kadar air dalam tanah. Biasanya tanah ekspansif mengandung mineral-mineral lempung seperti smektit dan montmorilonit yang mampu menyerap air. Ketika mineral tersebut menyerap air maka volume tanah akan meningkat. Semakin banyak air yang terserap, semakin bertambah volume tanah. Perubahan volume ini dapat merusak kekuatan struktur bangunan yang menempati tanah tersebut.

Tanah Dispesif
Tanah yang antara butiran yang satu dengan yang lainnya mudah memisahkan diri. Cirinya adalah tidak terkohesi meskipun dalam keadaan basah, mudah terosi. Sehingga tanah ini sangat berbahaya bila berbentuk lereng-lereng. Tanah ini yaitu jenis lanau.

Kepekaan atau ketahanan tanah terhadap erosi berbeda-beda  sesuai dengan sifat fisik dan kimia tanah. Perbedaan ketahanan ini umumnya dinyatakan dalam nilai erodibilitas tanah. Semakin tinggi nilai erodibilitas tanah, semakin mudah tanah tersebut tererosi. Secara umum tanah dengan debu yang tinggi, liat yang rendah dan kandungan bahan organik sedikit mempunyai kepekaan erosi yang tinggi. Nilai erodibilitas suatu tanah ditentukan oleh ketahanan tanah terhadap daya rusak dari luar dan kemampuan tanah menyerap air (infiltrasi dan perkolasi).  Ketahanan   tanah   menentukan   mudah    tidaknya   massa  tanah

Pasir dan Kerikil longgar/tidak padat
Cirinya adalah memiliki kepadatan yang rendah, pori-pori besar sehingga kompresibilitas tinggi, kekuatan rendah (karena bidang kontakA butiran kecil).

Teknik Perbaikan Tanah
Secara mekanis (fisis). Perbaikan dilakukan dengan cara pemadatan, mencampur tanah dengan bahan granuler (butir kasar) sedangkan Dengan Bahan kimia (secara kimiawi) Mencampur tanah dengan semen, kapur, aspal, abu terbang(fly ash), abu sekam padi. Bahan ini dapat memperbaiki daya dukung tanah karena mempunyai unsur silika, kalsium yang mana dapat menyebabkan terjadi peristiwa agromelasi (butiran menjadi lebih besar)
Dengan bahan perkuatan

Menggunakan cerucuk kayu, tikar bambu, tiang kayu, beton pracetak, geosintetik.

Share

& Comment

0 komentar:

Post a Comment

 

Copyright © 2015 Sipilpoin™ is a registered trademark.

Designed by Templateism | Templatelib. Hosted on Blogger Platform.