Header Ads

HOT !
recent

Survey Data Untuk Perencanaan Jalan

Tujuan dari pemeriksaan ini adalah untuk mendapatkan data umum mengenai secara umum jalan, baik sebagai Identifikasi, Inventarisasi kondisi jalan yang bersangkutan. Format survey dapat mengacu pada pola yang telah baku digunakan oleh DitJend. Bina Marga maupun format lainnya yang disetujui.

Perencanaan Jalan


a. Survey Pendahuluan
Survey Pendahulan dilaksanakan untuk memperoleh data-data eksisting/awal kondisi ruas jalan,mengingat ruas yang cukup banyak dengan lokasi yang berjauhan, Survey Pendahuluan dilakukan selama 3 (tiga) hari dengan melibatkan personil ahli Team leader/ Highway Engineer, Ass. Highway Engineer dibantu oleh Surveyor dan Pekerjan Harian. Pelaksanaan survey pendahuluan ini juga didampinggi oleh tem teknis pengguna jasa.

Data-data yang didapatkan selama melakukan survey pendahuluan adalah:
  1. Kondisi geografis dan sosial ekonomi daerah sepanjang koridor jalan secara umum.
  2. Lebar perkerasan yang ada
  3. Panjang jalan rencana, dalam meter.
  4. Kondisi daerah samping jalan serta sarana utilitas yang ada seperti saluran samping, gorong-gorong, bahu, kondisi drainase samping, jarak pagar/bangunan penduduk/tebing ke pinggir perkerasan;
  5. Jenis dan lokasi quarry terdekat;
  6. Estimasi jarak pengangkutan bahan material dari lokasi quarry ke lokasi basecamp;
  7. Peta lokasi quarry berikut keterangan lokasinya (km, stationer);
  8. Perkiraan harga satuan tiap jenis bahan perkerasan;

b. Pengukuran Topografi
Tujuan dari pengukuran topografii adalah untuk memperoleh gambaran situasi jalan (plan), penampang memanjang dan penampang melintang jalan. Sesuai dengan jadwal kerja konsultan yang singkat, survey pengukuran dan topografi dilakukan selama 6 (sembilan) hari dengan melibatkan personil ahli Team leader/ Highway Engineer dibantu oleh Surveyor dan Pekerjan Harian.

Pengukuran ini dilaksanakan sepanjang lokasi as jalan dengan melakukan tambahan pengukuran detail pada lokasi-lokasi yang memerlukan atau pemindahan lokasi jalan, sehingga memungkinkan didapat realinyement as jalan yang sesuai dengan standar yang dikehendaki. Jenis pengukuran ini meliputi pekerjaan-pekerjaan sebagai berikut :

Pengukuran Titik Control Horizontal dan Vertikal
  1. Pengukuran titik control disini berupa jaring polygon yang diikatkan untuk setiap jarak 5 km.
  2. Titik control antaranya berupa BM, dipasang pada setiap jarak 1 km.
  3. Pengukuran Situasi
  4. Pekerjaan Pengukuran  situasi daerah sepanjang jalan  meliputi semua keterangan penting yang ada  di daerah sepanjang  jalan,   misalnya  rumah, pohon,  pohon pelindung jalan,   pinggir  selokan, letak   gorong-gorong, tiang listrik, tiang telepon, jembatan, batas sawah, batas kebun, arah aliran air dan lain sebagainya. Untuk itu pengukuran dapat dilakukan dengan cara tachymetri;
  5. Pekerjaan Pengukuran poligon dilaksanakan setiap interval/jarak 50 meter untuk jalan/ daerah lurus dan interval 25 meter untuk daerah tikungan.
  6. Dalam pengambilan data agar diperhatikan keseragaman penyebaran dan kerapatan titik yang cukup sehingga dihasilkan gambar situasi yang benar.
  7. Untuk pengukuran situasi digunakan alat theodolit.
  8. Patok Km yang ada pada tepi  jalan harus diambil dan dihitung koordinatnya. Ini untuk memperbanyak titik referensi pada sumbu jalan yang direncanakan.
  9. Pekerjaan Pengukuran penampang memanjang/long selection jalandilaksanakan setiap interval/jarak  50 meter untuk daerah/lokasi rata dan interval/jarak 25 meter untuk daerah tanjakan/ penurunan.
  10. Pengukuran penampang melintang
  11. Untuk pengukuran penampang melintang digunakan alat theodolite dibantu pita ukur;
  12. Pemasangan Patok dan Titik Tetap (BM/Bench Mark)
  13. Patok beton dengan ukuran 20 x 20 x 75 cm harus ditanam sedemikian rupa sehingga bagian patok yang ada di atas tanah adalah kurang lebih 20 cm. patok polygon dan penampang dibuat dari kayu dengan ukuran 5 x 7 x 60 cm.
  14. Patok BM dipasang pada tiap-tiap 1,0 km, awal dan akhir proyek dan di daerah jembatan yang mencantumkan nilai X, Y dan Z.
  15. Untuk  patok polygon dan  patok penampang diberi tanda cat kuning dengan tulisan merah yang diletakkan disebelah kiri ke arah jalannya pengukuran.

c. Survey Drainase Jalan
Survey drainase jalan dilakukan sejalan dengan survey topografi. Tujuan pelaksanaan survey ini adalah untuk mendapatkan informasi bagaimana antisipasi jalan menghadapi pengaruh air, terutama dari aliran permukaan (run off). Untuk itu perlu diketahui kondisi bangunan drainase seperti gorong-gorong, saluran pasangan batu dan lain-lain. Juga pasangan batu untuk penahan. Informasi yang diperoleh dari pemeriksaan ini adalah sebagai berikut :
  1. Nama dan lokasi dari prasarana drainase yang ada;
  2. Kondisi;
  3. Dimensi
  4. Dampak dan permasalahan yang ditimbulkan terhadap jalan.


No comments:

Powered by Blogger.