Tuesday, 11 July 2017

PRE CONSTRUCTION MEETING (PCM)

Rapat Persiapan Pelaksanaan Pekerjaan Konstruksi (Pre Construction Meeting) merupakan rapat yang diselenggarakan oleh unsur-unsur yang terkait dengan pelaksanaan kegiatan proyek pembangunan, yang di hadiri oleh :

  1. Pihak Satuan Kerja sebagai unsur pengendali, diwakili oleh KPA, PPK, PPHP
  2. Konsultan Perencanaan, diwakili oleh Tenaga Ahli Perencanaan
  3. Direksi Teknis sebagai pengawas teknis, diwakili oleh Konsultan Pengawasan, Tenaga Ahli dan Tenaga Pendukung yang ditunjuk
  4. Penyedia jasa sebagai pelaksana pekerjaan, diwakili oleh Pimpinan Perusahaan, Team Leader dan personil-personil yang terlibat dalam pelaksanaan pekerjaan
  5. Pengelola Teknis yang ditunjuk

Tujuan PCM ini untuk menyamakan persepsi membahas Syarat-syarat Umum dan Khusus Dokumen Perikatan dan membuat kesepakatan hal-hal penting yang belum terdapat dalam Dokumen Kontrak maupun kemungkinan-kemungkinan kendala yang akan terjadi dalam pelaksanaan pekerjaan.

Hal-hal lain yang perlu diperhatikan oleh PPK sebelum PCM ialah :



  1. Draft Awal Kontrak sebagai acuan awal pelaksanaan
  2. Dokumen Pelelangan yang dapat menjelaskan kualifikasi dan pengalaman penyedia yang ditunjuk
  3. SPPBJ
  4. Jaminan Pelaksanaan bersifat unconditional
  5. Kontrak yang telah ditandatangani
  6. SPMK yang telah diterbitkan
  7. Rencana pencairan uang muka kerja
  8. Rencana Pelaksanaan dan Pengendalian Kontrak 
  9. Perkiraan Serah Terima Pekerjaan 
PCM diselenggarakan paling lambat 7 (tujuh) hari sejak diterbitkannya SPMK. Rapat PCM dituangkan dalam Berita Acara dan ditandatangani minimal oleh 3 (tiga) pihak; Wakil Satker (KPA/PPK), Penyedia Jasa Konsultan dan Kontraktor. 
PRE CONSTRUCTION MEETING (PCM)
PRE CONSTRUCTION MEETING (PCM)


Berita Acara Rapat Persiapan Pekerjaan tersebut menjadi bagian yang tak terpisahkan dari Dokumen Kontrak yang berlaku.

Pembahasan dan kesepakatan dalam Rapat Persiapan Pelaksanaan Kontrak antara lain :

  1. Stuktur organisasi Perusahaan/Proyek
  2. Penyamaan presepsi tentang pasal-pasal yang tertuang dalam Dokumen Kontrak
  3. Usulan-usulan perubahan mengenai isi dalam pasal-pasal Dokumen Kontrak
  4. Pendekatan kepada masyarakat dan pemerintah daerah setempat mengenai rencana kerja.
  5. Pembahasan prosedur administrasi penyelenggaraan pekerjaan.
  6. Presentasi penyedia jasa dalam rencana penanganan pekerjaan melalui program untuk penyedia jasa (Rencana Mutu Kontrak).
  7. Presentasi Konsultan Pengawas tentang prosedur pengawasan pekerjaan berdasarkan uraian kegiatan pekerjaan penyedia jasa.
  8. Pembahasan kendala yang diperkirakan akan timbul, dan rencana penangananya.
  9. Penetapan masa berlaku ijin kerja (request) dan pemaparan metode kerja yang akan digunakan
  10. Masalah-masalah lapangan terkait metode pekerjaan 
  11. Rencana pemeliharaan dan pengaturan lalu lintas
  12. Pembahasan tentang tanggungjawab masing-masing unsur yang terkait dalam pelaksanaan pekerjaan,
  13. Pembahasan tentang pembayaran prestasi pekerjaan dan syarat-syarat yang diusulkan untuk pelaksanaan pembayaran
  14. Fasilitas pendukung yang akan diberikan oleh Pemberi Pekerjaan (Satker)
  15. Hal-hal yang belum jelas tertuang dalam kontrak

Apabila konsultan pengawas memiliki pandangan yang berbeda dengan hasil Rapat Persiapan Pekerjaan yang telah ditentukan, maka usulan/persamaan presepsi dapat dilakukan melalui rapat koordinasi yang dilaksanakan pada tahap selanjutnya.

Jika PPK dan Pihak Penyedia telah melaksanakan PCM ini, maka koordinasi dan tahapan pelaksanaan akan lebih terarah sesuai kesepakatan bersama demi mewujudkan pembangunan.

Share

& Comment

0 komentar:

Post a Comment

 

Copyright © 2015 Sipilpoin™ is a registered trademark.

Designed by Templateism | Templatelib. Hosted on Blogger Platform.