Wednesday, 16 August 2017

Kegunaan Terowongan

Pada dasarnya terowongan dibuat sesuai dengan keperluannya, yaitu terutama untuk sarana transportasi, yang dapat digolongkan  menjadi 3 (tiga), yaitu :

1. Transportasi Umum
Disini terowongan berfungsi untuk sarana transportasi barang dan manusia, yang berbentuk jalan raya (high way), atau jalan kereta api (railway). Adakalanya untuk dapat menampung volume lalu lintas yang besar terowongan dibuat dengan ukuran yang besar, untuk jalan raya dua lane atau lebih dan atau untuk  jalan kereta api double track. 

Untuk jenis ini masih dibolehkan ada toleransi kemiringan / slope , karena fungsinya tidak dipengaruhi oleh gaya gravitasi, hal ini disebabkan  karena kendaraan yang lewat, memiliki energi sendiri. Namun demikian seperti layaknya jalan raya / jalan kereta api, maka diperlukan fasilitas-fasilitas seperti : penerangan, rambu-rambu, blower, dan lain sebagainya.`

Kegunaan Terowongan Di banyak negara yang maju, transportasi umum sudah banyak yang dilayani dengan terowongan (subway). Negara-negara yang belum maju nanti arahnya juga akan menuju penggunaan subway untuk mengatasi kemacetan lalu lintas di permukaan. Namun demikian rencana subway tersebut dapat menghadapi kesulitan pelaksanaan, bila pola pembangunan infra strukturnya tidak direncanakan dengan baik. Bila kondisinya sudah demikian, maka biasanya alternatifnya adalah penggunaan jalan layang (fly over), untuk mengatasi kemacetan-kemacetan  lalu lintas yang terjadi .


2. Transportasi Khusus
Disini terowongan berfungsi untuk sarana transportasi barang khusus, misalnya hasil tambang. Bila suatu hasil tambang diinginkan dan letaknya jauh didalam tanah, maka untuk mengexploitasinya diperlukan terowongan untuk mencapai lokasi tambang yang menjadi sasaran tersebut . 

Oleh karena itu, bila ada suatu kondisi dimana hasil tambang sudah muncul dipermukaan, atau di kedalaman yang relatif dangkal, maka hasil tambang dapat diexploitasi dengan cara open cut, dan tidak memerlukan terowongan . Keadaan ini sangat menguntungkan sekali , karena pembuatan terowongan selain biayanya mahal juga problem-  nya tidak mudah.

Untuk terowongan jenis ini, biasanya tidak dibuat permanen, tetapi cukup kuat dan aman. Fasilitas yang diperlukan juga tidak  sebagus terowongan untuk transportasi umum. Bahkan bila hasil tambang yang digali sudah dinyatakan habis atau tidak ekonomis lagi untuk ditambang , maka  terowongan tersebut  ditutup kembali, atau tidak difungsikan  .

3. Transportasi Air
Disini terowongan berfungsi untuk sarana transportasi air, yang biasanya merupakan bagian dari saluran air yang terbuka, atau sungai buatan untuk suplesi sungai yang satu kepada yang lain, atau untuk mengatasi banjir (kelebihan debit sungai), dimana aligment-nya menemui suatu bukit .

Terowongan yang mengangkut air ini kadang juga dimanfaatkan sebagai pembangkit energi , bila kedua titik lokasi yang dihubungkan oleh terowongan tersebut memiliki beda tinggi yang cukup, sehingga dapat dimanfaatkan tekanan air akibat beda ketinggian tersebut untuk membangkitkan suatu energi ( listrik ) .

Untuk terowongan jenis ini (saluran air) diperlukan ketelitian kemiringan/ slope dari dasarnya, karena dalam fungsinya mengalirkan air, sangat dipengaruhi oleh gaya gravitasi. Kesalahan kemiringan dasar terowongan dapat menyebabkan kegagalan fungsi terowongan  yang cukup fatal. Untuk terowongan jenis ini tentunya tidak memerlukan fasilitas seperti pada terowongan jenis yang diatas. 

Sedang khusus untuk terowongan pembangkit energi tidak terikat dengan slope tertentu, dan bahkan secara teori tegakpun tidak menjadi masalah, karena semakin pendek suatu terowongan berarti biayanya akan lebih murah. Terowongan jenis ini, seluruh permukaan dindingnya bertekanan tinggi, sehingga strukturnya tentu berbeda dengan terowongan yang tidak bertekanan.

Share

& Comment

0 komentar:

Post a Comment

 

Copyright © 2015 Sipilpoin™ is a registered trademark.

Designed by Templateism | Templatelib. Hosted on Blogger Platform.